Pemko Gelar Simulasi Kesigapan Menangulangi Bencana Alam Tebingtinggi

Tebingtinggi | SNN – Pemerintah Kota (Pemko) Tebingtinggi, diwakili Intansi terkait .Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota setempat dan Pemadam Kebakaran, Taruna Siaga Bencana (Tagana), Satpol PP, Dinas Kesehatan, Pramuka, beserta Tim dari Rumah Sakit Umum Daerah ( RSUD) dr Kumpulan Pane menggelar Simulasi Gladi Penanggulangan Bencana Alam Gempa Bumi dan Kebakaran, kepada warga masyarakat di Lapangan Ramlan Yatim Jalan Gunung Lauser Kota setempat, Selasa (16-05-2017).

Pada acara simulasi tersebut, terlihat dua bangunan rumah setelah diguncang gempa bumi roboh dan terbakar, di dalam bangunan ada masyarakat yang tertimpa bangunan, kemudian tim medis terdiri dari perawatan, dokter dan ambulance langsung melakukan evakuasi penyelamatan, kemudian rumah yang terbakar dicoba dipadamkan oleh mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) dan regu Tagana. Setelah beberapa jam, Tim gabungan tersebut berhasil memadamkan api dan menyelamatkan warga masyarakat untuk menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit (RS).

Kegiatan simulasi gladi tanggap darurat bencana yang dilakukan BPBP Kota Tebingtinggi bersama steak holder tersebut ada dalam rangka simulasi gladi kesigapan dalam menghadapi bencana alam gempa bumi dan kebakaran di Kota Tebingtinggi Tahun 2017.

Pj Walikota Tebingtinggi H Zulkarnain, yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Tebingtinggi H Johan Samose Harahap, dalam kata sambutannya mengatakan, bahwa kegiatan simulasi gladi penanggulangan bencana ini perlu terus disosialisasikan kepada warga masyarakat Kota Tebingtinggi, karena dengan mengetahui kesigapan dalam penanggulangan bencana akan bisa mengurangi jatuhnya korban jiwa.

“Dalam simulasi gladi penanggulangan bencana alam gempa bumi dan kebakaran ini, kita harapkan, warga masyarakat yang tangguh menghadapi bencana adalah masyarakat yang siap untuk selamat. Melalui kegiatan acara simulasi gladi penanggulangan bencana gempa bumi dan kebakaran, kita diharapkan dapat meningkatkan kompetensi serta kapasitas masyarakat dalam pengurangan resiko bencana,” harap Johan.

Sebelumnya, Kepala BPBD Kota Tebingtinggi Wahid Sitorus melaporkan bahwa dengan adanya sosialisasi simulasi gladi penanggulangan bencana alam gempa bumi dan kebakaran, kita secara sigap bisa mengatasi bencana tersebut dari resiko mengurangi korban jiwa. Adapun tujuan kegiatan itu untuk kesiapsiagaan bencana ketika terjadi di Tebingtinggi, kita tidak mengetahui kapan bencana itu datang dan berakhir,ucap, Wahid Sitorus.

“Kegiatan ini perlu kita sosialisasikan kepada masyarakat, pelajar dan stake holder. Karena, Kota Tebingtinggi mempunyai empat potensi bencana yang ekstrim seperti gempa bumi, kebakaran, kebanjiran dan bencana angin puting beliung,” terang, Wahid Sitorus.(Nspd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *