SNN | Suara Nasional News

Hot


Post Top Ad

Senin, 15 Oktober 2018

Wali Kota Medan Lantik Wirya Alrahman Jadi Sekda Kota Medan

Oktober 15, 2018


Medan | SNN - Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi melantik Kepala Bappeda Kota Medan Ir Wirya Alrahman MM menjadi Sekda Kota Medan menggantikan Ir H Syaiful Bahri Lubis di Balai Kota Medan, Senin (15-10-2018).  Dengan pelantikan yang dilakukan tersebut, Sekda yang baru diharapkan dapat menjalankan tugas dan amanah yang diberikan dengan sebaik-baiknya. Apalagi Sekda  merupakan motor penggerak organisasi sehingga citra Pemko Medan sangat banyak ditentukan oleh Sekda dalam melaksanakan tugasnya.

Dengan pelantikan yang dilakukan tersebut, Wali Kota selanjutnya menempatkan Syaiful Bahri mengisi jabatan baru sebagai Staf Ahli Wali Kota Medan Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan.  Diharapkan, Syaiful dapat terus mendidikasikan seluruh pengalaman dan ilmu nyang dimilikinya demi kemajuan Pemko Medan.

Atas dasar itulah Wali kota minta kepada Sekda yang baru dapat memberikan kontribusi yang besar untuk lebih mendinamisasikan organasisasi  di Pemko Medan. Kemudian mampu mengemban tugas-tugas administratif serta terus meningkatkan kemampuan dalam menyikapi teritorial dan penyelenggaraan otonomi derah.

Di samping itu Wali Kota juga menginginkan agar Sekda yang baru mampu berkoordinasi dan berkomunikasi secara produktif kepada seluruh institusi, baik internal maupun eksternal. Dengan demikian melalui pelantikan yang dilakukan ini, keinginan Wali Kota untuk menjadikan Medan sebagai kota tedepan dalam inovasi maupun kota yang nyaman untuk dihuni oleh seluruh warganya dapat terwujud.

Diingatkan Wali Kota, jabatan Sekda  sangat penting karena berkewajiban membantu kepala daerah dalam menyusun kebijakan serta membina hubungan kerja dengan dinas, lembaga teknis dan unit pelayanan teknis lainnya. Dengan fungsi yang sangat vital itu, kata Wali Kota, Sekda sesungguhnya merupakan motor penggerak organisasi pemerintah daerah.

“Jadi citra Pemko Medan sangat banyak ditentukan oleh Sekda dalam melaksanakan tugasnya. Ditambah lagi  bahwa tantangan tugas-tugas Pemko Medan di hari-hari mendatang semakin berat, terutama untuk menangani tuntutan dan harapan masyarakat. Di tangan saudaralah upaya untuk mendorong terlaksananya berbagai kebijakan Pemko Medan ditentukan,” kata Wali Kota.

“Yang terakhir bangun hubungan kerja yang baik dnegan mitra kerja seperti DPRD dan Forkompimda Kota Medan dalam rangka mengembangkan kebijakan daerah dan kelancaran dalam menghadapi hambatan tugas pemabngunan dan pemerintahan,” pungkasnya.

Sementara itu Sekda Ir Wirya Alrahman MM usai pelantikan mengatakan, program kerja yang akan dilakukan pasca pelantikan melaksanakan apa yang telah tertuang dalam  Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)  Kota Medan yang telah ditetapkan.

“Di samping itu kita juga melihat kondisi Kota Medan yang dikeluhkan masyarakat diantaranya banjir, sampah, estetika kota dan pelayanan publik. Keluhana masyarakat ini tentunya akan menjadi prioritas yang dilakukan guna membenahi Kota Medan menjadi kota modern,”  ungkap Wirya.

Sebelum pelantikan Sekda baru dilakukan, Wali Kota di ruangan yang sama lebih dulu melantik Ir H Syaiful Bahri Lubis menjadi Staf Ahli Wali Kota Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan yang selama ini kosong setelah pejabat lamanya pensiun. Kemudian melantik  H Isa Ansyari SST sebagai Kadis Lingkungan Hidup Kota Medan  yang juga kosong setelah kadis lama Ir Arif Trinugroho pindah ke Provinsi Sumut. (torong/fit)

               
Baca:.

