SNN | Suara Nasional News

Hot


Post Top Ad

Selasa, 22 Januari 2019

Wagubsu : Saya Sangat Menghargai Dua Pendonor Darah 100 Kali

Januari 22, 2019


Medan | SNN - "Setetes darah anda nyawa bagi sesama tanpa memandang politik,ras.Logo Palang Merah Indonesia (PMI)".   Dalam konteks tersebut maka Wagubsu H.Musa Rajekshah, mengapresiasi(menghargai )   sekaligus mengucapkan  terima kasih tak terhingga kepada   bapak  Ahmad  Irawan dan Koransyah, telah menyumbangkan darahnya  tak hanya sekali,dua kali tapi sampai  100 kali.

Rasa menghargai dan rasa terima kasih itu  dituturkan  Wagubsu H.Musa Rajekshah ketika menerima audiensi Drs Ahmad Irawan dan Koransyah bersama Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Sumatera Utara dan Kota Medan di Ruang Rapat Wagubsu Lt IX Kantor Gubernur Sumut Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Selasa (22-01-2019).

Sangat wajarlah  hal itu diungkapkannya. Kenapa tidak.  Tidak semua orang  bisa diterima  sebagai pendonor sebagaimana kreteria  PMI, selain  kesehatan, kebersihan  darah  dari zat zat adiktif, dan  faktor usia. ( usia ketegori tua?).

 “Mewakili Pemerintah Provinsi Sumatera Utara saya mengucapkan terima kasih bapak Ahmad Irawan dan Koransyah, yang telah mendonorkan darahnya sebanyak 100 kali dengan tulus dan ikhlas. Ini merupakan pengorbanan yang luar biasa,” ujarnya .

Sesuai  Logo PMI itu pulalah, kedua Pendonor Kategori Hebat ini  , rencananya akan menjadi utusan Sumut untuk menerima PIN Penghargaan Satyalencana Kebaktian Sosial (SLKS) Donor Darah Sukarela (DDS) 100 kali Tahun 2019 pada 26 Januari 2019 di Puri Agung Convention Hall Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta.

" Saya menyarankan agar keberangkatan keduanya didampingi oleh Ketua PMI Sumut Dr Rahmat Shah dan Walikota Medan Dzulmi Eldin. Sekali lagi, terima kasih bagi pendonor dan semoga bertambah para pendonor lainnya,”.

Sebelumnya, Plt Ketua PMI Kota Medan John Ismadi Lubis mengatakan Drs Ahmad Irawan dan Koransyah terpilih menjadi utusan Sumut untuk menerima PIN Penghargaan Satyalencana Kebaktian Sosial (SLKS) Donor Darah Sukarela (DDS) di Jakarta, karena sudah mendonorkan darahnya sebanyak 100 kali. “Rencananya, penghargaan itu akan diserahkan langsung oleh Presiden Republik Indonesia H Joko Widodo,” ujar John Ismadi Lubis.

Sebagai ungkapan terima kasih, pada kesempatan itu, Wagubsu juga menyerahkan tali asih dan cenderamata kepada Drs Ahmad Irawan dan Koransyah.

Turut hadir pada kesempatan itu, Pengurus PMI Sumut Sudarmamadji, Edward B Adam dan Chairil Siregar. Pengurus PMI Kota Medan Maulana Baihaki, Eka Syafrida Ritonga serta Syafruddin.(torong/bundo)
Baca:.

Musrenbang RPJMD Provinsi Sumut 2018-2023

Januari 22, 2019


Medan | SNN - Mendagri Tjahjo berpesan dan mengingatkan agar RPJMD harus sinkron dengan program strategis pusat. Begitu pula dengan program di kabupaten/kota. Dan yang lebih penting lagi adalah di dalam RPJMD, visi dan misi yang diusung saat kampanye harus terjabar di dalamnya. Karena, hal tersebut merupakan hutang politik yang harus dibayar pada masyarakat,” pesannya.

