Sidak tersebut turut didampingi unsur Forkopimda atau perwakilan, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Tajul Abrar Ritonga, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Wiwi Fitria, Kepala Dinas Perhubungan, Elvandia, Kabag Perekonomian, Rini Diana, Camat Datuk Bandar, Syamsul Efendi, serta Camat Teluk Nibung, Darmansyah Merta Wijaya.
Pemantauan dilakukan di sejumlah SPBE, yakni PT Tomimaru Gasindo, PT Anugerah Tetap Jaga, dan PT Selina Jaya Sempurna untuk memastikan penyebab kelangkaan LPG 3 Kg yang dikeluhkan masyarakat.
Muhammad Fadly Abdina mengatakan, sidak dilakukan sebagai langkah antisipatif untuk mengetahui akar persoalan yang menyebabkan masyarakat kesulitan memperoleh gas bersubsidi tersebut.
"Kami mendapatkan laporan dari masyarakat bahwa gas LPG khususnya ukuran 3 Kg mengalami kelangkaan, kemudian ada kenaikan harga yang cukup signifikan. Sehingga, kami melakukan kunjungan langsung ke SPBE-nya, dan melihat permasalahan yang terjadi. Kelangkaan gas subsidi ukuran tabung tiga kilogram sempat membuat masyarakat Kota Tanjungbalai heran dan kebingungan. Bahkan, ada di sejumlah kios-kios yang masih memiliki stok pasokan LPG-nya menjual dengan harga tinggi," ujarnya.
Dari hasil sidak, Fadly mengungkapkan tidak ditemukan kendala pada proses distribusi maupun pengurangan kuota LPG 3 Kg. Berdasarkan keterangan pihak SPBE, penyaluran gas bersubsidi masih berjalan normal sesuai Delivery Order (DO) dari Pertamina.
"Tadi saat sidak ke PT Tomimaru Gasindo di Jalan Sudirman, pihak SPBE mengatakan bahwa distribusi LPG ukuran 3 Kg berjalan normal seperti biasa berdasarkan DO dan tidak ada pengurangan jumlah. Begitu juga halnya saat kita melakukan kunjungan dan sidak ke PT Anugerah Tetap Jaga dan PT Selina Jaya Sempurna, keterangan kedua agen tersebut tidak ada permasalahan penyaluran," paparnya.
Meski demikian, Pemko Tanjungbalai akan melanjutkan pengecekan ke agen dan pangkalan lainnya untuk memastikan penyebab kelangkaan yang terjadi di tingkat masyarakat.
"Besok pihaknya juga akan melakukan pengecekan langsung ke agen dan pangkalan lainnya yang ada di Tanjungbalai ini, untuk mengetahui apa masalahnya. Ini harus kita selesaikan, agar masyarakat kita tidak lagi khawatir," ungkapnya.
Menurut Fadly, kelangkaan LPG 3 Kg berdampak langsung terhadap aktivitas rumah tangga maupun pelaku usaha kecil yang mengandalkan gas tersebut untuk memasak dan berjualan.
Ia menjelaskan, di Kota Tanjungbalai terdapat lima agen LPG, sementara SPBE Tomimaru Gasindo mendistribusikan sekitar 6.720 tabung LPG 3 Kg per hari atau setara dengan 20.160 kilogram.
"Kita akan kroscek langsung ke agen dan pangkalan yang ada di Kota Tanjungbalai untuk memastikan tidak ada hal-hal yang merugikan masyarakat," tegasnya.
Fadly juga meminta para agen menyerahkan data pangkalan LPG yang masih aktif guna memudahkan proses monitoring dan pengawasan di lapangan.
"Kami belum tau apa masalah dibawah, jangan sampai ada oknum-oknum yang mendeskriditkan program pemerintah, mendeskriditkan kerja-kerja dari Pertamina dan melakukan tindakan yang melawan hukum," katanya.
Meski demikian, ia menegaskan belum ingin berspekulasi terkait penyebab kelangkaan maupun dugaan adanya permainan pihak tertentu.
"Saya tidak mau menyimpulkan terlebih dahulu, makanya saya turun langsung ke masyarakat, dan mencari tahu langsung apa masalahnya. Kalau ada nanti ditemukan oknum yang mengambil keuntungan dari situasi ini, masyarakat juga diharapkan segera melaporkan kejadian ini ke kami atau pihak terkait," pungkasnya.(ans)
