Tanjungbalai | SNN - Sebanyak 12 aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kota Tanjungbalai diberangkatkan untuk mengikuti seleksi Komponen Cadangan (Komcad) di Rindam I/Bukit Barisan, Pematangsiantar. Wakil Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Fadly Abdina meminta seluruh peserta menjaga nama baik daerah serta menunjukkan profesionalisme selama mengikuti seluruh tahapan seleksi.
Ke-12 ASN tersebut terdiri atas 10 personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan dua personel Dinas Perhubungan (Dishub). Mereka dilepas secara resmi oleh Wakil Wali Kota Muhammad Fadly Abdina dalam upacara di Lapangan Kantor Wali Kota Tanjungbalai, Selasa (4/8/2026), didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesra Fitra Hadi, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Tajul Abrar, Kepala Satpol PP Pahala Zulfikar Panjaitan, Kepala Dishub Elvandia, serta Kabag Pemerintahan Bayu Safri Ananda.
Dalam arahannya, Fadly menegaskan agar seluruh peserta menjaga nama baik Pemerintah Kota Tanjungbalai dan membuktikan kualitas ASN di tingkat nasional.
"Jaga nama baik Pemko Tanjungbalai selama mengikuti seleksi serta tunjukkan bahwa ASN Kota Tanjungbalai adalah pribadi yang profesional, berintegritas, dan memiliki semangat bela negara yang tinggi," ujarnya.
Ia berharap seluruh peserta mampu menunjukkan kemampuan terbaik sehingga dinyatakan lulus dan mengikuti pendidikan Komcad.
Menurut Fadly, Komcad merupakan amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara. Ia menegaskan, program tersebut bukan wajib militer, melainkan bentuk pengabdian sukarela yang bertujuan membentuk aparatur berkarakter disiplin, patriotik, dan memiliki jiwa kepemimpinan.
"Pelatihan Komcad bukanlah wajib militer. Keikutsertaan dalam Komcad bersifat sukarela, di mana para peserta akan dibekali nilai-nilai bela negara, kedisiplinan, kepemimpinan, wawasan kebangsaan, serta keterampilan dasar yang membentuk karakter tangguh, bertanggung jawab, dan siap mengabdi kepada bangsa," katanya.
Fadly menjelaskan, setelah menyelesaikan pendidikan, peserta akan kembali menjalankan tugas sebagai ASN dan hanya akan dimobilisasi apabila negara memerlukannya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
"Kalian adalah orang-orang pilihan. Jadilah prajurit kebanggaan dengan diberikan berbagai pelatihan kemiliteran di sana, sehingga kembali besok membanggakan untuk Kota Tanjungbalai," pesannya.
Ia optimistis pelatihan tersebut akan membentuk ASN yang semakin berkualitas.
"Saya yakin pelatihan Komcad akan memperkuat karakter para personel sehingga saudara dapat menjadi ASN yang semakin tangguh, berintegritas, adaptif, dan berkualitas dalam menjalankan tugas," tegasnya.
Fadly menambahkan, semangat Komcad sejalan dengan visi pembangunan Tanjungbalai EMAS (Elok, Maju, Agamais, dan Sejahtera) karena akan memperkuat kedisiplinan aparatur, semangat pengabdian, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Sementara itu, Kepala Satpol PP Tanjungbalai Pahala Zulfikar Panjaitan mengatakan seluruh peserta masih harus melewati sejumlah tahapan seleksi sebelum mengikuti pendidikan Komcad. Mereka dijadwalkan berangkat pada Rabu (05/08/2026) dari Makodim 0208/AS bersama peserta dari Kabupaten Asahan dan Batu Bara.
Seleksi berlangsung di Rindam I/Bukit Barisan, Pematangsiantar, pada 5–20 Agustus 2026. Peserta yang dinyatakan lulus selanjutnya akan mengikuti pendidikan Komcad mulai 23 Agustus hingga 29 Oktober 2026.(ans)