Kamis, 11 Oktober 2018

Peserta Kaligrafi Sumut Berpeluang Sabet Juara

Oktober 11, 2018

Medan | SNN  -  Peserta perlombaan kaligrafi golongan Kontemporer dan Hiasan Mushaf asal Sumut berpeluang jadi juara. Setelah masuk di tiga besar dan berlomba, ketiganya pun berdoa bisa memberikan terbaik untuk provinsi juga selaku tuan rumah.

Adalah Ahmad Subhan yang mengaku sedikit berdebar karena menghadapi jagoan dari Yogyakarta dan Kepulauan Riau yang juga menorehkan karya seni luar biasa. Namun baginya, meskipun sudah dipastikan ‘naik panggung’, dirinya tetap memberikan yang terbaik dengan mengerjakan lukisan Islami sungguh-sungguh.

“Ya memang degdegan juga, karena kan ini menentukan. Saya berdoa saja, semoga kita bisa jadi juara satu,” ujarnya.

Sementara dari golongan Hiasan Mushaf putri, Millah Hayati sebagai finalis juga mengaku sedikit berdebar karena mewakili Sumut selaku tuan rumah, untuk menjaga asa kemenangan sebagaimana yang telah ditorehkan peseta dari cabang perlombaan lain.

Dari suasan perlombaan tersebut, Millah masih terlihat tenang mengerjakan lukisan hiasan mushaf yang digunakan pada ayat awal Alquran. Bahkan karyanya cukup mencuri perhatian para pengunjung yang hendak mengabadikan melalui ponsel cerdas. Namun karena panitia membatasi untuk melihat dari dekat, hanya beberapa orang saja yang berhasil berfoto di sisi karya putri asal Binjai ini.

“Ya semoga saja  saya bisa memberikan yang terbaik untuk Sumut. Karena kan kita tuan rumah. Saya juga ucapkan terimakasih kepada keluarga, saudara dan teman-teman semua atas dukungannya,” katanya.

Sama halnya ketenangan terlihat dari Mira Mustika yang menyelesaikan lukisan kontemporernya tepat waktu. Karyanya juga banyak dilirik penonton yang sudah memadati lokasi perlombaan di Gedung Serbaguna (indoor), Jalan Pancing Medan, 11 Oktober 2018 dari pagi hingga sore. Bahkan ratusan pelajar juga antusias menyaksikan perlombaan tersebut dari atas.

Usai lomba, Dewan Hakim Muhammad Faiz Abdul Razaq menyebutkan bahwa seluruh karya seni nantinya akan segera dinilai oleh semua juri yang ada. Untuk tiga kategori lomba yakni Naskah, Hiasan Mushaf dan Dekorasi, penilaian menggunakan angka lebih mengedepankan detail tulisan Alquran. Sehingga ada pemeriksaan detail tentang kebenaran tulisan Alquran.

“Nanti kita akan lakukan pleno untuk menentukan siapa di peringkat berapa,” ujar Faiz.

Sedangkan khusus untuk golongan Kontemporer, Dewan Hakim Didin Sirojuddin menyebutkan bahwa penentuan nilai sampai mendapatkan peringkat satu, dua dan tiga menjadi cukup dinamis. Sebab dari lukisan yang dibuat, meskipun telah ditentukan ayat apa yang akan dimasukkan ke dalamnya, ada perbedaan cara pandang para juri untuk menentukan mana yang terbaik.

“Kalau penilaiannya memang mana yang paling dekat dengan lukisan atau figur yang dibuat. Tetapi unsur keindahan di sini punya nilai persentase yang cukup tinggi dibanding tiga golongan lainnya. Maka penentuannya cukup dinamis. Di situ yang membuat kita sering berdebat,” jelasnya.

Menurutnya sisi subjektifitas masing-masing Dewan Hakim dalam melihat sebuah lukisan kontemporer sangat diuji. Karena itu pula yang dipercaya memberikan penilaian hanya para ahli di bidangnya. (torong/zul)

Baca:.

