Dari depan Masjid Raya Sultan Ahmadsyah, rombongan peserta pawai mulai bergerak menyusuri sejumlah ruas jalan kota. Barisan aparatur sipil negara (ASN), guru, pelajar, organisasi kemasyarakatan hingga masyarakat umum berjalan bersama dalam suasana penuh semangat dan kebersamaan. Pawai yang dilepas Staf Ahli Bidang SDM dan Kemasyarakatan Anwar Ruji itu berakhir di Alun-alun Sultan Abdul Jalil Rahmadsyah, yang menjadi pusat peringatan Tahun Baru Islam tahun ini.
Di lokasi penyambutan, Wakil Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Fadly Abdina bersama unsur Forkopimda menyambut kedatangan para peserta. Momentum pergantian tahun hijriah tersebut tidak hanya menjadi perayaan seremonial, tetapi juga ajang refleksi bagi masyarakat untuk memperkuat nilai-nilai keislaman dan kebersamaan.
Menyampaikan salam dari Wali Kota Tanjungbalai, Fadly mengajak masyarakat menjadikan Tahun Baru Islam sebagai titik awal untuk memperbaiki diri dan memperkuat semangat membangun daerah.
"Atas nama Pemerintah Kota Tanjungbalai, kami mengucapkan selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah kepada seluruh umat Islam, khususnya warga Kota Tanjungbalai. Semoga kita mendapatkan ridho dan keberkahan dari Allah SWT sehingga menjadi kota yang penuh berkah, religius, makmur, dan sejahtera," ujarnya.
Menurut Fadly, makna hijrah yang terkandung dalam bulan Muharram memiliki pesan yang relevan bagi kehidupan masyarakat saat ini. Hijrah bukan sekadar perpindahan, tetapi juga perubahan menuju kondisi yang lebih baik.
"Tahun Baru Islam bukanlah sekadar pergantian lembaran kalender. Muharram mengandung pesan spiritual yang sangat mendalam. Ia mengajarkan kepada kita tentang perjalanan hijrah, tentang keberanian meninggalkan kebiasaan yang buruk menuju kehidupan yang lebih baik, tentang semangat membangun peradaban, dan tentang pentingnya persatuan umat," katanya.
Di tengah upaya pembangunan yang terus dilakukan, Pemerintah Kota Tanjungbalai, lanjut Fadly, menyadari bahwa kemajuan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik semata. Pembangunan karakter, akhlak, dan kehidupan sosial masyarakat juga menjadi fondasi penting dalam mewujudkan visi Tanjungbalai EMAS (Elok, Maju, Agamais, dan Sejahtera).
Karena itu, kegiatan keagamaan seperti Tabligh Akbar dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat nilai moral dan spiritual masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Fadly mengajak masyarakat melakukan tiga hijrah besar. Pertama, hijrah spiritual dengan meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak zikir, membaca Al-Qur'an, memakmurkan masjid, serta menanamkan nilai-nilai agama dalam keluarga. Kedua, hijrah sosial dengan memperkuat kepedulian terhadap sesama, mempererat silaturahmi, menjaga semangat gotong royong, dan menghindari perpecahan. Ketiga, hijrah pembangunan melalui kontribusi nyata seluruh elemen masyarakat dalam mendukung kemajuan Kota Tanjungbalai.
"Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri, dukungan seluruh elemen masyarakat adalah kunci keberhasilan dalam kolaborasi dan sinergitas mewujudkan Visi Tanjungbalai EMAS (Elok, Maju, Agamais dan Sejahtera)," tegasnya.
Peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah semakin khidmat dengan hadirnya tausiah dari dai'yah nasional Ustadzah Rima atau yang akrab disapa Kak Rima. Melalui ceramah yang disampaikannya, masyarakat diajak menjadikan momentum hijrah sebagai sarana memperkuat iman dan memperbaiki kualitas kehidupan.
Di tengah kebersamaan yang terjalin sepanjang kegiatan, peringatan 1 Muharram di Kota Tanjungbalai menjadi gambaran kuatnya semangat persaudaraan dan religiusitas masyarakat. Sebuah semangat yang diharapkan terus tumbuh seiring langkah kota ini menuju masa depan yang lebih maju, agamis, dan sejahtera.
"Mari jadikan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah sebagai awal semangat baru untuk memperkuat keimanan, mempererat persaudaraan dan mempercepat kemajuan daerah," pungkas Fadly.(ans)a
