SNN | Suara Nasional News

Hot


Post Top Ad

Selasa, 14 Agustus 2018

Calhaj MES Kloter Terakhir Rabu.Selamat Jalan Wahai Tamu Allah

Agustus 14, 2018
Medan | SNN - Insya Allah, Kloter 22/MES kloter terakhir akan tinggal landas dari Bandara Int.Kualanamu,Rabu (15-08-2018), diperkirakan pukul 09.30.

 Di kloter terakhir ini terdiri dari jamaah Palas,Medan dan dari Aceh. 

 Hal ini diungkapkan Pemred/Penjab Buletin Haji Medan,Iman Mukhair menjawab awak "BMN" di Ahmed, Selasa(14-08-2018) menjelang akan berakhirnya pemberangkatan jemaah Kloter 22. 

Menurut Imam, jemaah asal Nangro Darussalam akan dijemput dengan pesawat. Untuk tahun haji 2018 Medan memperoleh kuota 8.356 orang, jumlah tersebut diluar jumlah petugas.(bundo/fit)
Baca:.

Senin, 13 Agustus 2018

Dalam Nota Pengantar LPJ, Walikota Medan Akui kekurangan Dalam Pengelolaan Keuangan

Agustus 13, 2018
Medan | SNN - Dalam nota pengantar LPJ, Walikota Medan Drs Dzulmi Eldin mengakui bahwa masih ada kekurangan dalan pengelolaan kuangan daerah di Pemko Medan. Untuk itu pihaknya terus meningkatkan efektifitas dan efisiensi pengelolaan keuangan, transparansi dan akuntabilitas akan ditingkatkan. 

Hal ini disampaikan, Walikota Medan Drs Dzulmi Eldin pada nota pengantar ranperda Kota Medan tentang laporan pertanggungjawaban (LPJ) pelaksanaan APBD TA 2017 kepada DPRD Medan lewat rapat paripurna di gedung dewan, Senin (13-08-2018).

 Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Medan Henry Jhon Hutagalung didampingi Wakil Ketua DPRD Medan Iswanda Ramli dan Ihwan Ritonga serta para anggota dewan. Hadir, selain Walikota juga dihadiri Wakil Walikota Ir Ahkyar Nasution dan pimpinan SKPD serta para Camat.

 Ditambahkan Dzulmi Eldin, adapun laporan realisasi APBD TA 2017 terkait pendapatan secara akumulatif yakni realisasi pendapatan mencapai Rp 4,40 T lebih. Terdiri dari PAD sebesar Rp 1,73 T lebih. Pendapatan transfer sebesar Rp 2,66 Terlebih. 

Realisasi pendapatan mencapai 79,82 persen darintarget yang ditetapkan. Untuk belanja, secara akumulatif realisasi belanja untuk TA 2017 mencapai Rp 4,39 T lebih. Terdiri, belanja operasional Rp 3,39 T lebih dan belanja modal Rp 997,47 M lebih. Reaslisasi belanja TA 2017 mencapai 79,22 persen dari target.

 Sedangkan, transfer bantuan keuangan secara akumulatif, realisasi transfer bantuan keuangan untuk TA 2017 tercatat mencapai Rp 1,77 M lebih. Realisasi transfer TA 2017 mencapai 24,21 persen dari target. Untuk pembiayaan, secara akumulatif, realisasi penerimaan pembiayaan yakni Rp 35,46 M lebih. 

Pengeluaran pembiayaan yakni Rp 5 M. Berdasarkan uraian diatas, Dzulmi Eldin melaporkan bahwa Sisa Laporan Penggunaan Anggaran (SILPA) TA 2017 sebedar Rp 43,70 M lebih. Rapat tersebut diskor untuk selanjutnya agenda pemandangan umum fraksi - fraksi DPRD Medan.(torong/fit)
Baca:.

Sabtu, 11 Agustus 2018

Pemko Gunung Sitoli Bantu Biaya Tiket Pesawat

Agustus 11, 2018
Medan | SNN - Alhamdulillah...., Pemko  Gunungsitoli dengan ikhlas memberikan bantuan  tiket pesawat dari bandara Bhinaka-Gunungsitoli pergi dan pulang dari Tanah Suci, penginapan hotel di Medan sebelum memasuki Ahmed (Asrama Haji Medan). 
 