Jadi Pemenang Cabang Syarhil Quran,Penonton Berebut Foto Bareng Dengan Kafilah Sumut

Oktober 11, 2018

Medan | SNN - Menjadi pemenang juara pertama cabang Syarhil Quran pada MTQ Nasional XXVII tahun 2018, kafilah dari Provinsi Sumatera Utara (Provsu) M Agung sebagai Pensyarah, Rhaka sebagai Qari dan Zahro untuk saritilawa, mendadak jadi rebutan penonton untuk diajak foto bareng.

Selesai tampil pada babak final cabang Syarhil Quran di UINSU Sutomo, Kamis (11-10-2018) bersaing dengan finalis lainnya dari Provinsi Riau dan Provinsi Banten. Ketiga pelajar tingkat SMA ini langsung mendapatkan tepuk tangan dan sambutan meriah dari penonton yang meramaikan Gelanggang Mahasiswa Pascasarjana UINSU Sumut. Tidak hanya itu, mereka langsung diburu mendapatkan ucapan selamat dan minta diajak foto bareng dari teman-teman sekolah, keluarga dan penonton dan masyarakat umum.

M Agung menyatakan, rasa bahagia dan puas karena telah selesai memberikan penampilan terbaik pada babak final meski saingan dari peserta lainnya sangat ketat. “Alhamdulillah sudah selesai tampil dan InshaAllah bisa menjadi yang terbaik,” katanya.

Ditanya perasaan mereka mendadak menjadi idola, M Agung dan Zuhro, merasa bangga dan terharu karena keberadaan mereka pada perlombaan MTQ nasional tahun 2018 mendapat dukungan dan doa dari banyak orang.

Selain itu juga mereka berharap dengan keikutsertaan menjadi peserta MTQ cabang Syarhil Quran dapat memberi insipirasi dan semangat untuk generasi muda Islam agar berani mengikuti perlombaan yang sama dengan tujuan menyiarkan Al Quran.

“Kalau ada kemauan pasti ada jalannya, terpenting latihan, belajar dan tujuannya untuk menyiarkan Al Quran. Menang atau kalah urusan terakhir yang penting berani dan memberikan penampilan terbaik,” kata mereka.

Diketahui untuk babak final cabang Syarhil Quran MTQ Nasional tahun 2018, diikuti enam kafilah dibagi tiga peserta golongan putera yakni Provinsi Sumatera Utara, Provinsi Riau dan Provinsi Banten. Sementara golongan puteri ada Provinsi Aceh, Provinsi Jawa Barat dan Provinsi Riau.

Perolehan skor finalis cabang Syarhil Quran dapat diketahui sekitar pukul 12.30 wib yang diumumkan di layar monitor. Dimana pemenang cabang Syarhil Quran golongan putera yaitu kafilah Provinsi Sumatera Utara skor 92, kemudian diikuti kafilah Provinsi Riau dengan skor 91,17 dan kafilah Provinsi Banten mendapatkan skor 90,92.

Untuk golongan puteri dimenangkan kafilah Provinsi Aceh dengan skor 93,83, kemudian kafilah Provinsi Jawa Barat dengan skor 93,07 dan kafilah Provinsi Riau perolehan skor 90,89. (torong/zul)

Baca:.

Rabu, 10 Oktober 2018

Peserta Tafsir Bahasa Inggris Fikar Titip Keluarga Di Pengungsian Palu

Oktober 10, 2018

Medan | SNN - Moh. Fikar peserta tafsir golongan Bahasa Inggris bernomor urut 340 dari Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) menitipkan keluarganya di pengungsian usai memastikan tetap mengikuti Musabaqah Tilawatil Quran Nasional (MTQN) XXVII tahun 2018 di Sumatera Utara.

Bukan hanya ayah ibunya, istrik Fikar juga berada di pengungsian pasca gempa dan tsunami yang melanda Palu, Sigi dan Donggala.

