Bogor | SNN - Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim bersama Wakil Wali Kota Muhammad Fadly Abdina beserta jajaran Forkopimda menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026, yang dilaksanakan di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (02/02/2026).
Wali Kota menegaskan bahwa Rakornas pemerintah pusat dan daerah memiliki peran strategis dalam menyelaraskan arah pembangunan. Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungbalai siap bersinergi serta berkolaborasi dalam mempercepat implementasi program prioritas.
“Rakornas ini sangat penting sebagai wadah sinkronisasi program pemerintah pusat dan daerah agar pelaksanaan pembangunan berjalan searah, saling mendukung. Pemko Tanjungbalai siap bersinergi serta berkolaborasi dalam mempercepat implementasi program prioritas Presiden melalui sinergi pusat dan daerah, memperkuat koordinasi lintas sektor terhadap isu-isu strategis, serta menjembatani kebijakan dengan pelaksanaan di lapangan agar program prioritas Presiden dapat berjalan sukses di daerah selaras dengan wujudkan Tanjungbalai "EMAS" (Elok, Maju, Agamais dan Sejahtera)," ujar Wali Kota usai mengikuti acara.
Sebelumnya, Rakornas yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tersebut dibuka secara resmi oleh Presiden Prabowo Subianto. Acara ini dihadiri Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Wakil Presiden Republik Indonesia, Panglima TNI, Kapolri, sejumlah pejabat Kabinet Merah Putih serta sekitar 4.011 peserta, terdiri dari unsur pimpinan kementerian/lembaga, gubernur, bupati, wali kota, pimpinan DPRD, juga unsur Forkopimda seluruh Indonesia.
Dalam arahannya, Presiden menyampaikan penghargaan kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian beserta jajarannya atas terselenggaranya forum tersebut. Presiden mengaku terkesan dengan semangat para kepala daerah dan pimpinan instansi yang hadir.
"Hati saya bergetar melihat, mendengar, dan merasakan semangat Saudara-Saudara sekalian,” ujar Presiden, “Adalah kehormatan dan kebanggaan bagi saya untuk bisa hadir dalam acara istimewa ini bertemu dengan saudara-saudara semuanya dari seluruh penjuru Tanah Air,” sebutnya lagi.
Lebih lanjut, Presiden mengingatkan pentingnya seluruh jajaran pemerintahan untuk memahami peran dan tugasnya masing-masing. Ia menegaskan, masyarakat berharap dan mendambakan kehadiran pemimpin yang adil, jujur, serta bekerja untuk kepentingan rakyat. “Karena itu, adanya kita adalah untuk berbakti dan mengabdi kepada rakyat kita,” tegas Prabowo.
Presiden juga menyoroti pentingnya kewaspadaan terhadap dinamika global yang terus berkembang. Ia mengajak seluruh pimpinan pemerintahan untuk memahami sejarah bangsa dan tantangan dunia internasional yang dapat berdampak langsung terhadap Indonesia.
Selain itu, Presiden pun mengajak seluruh elemen pemerintahan untuk bersatu tanpa melihat perbedaan politik, guna menangani kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup rakyat. “Saya dipilih sekarang, saya akan bekerja untuk seluruh rakyat Indonesia,” tegasnya lagi.
Pada kesempatan tersebut, Presiden menekankan pentingnya kemandirian pangan sebagai pilar utama kemerdekaan dan kesejahteraan bangsa. Ia secara khusus meminta pemerintah daerah mendukung penuh program swasembada pangan sebagai prioritas.
"Swasembada pangan merupakan syarat mutlak bagi kemerdekaan dan kedaulatan bangsa agar seluruh rakyat Indonesia dapat hidup layak dan sejahtera," ujarnya, “Kalau kita mau merdeka dan sejahtera, kita harus jamin produksi pangan. Swasembada pangan itu tidak ada alternatif,” jelasnya.
Kemudian, Presiden juga meminta daerah mendorong swasembada energi serta mempercepat hilirisasi industri dan penguatan koperasi desa. Terkait lingkungan, Prabowo menyoroti serius persoalan sampah dan meminta daerah bergerak cepat mengelolanya, seiring rencana pembangunan 34 proyek 'waste to energy' oleh pemerintah pusat. “Kita sekarang harus menyatakan perang terhadap sampah. Sampah itu bencana, sampah itu penyakit,” katanya.
Sekali lagi, Presiden menegaskan kembali, pemerintah daerah harus bekerja untuk seluruh rakyat tanpa membedakan latar belakang politik. Menurutnya, ia dipilih untuk bekerja bagi seluruh rakyat Indonesia. "Kalah menang biasa, yang penting kita mengabdi untuk bangsa dan rakyat," pungkasnya.
Momentum tersebut diharapkan semakin memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam melaksanakan program prioritas Presiden, mulai dari kebijakan ekonomi, investasi, energi, hingga program-program kerakyatan yang berdampak langsung bagi masyarakat, serta menjadi wadah penting untuk meningkatkan koordinasi dan kolaborasi antara pusat dan daerah dalam mewujudkan tujuan pembangunan nasional.(ans)