Tak terkecuali sehelai sarung tuk  semua jemaah asal "pulau untaian mutiara khattulistiwa" itu.

Kakankemenag Gunung Sitoli Lakhomizaro Zebua bilang , ketika  mengantar dan melepas jemaah tersebut,Sabtu (11-08-2018) di Ahmed, jemaah dilepas Wakil Walikota Gunungsitoli, Sowa'a Laoli. " Jagalah kekompakan sesama  jemaah, menjaga kesehatan selama menjalakan ibadah di Tanah Suci. (fit/bundo)

Baca:.

Kamis, 09 Agustus 2018

Perda Retribusi Izin Perikanan Dicabut, PAD Bakal Berkurang

Agustus 09, 2018
Medan | SNN - Pemerintah Kota (Pemko) Medan memutuskan untuk mencabut Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 tahun 2014 tentang Retribusi Izin Usaha Perikanan. Pencabutan Perda ini berpedoman kepada Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 dan peraturan-peraturan turunannya. 

 Namun pencabutan perda tersebut mendapat kritikan dari Fraksi Partai Gerindra DPRD Medan.

 "Pencabutan perda ini jelas mengurangi sumber pendapatan asli daerah Kota Medan," kata Ketua Fraksi Gerindra DPRD Medan, Surianto, kepada wartawan, Kamis (09-08-2018). 

Meski nantinya perda ini dicabut, kata politisi yang akrab disapa Butong itu, Fraksi Gerindra mengingatkan Pemko Medan agar tidak mengabaikan tugas dan fungsinya untuk meningkatkan daya tangkap ikan. 

 Sementara anggota Komisi A DPRD Medan, Anton Panggabean, mengharapkan agar Pemko Medan lebih aktif mencari potensi retribusi daerah sebagaimana diatur dalam Undang Undang Nomor 8 tahun 2009. 

 Menurut Anton, Fraksinya tidak sependapat dengan nota jawaban Pemko Medan yang mengatakan tidak merasa terbebani dengan pencabutan Perda tersebut dengan alasan masih ada penerimaan dari Sektor Retribusi Perikanan lainnya.

 Yakni dari Sektor Retribusi Pelelangan Ikan. "Kita tahu tempat pelelangan ikan yang ada di Kelurahan Nelayan Indah, Kecamatan Medan Belawan, sudah cukup lama mangkrak atau tidak beroperasi," katanya.

 Anton juga mengatakan pencabutan perda itu jelas mengurangi PAD Pemko Medan. "Jelas terbebani. Jadi darimana lagi sumbernya yang bisa digali," katanya. (torong/fit)
Baca:.

Berhasil Tindak Tegas Begal Dewan Apresiasi Kinerja Polrestabes Medan

Agustus 09, 2018
Medan | SNN - Anggota Komisi D DPRD Kota Medan, Ilhamsyah, mengapresiasi kinerja Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto dan jajarannya yang berhasil menindak tegas pelaku begal di Kota Medan. 

 Ketegasan pihak kepolisian bisa memberikan efek yang besar terhadap masyarakat khusunya di Kota Medan, bahwa Medan layak menjadi "Rumah Kita" sesuai dengan jargon yang selama ini didengung-dengungkan.

 "Ketegasan pihak Kepolisian akan berdampak besar terhadap kehidupan masyarakat Kota Medan sebagai Kota besar, warga Medan akan memiliki rasa nyaman untuk tinggal di Kota mereka sendiri," ungkap Ilhamsyah kepada wartawan, Kamis (09-08-2018).

 Ilhamsyah mengatakan, persoalan keamanan menjadi salah satu yang paling vital dalam tumbuh kembangnya suatu kota. Baik pun pembangunannya, kalau tidak aman, orang pasti tak mau tinggal di sana.

 "Keamanan adalah instrumen yang vital dalam mewujudkan kota yang ramah dan nyaman untuk ditinggali. Sehebat apapun pembangunan, kalau kotanya tidak nyaman, mana ada yang mau tinggal di sana," tegas politisi Partai Golkar itu.

 Ditegaskan Ilhamsyah,, dalam persoalan keamanan, bukan hanya semata tugas dari aparat kepolisian, melainkan menjadi tanggungjawab dan tugas bersama. 