"Keluarga saya, seperti bapak, ibu dan istri saya alhamdulillah selamat dari bencana tsunami lalu. Jadi, sekarang mereka di pengungsian di Palu, mudah-mudahan ini menjadi hikmah bagi kita disini," trang Fikar yang kesehariannya berprofesi sebagai pembimbing Al-Qur’an di daerahnya  Palu,Rabu (10-10-2018) di aula gedung H Anif kompleks Unimed Jalan Pancing Medan.

Fikar juga menyampaikan keprihatinanya atas kondisi didaerahnya sekarang yang ternyata masih bergantung dengan bantuan dari luar Sulawesi Tengah.

"Saya masih komunikasi dengan keluarga, alhamdulillah di Palu bantuan cukup, cuma ada beberapa tempat diluar Palu belum terjangkau bantuan," ungkapnya.

Untuk itulah, Fikar bertekad sekembalinya dari Sumatera Utara, dia bersama keluarga akan kembali membangun rumah mereka yang saat bencana gempa dan tsunami lalu hancur seluruhnya.

Lebih lanjut, dijelaskan Fikar terkait persiapan dirinya mengikuti MTQN XXVII ini, harus terlebih dahulu menjalani karantina selama 5 hari. Namun, persiapan latihan harus tertunda karena terkena bencana gempa dan tsunami.

"Namun, kami sebagai peserta tetap semangat dan memiliki harapan besar untuk menang," ungkapnya sembari menceritakan kejadian yang unik saat dia bermalam di hotel Medan yaitu peserta merasa trauma ketika ada guntur yang sangat besar disertai hujan dan diikuti terjadinya pemadaman Listrik.

Fikar mendapat nilai 167.00 dan untuk sementara dia berada di urutan ke-31. Cabang tafsir mengambil 3 peserta terbaik dari putra dan 3 terbaik dari putri untuk masuk ke final yang akan diselenggarakan pada hari Kamis (11-10-2018) pagi. (torong/zul)

Baca:.

Tiga Kafilah Sumut Masuk Final Cabang Kontemporer Dan Hiasan Mushaf

Oktober 10, 2018

Medan | SNN - Tiga Kafilah Sumatera Utara (Sumut) masuk tiga besar cabang Musabaqah Khath Qur’an (MKQ) golongan Kontemporer dan Hiasan Mushaf berdasarkan penilaian Dewan Hakim. Meskipun berdebar, peserta tuan rumah yakin melaju ke babak final dan meraih juara.

Untuk Hiasan Mushaf putri, nama Millah Hayati asal Sumut mendapat nilai 257,5 menempati posisi kedua dari tiga besar lainnya yakni Nisfa Juwita asal Banten (267,5) dan Irma Puspitasari (DKI Jakarta). Sementara lomba kaligrafi Kontemporer putra, Ahmad Subhan asal Sumut memperoleh nilai 271 menempati posisi kedua, mengungguli Hendra Saputra asal Kepri dengan nilai 259 (posisi ketiga), sedangkan Yudhi Dwi Arifianto (Yogyakarta) mendapat nilai 282 di posisi teratas.

“Saya pun nggak menyangka bisa masuk tiga besar. Ya mungkin berkat doa, dukungan dan berusaha selama pelatihan di Jawa Barat (Lembaga Kaligrafi Al-Qur’an) tiga bulan, tanpa disangka saya masuk final,” ujar Ahmad Subhan usai pengumuman nilai oleh Dewan Hakim, Rabu (10-10-2018) siang.

Putra asal Kabupaten Langkat ini mengaku tidak mengalami kesulitan dalam mengerjakan karya seninya karena sesuai dengan apa yang dipelajari selama pelatihan. Meskipun begitu, dirinya tetap berdebar menunggu pengumuman mengingat para pesaingnya dari 33 provinsi juga punya karya yang sangat bagus. Karena itu pula, segala persiapan akan dilakukan menjelang babak final besok (Kamis, 11-10-2018).

“InsyaAllah kita akan persiapkan hasil yang terbaik untuk Sumut,” sebutnya.

Selain itu, tiga besar untuk Sumut juga diraih Mira Mustika untuk kategori lomba Kontemporer putri dengan nilai 264,5. Sedangkan pesaingnya Suci Melati asal Kalimantan Selatan memperoleh nilai 274 dan Jauhara Sa’adati (DI Yogyakarta) dengan niali 255,5.

