Wali Kota Tanjungbalai Lepas 138 Petugas Sensus Ekonomi 2026, Tekankan Pentingnya Data Akurat untuk Pembangunan Daerah -->

Wali Kota Tanjungbalai Lepas 138 Petugas Sensus Ekonomi 2026, Tekankan Pentingnya Data Akurat untuk Pembangunan Daerah

Kamis, 18 Juni 2026


Tanjungbalai | SNN - Wali Kota Tanjungbalai, Mahyaruddin Salim, secara resmi melepas 138 petugas lapangan Sensus Ekonomi (SE) 2026 dalam Apel Siaga dan Pencanangan Sensus Ekonomi yang digelar di Lapangan Kantor Wali Kota Tanjungbalai, Rabu (17/6/2026). Kegiatan tersebut menandai dimulainya pelaksanaan sensus yang akan menjadi pijakan utama dalam penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi daerah.

Dalam arahannya, Mahyaruddin menegaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 bukan sekadar agenda seremonial, melainkan wujud kesiapan seluruh elemen daerah untuk mendukung program strategis nasional.

"Sensus ekonomi merupakan agenda strategis nasional yang diselenggarakan setiap sepuluh tahun sekali untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi dan potensi perekonomian Indonesia. Bagi Kota Tanjungbalai, kegiatan ini memiliki arti yang sangat penting karena akan menjadi dasar dalam menyusun kebijakan pembangunan ekonomi yang tepat sasaran, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Menurut Mahyaruddin, data yang dihasilkan melalui Sensus Ekonomi 2026 akan memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai jumlah, persebaran, dan karakteristik pelaku usaha di Tanjungbalai, mulai dari sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hingga usaha berskala besar.

Ia menilai, data yang lengkap dan berkualitas menjadi fondasi penting dalam merancang program pembangunan ekonomi yang efektif dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Wali Kota juga mengungkapkan bahwa sejumlah indikator ekonomi daerah menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, ekonomi Kota Tanjungbalai tumbuh sebesar 4,76 persen, tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 3,81 persen, dan angka kemiskinan menurun menjadi 10,67 persen.

"Keberadaan data yang lengkap, akurat, dan berkualitas akan sangat mendukung pencapaian berbagai indikator pembangunan daerah. Tantangan pembangunan ke depan masih besar sehingga memerlukan dukungan data yang semakin baik sebagai dasar pengambilan kebijakan," katanya.

Data hasil sensus nantinya akan dimanfaatkan untuk menyusun program pemberdayaan UMKM, pengembangan sektor unggulan daerah, perluasan lapangan kerja, peningkatan investasi, hingga penguatan daya saing ekonomi daerah.

Mahyaruddin optimistis Tanjungbalai memiliki potensi ekonomi yang besar. Letak geografis yang strategis, sektor perdagangan yang terus berkembang, aktivitas perikanan sebagai sektor andalan, serta tingginya semangat kewirausahaan masyarakat dinilai menjadi modal penting menuju kemajuan daerah.

Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi aktif dengan menerima petugas sensus dan memberikan informasi yang benar sesuai kondisi sebenarnya.

"Data yang saudara berikan hari ini akan menjadi dasar penyusunan kebijakan, program, dan pelayanan publik yang lebih baik pada masa mendatang," harapnya.

Mahyaruddin juga meminta dukungan seluruh unsur pemerintah, Forkopimda, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh pemuda, akademisi, serta seluruh pemangku kepentingan agar pelaksanaan sensus berjalan sukses.

Kepada para petugas lapangan, ia berpesan agar menjalankan tugas dengan dedikasi dan profesionalisme tinggi.

"Petugas yang baik tidak hanya mencatat data, tetapi menjaga amanah bangsa. Karena di balik setiap angka yang dicatat, terdapat keputusan besar yang menentukan masa depan Indonesia. Saya yakin pelaksanaan sensus ekonomi 2026 di Kota Tanjungbalai akan berjalan sukses dan menghasilkan data yang berkualitas untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan menuju Tanjungbalai Emas (Elok, Maju, Agamais, dan Sejahtera)," tegasnya.

Sementara itu, Kepala BPS Kota Tanjungbalai, Nizaruddin, mengatakan sebanyak 138 petugas telah disiapkan untuk mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di wilayah tersebut.

"Jadi kita menurunkan sebanyak 138 petugas lapangan. Rinciannya, ada 19 pemeriksa lapangan (PML) sensus door to door dan 119 pencacah lapangan door to door," jelas Nizaruddin.

Ia menambahkan, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Untuk kategori usaha besar, pendataan dilakukan melalui metode CAWI (Computer Assisted Web Interviewing/metode pengumpulan data atau pengisian kuesioner survei secara mandiri oleh responden melalui tautan web atau internet - red), dengan mekanisme "Ngibar" (Ngisi Bareng - red).

"Kami mengharapkan dukungan seluruh pelaku usaha di Kota Tanjungbalai untuk menerima petugas dan memberikan jawaban yang benar serta lengkap. Partisipasi masyarakat sangat menentukan kualitas data yang dihasilkan dan keberhasilan Sensus Ekonomi 2026," katanya.

Rangkaian kegiatan ditandai dengan pelepasan burung merpati dan balon sebagai simbol dimulainya pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, serta penandatanganan komitmen bersama antara Pemerintah Kota Tanjungbalai dan Forkopimda untuk mendukung suksesnya sensus di daerah tersebut.

Acara turut dihadiri Wakil Wali Kota Muhammad Fadly Abdina, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Nurmalini Marpaung, Kepala BPS Kota Tanjungbalai Nizaruddin, serta jajaran pejabat dan pimpinan instansi vertikal di Kota Tanjungbalai.(ans)