 "Ini yang paling penting, ketika aparat kepolisian sudah maksimal melaksanakan tugasnya, maka kita sebagai masyarakat dan Pemerintah Kota Medan harus terus bahu-membahu mewujudkan Medan yang lebih baik, setidaknya dengan menciptakan lingkungan keluarga dan tetangga lebih baik lagi," katanya.

 Dalam persoalan ini, Ilhamsyah juga mengharapkan perangkat Pemko Medan dari yang paling bawah juga bisa memberikan edukasi yang baik kepada masyarakat sehingga komunikasi masyarakat dan pemerintah bisa lebih baik.

 "Yang tidak kalah penting adalah komunikasi pemerintah dan masyarakatnya. Terkadang kita melihat permasalahan keamanan juga terjadi karena abainya aparat pemerintah terhadap masyarakatnya dan masyarakatnya yang tak patuh dengan apa yang telah dibuat pemerintah," jelasnya.

 Seperti diketahui, Tim Penanganan Gangguan Khusus (Pegasus) Polrestabes Medan menangkap kawanan spesialis begal yang sudah beberapa kali beraksi di wilayah Kota Medan. Dalam penangkapan ini, dua di antaranya tewas ditembak, yakni berinisial RAS dan AS. 

Sementara pelaku lain, berinisial MRP ditembak di kedua kaki. Saat dilakukan penangkapan, RAS dan AS berusaha kabur dan mengancam personel polisi dengan senjata tajam, sehingga polisi terpaksa menembak pelaku di paha dan dada kiri.

 “Tembakan mengenai paha dan dada sebelah kiri tersangka. Akibatnya, tersangka meninggal dunia,” kata Kasatreskrim Polrestabes Medan AKBP Putu Yudha Prawira, baru-baru ini. (torong/fit)
Baca:.

Rabu, 08 Agustus 2018

Pj Gubsu Buka Kegiatan Outbound Wartawan Bersama Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu

Agustus 08, 2018
Berastagi | SNN
- Penjabat Gubernur Sumatera Utara (Pj Gubsu) yang diwakili Asisten Umum dan Aset Setdaprovsu Zonny Waldi membuka kegiatan outbound wartawan unit kantor gubernur bersama Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu di Hotel Sinabung Hills, Berastagi, Rabu malam (08-08-2018).

 Pembukaan outbound ditandai dengan pemakaian kaos seragam secara simbolis kepada perwakilan wartawan. Pj Gubsu yang diwakilkan Zonny Waldi berharap kegiatan ini bisa memupuk silaturahmi antara wartawan sendiri dan juga tentunya kepada jajaran Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu.

 “Harapannya tentu kegiatan ini bisa membangun silaturahmi yang baik antara wartawan dan juga Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu, tetapi tentu tidak mengurangi sifat kritisnya (wartawan). Selain itu kegiatan ini juga bisa melahirkan kerja sama dan gagasan baru untuk membangun Biro Humas dan bermanfaat bagi kesejahteraan wartawan,” ujarnya.

 Pj Gubsu juga berharap para wartawan unit kantor gubernur lebih ditingkatkan kesejahteraannya agar bisa bekerja lebih maksimal, karena wartawan merupakan penyambung lidah pemerintah ke masyarakat.

 “Kita juga perlu memperhatikan kesejahteraan wartawan karena mereka adalah penyambung lidah pemerintah ke masyarakat. Tanpa wartawan kita akan kesulitan menyebarkan informasi pemerintah kepada masyarakat. Jadi kita perlu memperhatikan wartawan asal tidak melanggar regulasi yang ada,” katanya.

 Ilyas Sitorus, Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu yang juga hadir pada acara ini menyampaikan, kegiatan ini bertujuan mempererat silaturahmi dan meningkatkan kerjasama yang sudah berjalan baik selama ini.

 “Kita ingin kegiatan seperti ini akan membangun hubungan baik Biro Humas dan Keprotokolan dengan wartawan. Bersama-sama membangun biro ini, menjadikannya keluarga besar yang solid. Kegiatan ini juga harusnya membuat kita semakin akrab dan fresh untuk kembali bekerja,” ungkapnya.

 Sementara itu, Koordinator Wartawan Unit Kantor Gubernur Khairul Muslim, mewakili para wartawan mengatakan, kegiatan seperti ini yang sudah dilakukan berkali-kali oleh Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu, diharapkan bisa menyelesaikan tantangan yang dihadapi rekan-rekannya dan juga pemerintah. 