“Alhamdulillah, puji syukur Kepada Allah SWT. Juga (terimakasih) kepada orang tua dan teman-teman se-kafilah atas dukungannya. Ya saya nggak nyangka bisa masuk final,” kata putri asal Tebing Tinggi ini.

Menanggapi hasil karya para peserta, Dewan Hakim H. Muhammad Faiz Abdul Razaq menyebutkan nilai keindahan dan kualitas saat ini empat kali lipat lebih baik dibandingkan sebelumnya. Bahkan kesemuanya sudah pantas dibandingkan dengan karya dari Turki, Mesir dan Brunei Darussalam. Sebab selain lukisan yang sangat indah, perbedaannya juga tidak terlau jauh dan harus diperiksa secera mendetail.

“Kami-kami ini dewan hakim dibuat gila. Semua karyanya luar biasa, jadi peningkatannya itu empat kali loncatan, sangat indah sekali. Jadi satu sama lain itu betul-betul mendetail, sampai kepada titik kita harus bisa bedakan. Jadi, antara juara itu perbedaannya satu digit saja,” jelas Faiz.

Dengan hasil tersebut menurutnya, sudah banyak kemajuan dari seni kaligrafi Indonesia. Untuk itu nantinya di babak final peserta akan bersaing ketat menentukan juara dari tiga besar. (torong/zul)

Baca:.

Kisah Hijrah Abdullah Peserta MTQN XXVII Asal Papua

Oktober 10, 2018

 Medan | SNN -Hujan yang mengguyur Kota Medan sejak pagi tadi tidak mematahkan semangat para peserta MTQN XXVII 2018. Memasuki hari ketiga babak penyisihan cabang perlombaan Qiraat Sab'ah Mujawwad di Astaka Utama, Jalan Williem Iskandar, Medan berlangsung khidmat. Salah satu pesertanya Asal Papua Barat, terlihat lega telah menampilkan kebolehannya hari itu. Pria asli kelahiran Papua Barat bernama Abdul Sengkang Gurium ini ternyata muadzin di Masjid Istiqlal, Jakarta.

Kebolehannya melantunkan ayat suci Al-Qur’an membuatnya mendapatkan kesempatan berkuliah di Perguruan Tinggi Ilmu Qur’an (PTIQ) Jakarta dan selesai di tahun 2013 lalu. Abdullah sendiri baru aktif belajar ilmu Al-Qur'an saat ia berada dibangku kuliah semester empat, di Manokwari.

"Sebelum ke Jakarta saya sudah berkuliah lebih dulu di Papua, hingga semester 4. Satu waktu teman mengajak saya untuk belajar ilmu Al-Qur'an. Saya yang awalnya hobi bernyanyi tertarik untuk belajar mengaji. Dari situlah proses belajar saya dimulai," cerita Abdul tentang proses hijrahnya dari hobi bernyanyi di usia 19 tahun usai tampil di Astaka pada hari Rabu (10-10-2018).

Proses hijrah Abdul membuahkan hasil, dia berhasil juara di MTQ XXV tahun 2014 lewat golongan qori remaja.

Saat pindah ke Jakarta dia belajar qiraat Qur’an pada Buya Muhammad Ali, orang Betawi yang juga qori internasional dan bahkan sekarang menjadi salah satu dewan hakim untuk golongan tilawah remaja.

"Waktu itu saya bersama 10 orang berasal dari beragam suku dan daerah. Sembari beraktivitas sebagai mahasiswa, setiap Sabtu dan Minggu dimanfaatkan mendatangi Buya untuk belajar qiraat. Dalam sehari itu dimulai waktu sore, hingga subuh. Kita disebut santri kalong, karena hanya datang tiap Sabtu dan Minggu saja," jelasnya.

Kepindahannya ke Jakarta salah satu alternatif untuk memudahkan dia dan teman-temannya asal Papua untuk mendapatkan guru lebih baik dan lebih intens. Biasanya pemerintah mencari bakat anak-anak Papua untuk mendapat kesempatan belajar lebih baik dan intens.

