Medan | SNN - Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim memanfaatkan ajang Indonesia City Expo (ICE) 2026 untuk memperkenalkan potensi dan produk unggulan daerah sekaligus memperkuat peluang kerja sama, investasi, dan pengembangan usaha antarkota.
Mahyaruddin didampingi Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Tanjungbalai Mashandayani Mahyaruddin menghadiri pembukaan ICE 2026 yang menjadi rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) di Ballroom Santika Dyandra Hotel Medan, Rabu (01/07/2026).
Usai mengikuti pembukaan, Mahyaruddin meninjau Stand Pemerintah Kota Tanjungbalai yang menampilkan beragam produk unggulan daerah. Produk yang dipamerkan meliputi kain dan pakaian ecoprint, tanjak, songket Melayu, keripik ikan teri crispy, tauco, tas berbahan batok kelapa, kerajinan berbahan kerang, minuman mangga, kue cucur, hingga berbagai produk UMKM binaan Dekranasda, Dinas Perdagangan dan Perindustrian, serta Dinas Ketenagakerjaan, Koperasi, dan UMKM Kota Tanjungbalai.
Mahyaruddin mengatakan, keikutsertaan Tanjungbalai dalam Indonesia City Expo menjadi kesempatan strategis untuk memperkenalkan identitas dan potensi daerah kepada peserta Rakernas APEKSI maupun calon mitra dari berbagai kota.
Menurut dia, pameran tersebut tidak hanya menjadi ajang promosi produk unggulan, tetapi juga membuka peluang usaha, investasi, dan kolaborasi antarpemerintah daerah.
"Kota Tanjungbalai ingin memperkenalkan produk-produk unggulannya. Ini momentum bagi kita untuk saling mengenal yang diharapkan akan melahirkan kerja sama, mulai dari hal kecil hingga hal besar," kata Mahyaruddin.
Sementara itu, Wali Kota Medan Rico Waas menyebut Indonesia City Expo menjadi ruang bagi pemerintah kota untuk saling mengenal potensi dan keunggulan daerah masing-masing. Sekitar 60 stan dari berbagai kota di Indonesia turut ambil bagian dalam pameran tersebut.
Menurut Rico, kegiatan itu diharapkan mampu memperluas jejaring kerja sama, baik di bidang perdagangan, investasi, maupun pengembangan ekonomi daerah.
"Selamat datang di Kota Medan. Mudah-mudahan tempat ini bisa membawa kerja sama yang baik di antara kita semua. Semoga sepulang dari kegiatan APEKSI ini kita membawa hal-hal positif bagi perkembangan kota-kota di Indonesia," ujar Rico.
Ia menambahkan, Pemerintah Kota Medan juga memanfaatkan ICE 2026 untuk memperkenalkan berbagai produk unggulan daerah.
"Kota Medan ingin memperkenalkan produk-produk unggulannya. Ini momentum bagi kita untuk saling mengenal yang diharapkan akan melahirkan kerja sama, mulai dari hal kecil hingga hal besar," katanya.
Indonesia City Expo 2026 berlangsung pada 1–3 Juli 2026 sebagai bagian dari Rakernas APEKSI XVIII yang mengusung tema "Kota Tangguh, Indonesia Berdaulat". Selain pameran produk unggulan, kegiatan tersebut juga diisi berbagai forum strategis, seperti forum pangan, lingkungan hidup, komunikasi dan informatika, business matching, serta pembahasan peluang investasi antarkota.
Pembukaan ICE 2026 dilakukan oleh Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari yang mewakili Ketua Dewan Pengurus APEKSI, Eri Cahyadi. Dalam kesempatan itu, Ika mengapresiasi Pemerintah Kota Medan sebagai tuan rumah Rakernas APEKSI XVIII.
"Terima kasih kepada Pak Wali Kota Medan Rico Waas beserta jajaran yang telah memberikan fasilitasi luar biasa sehingga APEKSI ke-18 dapat terselenggara dengan sangat meriah," ujar Ika.
Ia menegaskan, tema Rakernas APEKSI XVIII, "Kota Tangguh, Indonesia Berdaulat", menjadi pengingat bahwa ketangguhan kota-kota di Indonesia merupakan fondasi penting bagi terwujudnya kedaulatan nasional.
Menurutnya, pemerintah kota saat ini dihadapkan pada berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan kapasitas fiskal hingga potensi daerah yang belum sepenuhnya dapat dioptimalkan. Karena itu, keberadaan APEKSI menjadi wadah strategis bagi pemerintah kota untuk saling berbagi pengalaman, melakukan benchmarking, bertukar praktik terbaik, serta mencari solusi kreatif dalam menghadapi berbagai persoalan yang dihadapi bersama.
Ia berharap pelaksanaan Indonesia City Expo dan Rakernas APEKSI XVIII dapat menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi antarkota di Indonesia. Melalui kerja sama tersebut, diharapkan lahir berbagai inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus mendukung terwujudnya Indonesia yang semakin maju, tangguh, dan berdaulat.(ans)