Bak pepatah tua-tua " gayung bersambut, katapun berjawab", Wakil Gubernur Sumut, menyatakan sepakat dengan Mendagri. dan menyampaikan bahwa RPJMD 2018-2023 yang disusun telah sesuai dengan visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur saat kampanye. Begitu pun, dengan program-program strategis nasional.

Hal ini berlangsung ketika  Tjahjo Kumolo SH membuka Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) 2018-2023, di Tiara Medan Hotel dan Convention Center Jalan Cut Mutia Medan, Selasa (22-01-2019).

 Katanya, Musrenbang RPJMD Provinsi Sumut 2018-2023 merupakan momentum penting bagi pembangunan Sumut lima tahun kedepan. Melalui Musrenbang diharapkan akan menghasilkan dokumen RPJMD yang berkualitas untuk mewujudkan Sumut yang maju, aman, dan bermartabat Dan bilang, upaya pencapaian visi dan misi tersebut telah menetapkan lima skala prioritas yang telah dijabarkan dalam RPJMD. Kelima skala prioritas ini yakni peningkatan kesempatan kerja, pemenuhan akses pendidikan, pembangunan infrastruktur yang berwawasan lingkungan, penyediaan layanan kesehatan berkualitas, dan peningkatan daya saing melalui sektor agraris dan pariwisata.

“Terwujudnya Sumut yang maju, aman, dan bermartabat pastinya tidak dapat dilakukan oleh Pemprovsu semata. Diperlukan kerja bersama atau kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah kabupaten dan kota, perguruan tinggi, swasta, dan masyarakat. Kami selaku Pemprovsu tentunya memerlukan dukungan, apalagi terhadap perwujudan  beberapa rencana proyek strategis lainnya,” imbuhnya.

Sembari memaparkan,beberapa rencana proyek strategis ini,  seperti pembangunan sport center bertaraf internasional, peningkatan konektivitas perkotaan kawasan Mebidangro melalui pembangunan light rail transit, jalan akses pariwisata seperti menuju kawasan Berastagi, Danau Toba, dan Bahorok, penataan kawasan bernilai budaya dan sejarah seperti kawasan Barus, Pusuk Buhit, dan situs Putri Hijau, kawasan pantai barat dan kepulauan Nias, pembangunan sekolah, dan lainnya.

 "Kami mengimbau agar seluruh pemangku kepentingan dan perangkat daerah yang hadir pada kesempatan ini agar dapat berperan aktif dan bersungguh-sungguh dalam memberikan masukan dan saran sehingga proses penyusunan RPJMD Provinsi SumutTahun 2018-2023 dapat berjalan baik,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Provinsi Sumut Ir H Irman MSi  mengatakan, tujuan dilaksanakannya Musrenbang ini adalah untuk penajaman, penyelarasan dan klarifikasi terhadap tujuan sasaran dan strategi arah kebijakan Provinsi Sumut lima tahun mendatang.

“Dalam proses panjang penyusunan RPJMD ini, kami telah melalui mekanisme yang diatur oleh ketentuan. Seluruh proses telah kita lalui. Insya Allah, pada tanggal 25 Januari 2019 nanti, sesuai arahan Ibu Sekdaprovsu, rancangan akhir dan Ranperda tentang RPJMD ini akan segera dikirimkan ke DPRD Provinsi Sumut untuk dibahas dan disetujui bersama,” .

Musrenbang diisi dengan diskusi dan dialog yang menghadirkan para pakar sebagai pembicara yakni Kepala Bappeda Provsu Ir H Irman MSi, Plt Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kemendagri Drs Eduard Sigalingging MSi, dan Pakar Ekonomi Prof Sirojuzilam SE.