Saat ini Abdul tinggal di Jakarta, sudah dua tahun ia mengabdi di Masjid Istiqlal sebagai muadzin disana. Abdul menjadi salah satu peserta dari 49 peserta yang mewakili Papua Barat.

"Saya memang belum optimis bisa masuk final, tapi saya sudah berikan yang terbaik," ujar ayah dua anak ini.

Abdul mempersiapkan penampilannya kali ini selama 3 minggu saja. Tapi ia berharap penampilannya bisa memotivasi anak-anak Papua untuk mau belajar ilmu Al-Qur’an.(torong/zul)
Baca:.

Selasa, 09 Oktober 2018

Edukasi Produk Steam Valve Oleh PT FLOW SOLUTION INDONESIA-VINILON GROUP

Oktober 09, 2018

Medan | SNN - Pengetahuan mengenai fungsi valve dan jenis-jenisnya perlu untuk dipahami karena dalam suatu  industri terutama yang bergerak dalam pengolahan liquid seperti kilang minyak pasti memiliki sistem perpipaan yang berfungsi sebagai tempat mengalirnya fluida. Seperti pada umumnya, setiap rangkaian pipa tentu memiliki suatu alat yang digunakan untuk mengatur jumlah aliran agar proses pengolahan atau pengaliran dapat berjalan sesuai dengan yang ditentukan. Alat tersebut disebut dengan valve atau sering juga disebut katup.

Valve atau katup adalah sebuah perangkat tambahan yang terpasang pada sistem perpipaan; berfungsi untuk mengatur,  mengontrol dan mengarahkan laju aliran fluida dengan cara membuka dan menutup penuh ataupun sebagian aliran fluida. Katup/valve memiliki peran penting dalam suatu industri seperti industri migas, yang meliputi pengaliran kedalam kolom distilasi dan mengontrol pengapian pada  furnace (tungku).

"Kebutuhan valve tidak hanya dalam industri migas tetapi juga berbagai industri lainnya yang meliputi industri pengolahan minyak kelapa sawit, gula rafinasi, kertas dan pulp, pertambangan, sistem irigasi, pabrikan, infrastruktur, dan pembangkit listrik," paparnya.

PT FLOW SOLUTION INDONESIA anak perusahaan yang merupakan bagian dari VINILON GROUP hadir untuk memberikan layanan komprehensif sebagai solusi terbaik kebutuhan industri dengan range produk yang terlengkap. Visi dan misinya adalah menjadi distributor valve terdepan.

PT. FLOW SOLUTION INDONESIA bekerja sama dengan Thermax menggelar acara Customer Gathering Industrial Proyek, di Hotel Four Points Medan, Selasa (09-10-2018).

 Acara ini bertujuan untuk lebih memperkenalkan brand dan produk FSI sebagai produk valve berstandar internasional dengan range produk terlengkap dan layanan purna jual terdepan. Selain itu juga ada presentasi dari produk Thermax yang merupakan produk rangkaian steam valve yang berkualitas yang banyak dibutuhkan industri kelapa sawit maupun industri karet dan industry lainnya. Tema presentasi yang dibawakan yaitu “Advance Practise for Steams and Condensates Network”.

 Presentasi dibawakan oleh Pak Wahyu selaku Regional Sales Industrial Proyek Manager dan dari pihak Thermax yaitu Pak Dedi Fachruli selaku Marketing Manager dan Pak Ageng Firstyan Bagaskara.  Acara ini dihadiri rekan bisnis PT.Flow Solution Indonesia, yang terdiri dari konsultan, kontraktor, supplier dan end user di area Sumatera Utara. Acara yang akan dibuka langsung oleh National Project  Sales Manager PT. Flow Solution Indonesia, yaitu Bapak Irwan Mulyana.

"Dengan adanya event ini, diharapkan dapat memperkenalkan rangkaian produk dari PT Flow Solution Indonesia  khususnya produk terbaru Steam Valve dari brand Thermax kepada para undangan dan dapat berkembang secara korporat, sebagai brand dan produk yang berkualitas dan terpercaya khususnya di daerah Sumatera Utara dan sekitarnya," harapnya.(torong)




Baca:.