170 Mahasiswa KKN UPMI Medan Mengabdi di Tanjungbalai, Wali Kota: Jadilah Agen Perubahan -->

170 Mahasiswa KKN UPMI Medan Mengabdi di Tanjungbalai, Wali Kota: Jadilah Agen Perubahan

Senin, 10 Agustus 2026

 



Tanjungbalai | SNN - Sebanyak 170 mahasiswa Universitas Pembinaan Masyarakat Indonesia (UPMI) Medan akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri selama 45 hari di Kota Tanjungbalai. Mereka akan ditempatkan di delapan kelurahan yang tersebar di tiga kecamatan.


Kedatangan para mahasiswa tersebut disambut langsung Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim didampingi Sekretaris Daerah Nurmalini Marpaung di halaman Kantor Wali Kota Tanjungbalai, Senin (10/08/2026).


Berdasarkan informasi dari pihak UPMI Medan, para mahasiswa akan menjalankan berbagai program yang telah dirancang masing-masing program studi selama periode 10 Agustus hingga 28 September 2026.


Delapan kelurahan yang menjadi lokasi KKN meliputi Kelurahan Matahalasan dan Kualo Silo Bestari di Kecamatan Tanjungbalai Utara; Kelurahan Beting Kuala Kapias, Kapias Pulau Buaya, Pematang Pasir dan Perjuangan di Kecamatan Teluk Nibung; serta Kelurahan Sei Raja dan Sumber Sari di Kecamatan Sei Tualang Raso.


Wali Kota Mahyaruddin Salim menyambut positif pelaksanaan KKN tersebut. Menurutnya, keberadaan mahasiswa di tengah masyarakat tidak hanya menjadi bagian dari proses pembelajaran, tetapi juga diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah.


"Kami menyambut baik dan terbuka atas pelaksanaan KKN ini, karena kegiatan ini bukan hanya sebagai sarana pembelajaran bagi mahasiswa, tetapi juga dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah,” ujar Mahyaruddin dalam arahannya.


Ia meminta para mahasiswa mampu berbaur dengan masyarakat serta menjunjung tinggi etika, budaya, dan nilai-nilai lokal selama menjalankan program KKN.


Mahyaruddin juga mendorong mahasiswa menjadi agen perubahan dengan mengimplementasikan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki untuk membantu menjawab berbagai persoalan di tengah masyarakat.


Selain itu, mahasiswa diminta membangun komunikasi dan kerja sama yang baik dengan aparat kelurahan, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen masyarakat di lokasi KKN.


"Kami percaya saudara-saudari adalah putra-putri terbaik bangsa yang kelak akan menjadi pemimpin masa depan. Manfaatkanlah waktu KKN ini dengan sebaik-baiknya, bukan hanya untuk memberi, tetapi juga untuk belajar dari kehidupan masyarakat secara langsung,” imbuhnya.


Perkuat Sinergi Pemko dan Perguruan Tinggi


Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Kota Tanjungbalai dan UPMI Medan. Penandatanganan dilakukan oleh Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim dan Rektor UPMI Medan Ali Mukti Tanjung.


Selain MoU, turut dilakukan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara Dinas Pendidikan Kota Tanjungbalai dan UPMI Medan.


Mahyaruddin mengatakan kerja sama tersebut menjadi wujud komitmen bersama dalam memperkuat sinergi pemerintah daerah dan perguruan tinggi melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, meliputi pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.


"Kami berharap kerja sama ini mampu mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Kota Tanjungbalai," harapnya.


"Kepada adik-adik mahasiswa KKN, manfaatkanlah kesempatan ini untuk belajar dari masyarakat, mengabdikan ilmu yang dimiliki, serta menjadi bagian dari solusi atas berbagai tantangan di lingkungan," tambahnya.


Mahyaruddin juga menyampaikan apresiasi kepada UPMI Medan yang telah memilih Kota Tanjungbalai sebagai lokasi pengabdian. Ia berharap kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi tersebut dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat secara berkelanjutan.


Mahasiswa Diminta Jaga Nama Baik Kampus


Sementara itu, Rektor UPMI Medan Ali Mukti Tanjung menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Tanjungbalai, khususnya Wali Kota Mahyaruddin Salim, atas sambutan dan penerimaan terhadap pihak kampus serta para mahasiswa yang akan melaksanakan KKN Mandiri.


Ia berpesan agar mahasiswa memanfaatkan program KKN untuk mengamalkan ilmu sekaligus memperkaya pengalaman dengan terjun langsung ke tengah masyarakat.


Ali juga mengingatkan mahasiswa untuk menjaga sikap dan nama baik almamater selama berada di lapangan. Selain itu, mahasiswa diminta mampu mengendalikan ego karena seluruh program KKN dilaksanakan secara kolektif.


"Para mahasiswa akan berada di lapangan selama 45 hari mulai 10 Agustus sampai 28 September 2026 untuk melaksanakan sejumlah program yang telah dirancang oleh masing-masing prodi," jelasnya.


Dalam kegiatan tersebut turut hadir Ketua KKN-M UPMI H. Alwi Fahruzi Nasution, Asisten Pemerintahan dan Kesra Fitra Hadi, Kabag Pemerintahan Bayu Safri Ananda, serta para camat dan lurah.(ans)