Turut hadir dalam Musrenbang tersebut Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Dr Ir Hj R Sabrina MSi, Deputi Bidang Pengembangan Regional Rudy Soeprihadi mewakili Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional RI, bupati dan walikota se Sumut, anggota DPRD, unsur Forkopimda Sumut, Asisten dan Staf Ahli Setdaprovsu, OPD Pemprovsu, Kepala Bappeda Kabupaten/Kota se Sumut, Akademisi, BUMN/BUMD, Tokoh masyarakat dan agama.(bundo)
Baca:.

Senin, 21 Januari 2019

Curhat Ke Komisi B, Setahun Jasa Medis Tertunggak

Januari 21, 2019
Medan | SNN - Komisi B DPRD Medan menggelar rapat dengar pendapat (rdp) terkait permasalahan Aparatur Sipil Negara (ASN) RSU dr Pirngadi Medan, Senin (21-01-2019).

 Dalam rdp yang dipimpin anggota Komisi B, Wong Chun Sen Tarigan, terkuak berbagai masalah keuangan yang dialami para pegawai rumah sakit Pemko Medan ini.

Salah satunya, jasa pelayanan medis yang sudah setahun tertunggak. Menurut para pegawai yang dikordinir Nasri Malia terungkap sejak awal 2018 hingga awal 2019 ini mereka tak menerima lagi jasa medis. Padahal jasa medis per bulannya berkisar Rp 20 ribu - Rp 50 ribu, tergantung golongan pegawai.

Selain itu, mereka juga meminta DPRD Medan melalui Komisi B yang membidangi kesehatan agar mengakomodir permasalahan keuangan di Pirngadi yang semakin lama kian 'menjepit' para pegawai.

"Kami mohon pada bapak dewan agar menyampaikan pada manajemen Pirngadi terkait masalah keuangan ini. Selain jasa medis yang belum dibayar, jasa BPJS juga sudah 3 bulan ini tak dibayar,''curhat mereka.

Namun permasalahan utama terletak di Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) yang seyogyanya mereka terima setiap bulan Rp 2,4 juta. Namun hampir dua tahun belakangan ini, hanya diterima Rp 1,7 juta saja. Lantaran banyak permasalahan keuangan di rumah sakit milik Pemko Medan itu, membuat ratusan ASN berunjukrasa ke Balaikota dan DPRD Medan.

"Kami mohon kebijakan bapak dewan agar masalah keuangan kami segera diatasi. Sudah belasan tahun kami bekerja, baru hampir 2 tahun ini banyak permasalahan keuangan dan tidak transparan,''sebut mereka.

Menanggapi hal tersebut Wong Chun Sen berjanji akan menindaklanjuti keluhan dan permasalahan yang dihadapi ASN tersebut serta akan mempertanyakannya ke manajemen rumah sakit. "Terkait honor BPJS yang belum dibayar tiga bulan akan disikapi, menyangkut kesejahteraan para ASN akan dipertanyakan ke Dirut Pirngadi. Selain itu, minggu depan Komisi B juga akan memanggil Dirut RS Pirngadi untuk mendengar penjelasannya," tegas anggota dewan yang akrab disapa Tarigan ini.

Politisi PDI Perjuangan tersebut menyarankan agar pegawai kembali bekerja seperti biasa. "Kita tampung semua aspirasinya dan akan disampaikan ke Ketua DPRD Medan dan Ketua Komisi di DPRD terkait Perwal tersebut. Sekarang sebaiknya ibu-ibu kembali bekerja," sarannya. (torong/fit)
Baca:.

DPRD Setujui Ranperda Pencegahan & Peningkatan Kualitas Terhadap Perumahan dan Pemukiman Kumuh

Januari 21, 2019

Medan | SNN - DPRD Kota Medan akhirnya menyetujui Ranperda Kota Medan Tentang Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Terhadap Perumahan Kumuh dan Pemukiman Kumuh ditetapkan menjadi Perda dalam Rapat Paripurna di Gedung DPRD Medan Jalan kapten Maulana Lubis, Senin (21-01-2019).