 “Kita tentu tidak bisa pungkiri tantangan, masalah selalu ada. Dengan kegiatan-kegiatan seperti ini tentunya harapan kita masalah-masalah itu bisa kita atasi bersama,” katanya. 

 Kegiatan outbound yang diikuti sedikitnya 70 wartawan dan jajaran Biro Humas ini akan berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 8 sampai 10 Agustus. Selama kegiatan tersebut para peserta akan dilatih ketangkasan fisik, psikis dan kerja samanya dengan panduan pelatih yang berpengalaman.(torong/zul/fit)
Baca:.

Dewan Dukung Rencana Pemko Bangun 5 Waduk Di Kota Medan

Agustus 08, 2018
Medan | SNN - Ketua Komisi D DPRD Medan, Parlaungan Simangunsong, sangat mendukung rencana Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengatakan membangun lima buah waduk untuk mengatasi permasalahan banjir.

"Untuk lebih cocoknya, Pemko Medan diharapkan bisa membuat sebanyak mungkin daerah serapan air, khususnya pada titik yang rawan banjir," kata Parlaungan Simangunsong kepada wartawan, Rabu (08-08-2018).

Menurut politisi Partai Demokrat itu, untuk lokasi yang lebih rendah dari waduk yang akan dibangun, diharapkan dicari solusi penanganannya. Salah satu solusinya adalah membuat pompa air di lokasi rendah untuk memindahkan air ke tempat yang lebih tinggi yaitu waduk tersebut.

"Kondisi saat ini, drainase kota yang selama ini dibangun Pemko Medan tidak terkoneksi dengan pembuangan yang mengarah ke muara atau sungai," tegas Parlaungan.

Anggota Komisi D DPRD Medan, menambahkan, selain pembuatan waduk, pihaknya juga menyarankan dilakukan normalisasi drainase dan menata ulang drainase supaya terkoneksi satu dengan lainnya secara keseluruhan. "Artinya, pemetaan infrastruktur di kota ini belum berjalan, ujarnya lagi," tegas Daniel kepada wartawan.

Untuk solusi jangka panjang, imbuh politisi PDI Perjuangan itu, memang perlu waduk untuk membantu mengurani potensi genangan air. Waduk itu berguna untuk tempat serapan air di kala hujan deras dan menjadi tempat penyimpanan air di kala Kota Medan kekurangan air bersih.

“Pemko Medan nantinya bisa menjual air tersebut ke PDAM kalau mereka kekurangan sumber air bersih dan itu bisa menjadi sumber PAD (Pendapatan Asli Daerah) bagi kota ini,” ujarnya seraya menambahkan, lokasi waduk itu juga bisa menjadi objek wisata bagi warga.

Sebelumnya, Wakil Walikota Medan, Akhyar Nasution, Selasa (7/8) menyatakan Pemko Medan sudah merencanakan membuat lima buah waduk sebagai tempat resapan dan penyimpanan air.

Akhyar mengaku pihaknya tengah berupaya maksimal agar masalah banjir Kota Medan dapat teratasi. "Rencananya akan ada lialma waduk dibuat di Kota Medan ini," ujarnya kepada wartawan usai mengikuti rapat paripurna DPRD Medan, Selasa (07-08-2018)

Disebutkannya, gambar waduk atau detail engeenering design (DED) sudah dibuat  Dinas Pekerjaan Umum Kota Medan. "Gambarnya tahun lalu sudah ada, tinggal melaksanakannya,” ujarnya lagi.

Rencananya waduk itu mau dibuat di daerah Kecamatan Medan Selayang, Medan Tuntungan, Medan Johor dan dua lokasi lainnya. Namun Akhyar mengatakan tidak ingat lagi tepatnya tempat waduk tersebut.

Hanya saja diakui Akhyar, pihaknya kesulitan membangun waduk di Kota Medan karena ketiadaan lahan yang memadai untuk lokasinya. Saat ini sedang dicari lahan yang bisa dibuatkan waduk. Setelah nanti dijajaki, pihaknya akan lebih dahulu melakukan pembebasan lahan, baru kemudian dilakukan pengerjaan waduk.

"Nanti pembangunan dan pembebasan lahan menggunakan APBD Kota Medan. Terkait angggaran, kalaupun nanti ada bantuan dari Kementrian PUPR, akan diatur lebih lanjut," pungkasnya. (torong/fit)

Baca:.