Wali Kota Tanjungbalai Ajak Pemuda Muhammadiyah Kolaborasi Bangun Daerah -->

Wali Kota Tanjungbalai Ajak Pemuda Muhammadiyah Kolaborasi Bangun Daerah

Selasa, 01 September 2026

 



Tanjungbalai | SNN
- Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim mengajak Pemuda Muhammadiyah memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan dan peningkatan kualitas masyarakat.

Ajakan itu disampaikan Mahyaruddin saat menerima audiensi Pimpinan Daerah (PD) Pemuda Muhammadiyah Kota Tanjungbalai di ruang kerjanya, Selasa (01/09/2026).


Dalam pertemuan tersebut, Mahyaruddin didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesra Fitra Hadi serta Kabag Kesra Sofian Pohan. Sementara dari PD Pemuda Muhammadiyah hadir Ketua Bagus Salim bersama jajaran pengurus.


Audiensi tersebut menjadi bagian dari persiapan pelaksanaan Muktamar XIX Pemuda Muhammadiyah yang akan digelar di Jawa Timur. Dalam pertemuan yang berlangsung akrab itu, kedua pihak membahas berbagai aspirasi, isu daerah, serta peluang memperkuat sinergi antara pemerintah dan organisasi kepemudaan.


Ketua PD Pemuda Muhammadiyah Kota Tanjungbalai Bagus Salim mengapresiasi sejumlah perubahan yang terjadi di Tanjungbalai di bawah kepemimpinan Mahyaruddin Salim dan Wakil Wali Kota Muhammad Fadly Abdina.


Menurut Bagus, perkembangan kota saat ini terlihat semakin tertata dan rapi. Pemuda Muhammadiyah, kata dia, siap mendukung upaya tersebut.


Mereka juga berharap hubungan kerja sama antara pemerintah daerah dan organisasi kepemudaan semakin kuat sehingga dapat melahirkan program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.


Bagus mengatakan, PD Pemuda Muhammadiyah Tanjungbalai segera mengikuti agenda Muktamar XIX Pemuda Muhammadiyah. Pelaksanaan muktamar akan menjadi tanggung jawab Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Jawa Timur sebagai tuan rumah.


"Penetapan Surat Keputusan (SK) penetapan tuan rumah telah diserahkan secara resmi pada Agustus 2026," kata Bagus.


Ia menjelaskan, salah satu fokus pembahasan muktamar adalah arah gerak organisasi serta berbagai persoalan daerah. Setiap pimpinan daerah nantinya diminta menyampaikan kondisi dan permasalahan daerah masing-masing untuk menjadi bahan pembahasan di tingkat nasional.


Selain itu, forum muktamar juga akan membahas sejumlah usulan, termasuk kriteria kepemimpinan ke depan, seperti wacana persyaratan tingkat akademik bagi calon pimpinan.


Menanggapi hal tersebut, Mahyaruddin mengapresiasi pelaksanaan Muktamar XIX Pemuda Muhammadiyah. Menurutnya, agenda tersebut tidak semata-mata menjadi ruang kontestasi organisasi, tetapi juga dapat menjadi forum membahas berbagai persoalan daerah.


"Apalagi dalam agenda tersebut bukan hanya soal kontestasi tapi juga membahas isu daerah yang dimana usulan program daerah bisa menjadi poin penting untuk perubahan daerah daerah yang ada di Indonesia, terkhusus Kota Tanjungbalai," ujar Mahyaruddin.


Ia berharap Pemuda Muhammadiyah dapat mengambil peran lebih besar dalam mendukung program pemerintah, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan.


Mahyaruddin menyoroti masih terbatasnya tenaga ahli kesehatan, termasuk dokter spesialis, di Tanjungbalai. Karena itu, pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan pelayanan kesehatan sekaligus mendorong kepedulian masyarakat terhadap pendidikan.


Selain pendidikan dan kesehatan, Mahyaruddin juga menyampaikan program penataan kota yang sedang dilakukan pemerintah. Salah satu fokusnya adalah mengurangi risiko banjir ketika hujan deras melanda Tanjungbalai.


Upaya tersebut dilakukan antara lain melalui pembersihan dan pengerukan parit agar aliran air lebih lancar.


Mahyaruddin berharap pertemuan dengan Pemuda Muhammadiyah tidak berhenti pada audiensi, tetapi menjadi awal dari komitmen dan kerja sama konkret dalam pembangunan daerah.


"Pentingnya dunia Pendidikan, Kesehatan dan bidang lainnya untuk meningkatkan Literasi masyarakat Kota Tanjungbalai, agar terhindar dari Hoax. Mari membangun jejaring kolaborasi dan sinergitas sekaligus mendorong pemuda agar mengambil peran strategis dalam pembangunan di Kota Tanjungbalai," tutup Wali Kota Mahyaruddin Salim.(ans)