 Persetujuan ditandai dengan penandatangan/pengambilan keputusan bersama antara Pimpinan DPRD Medan dengan Kepala Daerah Kota Medan. Penandatanganan dilakukan oleh Ketua DPRD Medan Henry Jhon Hutagalung dan Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH.

Perubahan Ranperda tentang pencegahan dan peningkatan kualitas terhadap perumahan kumuh dan permukiman kumuh menjadi Perda Kota Medan merupakan amanat dari Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011. Dalam pasal 94 ayat 3 dijelaskan bahwa pemerintah daerah diwajibkan untuk melaksanakan pencegahan dan peningkatan kualita sterhadap perumahan kumuh dan permukiman kumuh.

“Kondisi perumahan dan kawasan permukiman yang tidak layak huni tersebut dianggap dapat menurunkan kualitas hidup, menghambat perkembangan dan pertumbuhan masyarakat. Guna mengantisipasi hal tersebut, maka perlu dibuat kebijakan dan peraturan untuk menjamin hak masyarakat untuk hidup secara layak,” kata Wali Kota.

“Dengan diberlakukannya Perda itu nantinya, diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup dan tempat tinggal warga Kota Medan secara menyeluruh,”  pungkas Wali Kota.

Sebelum pengesahan dilakukan, rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Medan Henry Jhon Hutagalung diawali dengan laporan hasil pembahasan panitia khusus DRPRD Medan.

 Kemudian dilanjutkan dengan mendengarkan pendapat setiap fraksi-fraksi DPRD Medan atas Ranperda Kota Medan Tentang Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Terhadap Perumahan Kumuh dan Pemukiman Kumuh. Dari total sembilan fraksi yang ada, semuanya menyetujui perubahan tersebut.

Seperti yang disampaikan Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) melalui Zulkifli Lubis, perubahan tersebut dinilai sangat penting. Melalui Perda ini seluruh komponen Pemko Medan dapat bersatu dan bekerjasama secara amanah guna mengentaskan rumah kumuh dan permukiman kumuh di Kota Medan.

Dikatakannya, hal itu  sesuai dengan visi dan misi Pemko Medan ingin menjadikan Medan kota multikultural, berdaya saing, humanis, sejahtera dan Religius. Atas dasar itulah kata Zulkifli, Fraksi PPP menerima dan menyetujui Ranperda ini untuk ditetapkan menjadi Perda.(torong/fit)



          

         
Baca:.

Minggu, 20 Januari 2019

Ajaib! Jadi Korban Penikaman, Wartawan Global Medan Ditahan Polsek Medan Area

Januari 20, 2019



MEDAN AREA, JAM 14.00 WIB

Nasib miris dialami wartawan Harian Global Medan 24 Jam grup Metro 14 Jam, Edi Sukarno (42) warga Jalan Sutrisno, Kelurahan Sei Rengas Permata, Kecamatan Medan Area. Setelah jadi korban penikaman, Edi malah ditahan karena pengaduan dari keluarga pelaku.

Informasi diperoleh di Polsek Medan Area menyebutkan, peristiwa itu terjadi Rabu (9/1) lalu. Saat itu, AY mendatangi rumah Edi Sukarno dan menuduh jualan ibunya diusik oleh Edi dengan melaporkan ke pihak Kecamatan Medan Area.

Tak terima dituduh, Edi pun membela diri hingga terjadi pertengkaran diantara keduanya. Pertengkaran itu pun berlanjut menjadi perkelahian.

Saat itulah pelaku AY (36) warga Jalan Rahmadsyah, Gang Makmur, Kecamatan Medan Area, memukuli Edi Sukarno. Tak hanya memukuli, AY juga menikam bagian belakang tubuh Edi.

Setelah melakukan penikaman, AY langsung kabur. Sementara itu, keluarga Edi segera melarikannya ke RS Deli Medan. Untuk menyelamatkan nyawa korban, petugas medis terpaksa melakukan operasi pembersihan luka dan korban mendapat delapan jahitan.

Tak senang dengan perbuatan AY, keluarga korban membuat pengaduan ke Mapolsek Medan Area. Petugas Polsek Medan Area bergerak cepat dan mengamankan pelaku.

Anehnya, begitu AY ditangkap, keluarganya melakukan teror agar keluarga Edi mencabut pengaduan ke polisi. Bahkan, menurut Edi, rumahnya sempat dilempari. Meski tak tahu siapa pelaku pelemparan, tapi ia yakin perbuatan itu meneror keluarganya.

Sementara itu keluarga AY ternyata juga membuat pengaduan ke Mapolsek Medan Area, Kamis (10/1). Dalam pengaduannya, pihak keluarga mengaku, Edi telah melakukan pemukulan terhadap AY menggunakan broti. Atas pengaduan itu, kemudian pihak kepolisian, Jumat (11/1) seusai sholat Jumat mengamankan Edi Sukarno.

Saat kru Harian Global Medan 24 Jam menjenguknya, Br Regar, istri Edi mengaku, heran dengan tindakan pihak kepolisian. Menurutnya, suaminya merupakan korban penikaman dan tak sepantasnya ditangkap.

"Suami aku korban penikaman, kenapa ditangkap? Berdasarkan olah TKP, polisi sudah mendapatkan penjelasan seterang-terangnya mengenai kronologis kejadian berdasarkan keterangan sejumlah saksi. Termasuk petugas Bhabinkamtibmas Kelurahan Kota Matsum I Polsek Medan Area yang berada di lokasi," ujar wanita berjilbab ini.

Br Regar juga menampik laporan keluarga AY yang menyebutkan, Edi memukulnya dengan balok. Menurutnya, setelah terjadi pertengkaran, warga yang berdatangan menyuruh Edi untuk masuk ke dalam rumah. Atas saran warga Edi pun masuk ke dalam rumahnya.

"Setelah pertengkaran itulah, kami masuk ke dalam rumah, karena kami kira tidak akan terjadi apa-apa. Tapi dia (AY, red) kemudian ikut masuk dan memukul serta menikam suami saya. Ini selop punya AY yang tinggal di dalam rumah kami, saya bawa. Ini kan bukti kalau dia (AY) menyerbu ke dalam rumah kami," ujar Br Regar sambil menunjukkan bungkusan plastik berisi sendal milik pelaku.

Berdasarkan hasil visum, ujar Br Regar, tak hanya penikaman, juga terdapat luka lebam di bagian lengan dan leher korban akibat pemukulan yang dilakukan oleh AY.

Br Regar berharap pihak kepolisian adil dalam menangani perkara ini.

"Masak suami saya yang jadi korban penikaman ikut juga ditangkap. Semua bukti dan keterangan saksi sudah jelas menunjukkan suami saya jadi korban," ujarnya.

Br Regar kuatir, di sel Polsek AY kembali menganiaya suaminya. "Bisa-bisa mati nanti suami aku dipukulinya di kantor polisi ini," aku Br Regar.

Sementara itu Kapolsek Medan Area Kompol Kristian Sianturi ketika dikonfirmasi di kantornya, Sabtu (19/1) mengatakan, pihaknya tidak menangkap pelaku, tapi mengamankan.

"Kita amankan berdasarkan pengaduan secara terpisah (split) yang dilakukan keluarga AY. Nanti kita konfrontir dan rekon untuk mengetahui seperti apa kejadiannya. Kalau memang terbukti Edi tidak bersalah, akan kita bebaskan. Intinya, kita akan bertindak profesional dan adil lah. Istri Edi juga tidak perlu kuatir atas keselamatan suaminya, karena Edi tidak kita tempatkan di sel, tapi di musholla Mapolres," ujarnya. (sus/r01)
Baca:.

Sabtu, 19 Januari 2019

Pembentukan Dewan Pimpinan Daerah Kota Medan Gerakan Negarawan Kota Medan

Januari 19, 2019

Medan | SNN - Puluhan Pengurus, Kader, menghadiri Deklarasi Pembentukan Dewan Pimpinan Daerah Kota Medan Gerakan Negarawan Kota Medan, Sabtu, (19-01-2019) bertempat di Masjid Raya  Al Mashun Medan.

Deklarasi tersebut di hadiri oleh Ketua Umum Gerakan Negarawan Sumut, Alfi Syahri, S.Sos, M.I.Kom, serta pembina Gerakan Negawan Sumut.

Deklarasi Gerakan Pimpinan Kota Medan terbentuk telah terpilih Ketua Ridwan Caniago Sekretaris. Fauzi,ST, Bendahara Hida.

Dalam sambutannya Ketua terpilih kota medan Ketua Terpilih Ridwan Caniago mengucapakan Salam hormat dan perghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh Pengurus Gerakan Negarawan.

Ketua terpilih mengatakan pentingnya Arah perjuangan "BERMANFAAT" bagi diri, dan org lain.

Akhirnya, jika hari ini ditanya siapa Anda, maka jawab dengan tegas “Negarawan” apa tugas Negrawan “Bermanfaat” menjadi Gerakan Negarawan “Memberi Manfaat”.(torong/kasirun)

   
Baca:.

Kamis, 17 Januari 2019

Hj.Meilizar Latif,SE,MM Sampaikan Kirim Salam SBY Kepada Hadirin Reses

Januari 17, 2019

Medan | SNN - Hj.Meilizar Latif,SE,MM serap aspirasi masyarakat Pasar Merah Timur Kecamatan Medan Area dalam reses yang diadakan di jalan A.R.Hakim No..163 simpang Gg.Pendidikan, pada hari Kamis(17-01-2019) sore dimulai pukul 14.00 wib.

Dijelaskan Meilizar dana untuk pendidikan dan kesesehatan program Gubernur Provinsi Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi mencapai dana hingga 3 triliun.Membuat anggaran untuk guru Honorer pada guru honor Tingkat SMA di Sumatera Utara,ujarnya.

Ditambahkannya Pendidikan meningkatkan kesejahteraan guru mulai tingkat SD,SMP dan SMA itu program fraksi Demokrat,juga program infrastruktur akan mendukung program pemerintah, ungkap Meilizar.

Dalam kesempatan itu pula Meilizar dari komisi C Fraksi Demokrat DPRD Sumatera Utara menyampaikan kirim salam ketua umum Partai Demokrat SBY kepada masyarakat Sumatera Utara mengucapkan terima kasih bahwa dirinya terpilih dua priode menjadiPresiden R.I ke 6 (Enam) memang beliau setiap daerah tetap berpesan kirim salam mengucapkan terimaksih kepada rakyat Indonsia berkat dukugan rakyat mempercayai dirinya memimpin atau menjadi Kepala Negara Indonesia, ini saya menyampaikan katanya menambahkan.

Meilizar menampung aspirasi masyarakat terkait keluhan pengurusan KTP Kartu Rumah Tangga, dan seperti yang disampaikan Hermanto dari masyarakat Mengungkapkan diwaktu presiden SBY Kalau berobat beberapa doktor atau Rumah Sakit boleh saja dimana berobat begitu juga urusan KTP dan Katu rumah tangga sekarang berobat cuma satu Dokter, ungkap Hermanto.

Dijelaskan Meilizar semua aspirasi masyarakat di Sumatera Utara akan disampaikan kepada pimpinan dan Meilizar memohon do'a agar terpilih kembali menjadi anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara tahun 2019 ini, pintanya mengharapkan.

 Menyampaikan kertas suara yang akan dipilh menusuk pilihan rakyat nanti yakni Pileg dan Pilpres pemilihan menusuk kertas suara Daerah dan Povinsi dan Pusat, tutupnya. (torong/ks)
Baca:.