Batu Bara | SNN- Wakil Bupati Batu Bara Syafrizal, S.E., M.AP., menyampaikan rencana kerja sama antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batu Bara dengan Juru Sembelih Halal (JULEHA) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk menyelenggarakan pelatihan serentak bagi para juru sembelih, yang nantinya akan disertai dengan pemberian sertifikat juru sembelih halal sebagai bagian dari pemenuhan standar administrasi dan profesionalisme.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri Pelantikan dan Pengukuhan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Juru Sembelih Halal (JULEHA) Kabupaten Batu Bara sekaligus Pelatihan Juru Sembelih Halal Tahun 2026 di Desa Dahari Indah, Kecamatan Talawi, Selasa (20/01/2026), sebagai bentuk keseriusan Pemkab Batu Bara dalam menjamin kehalalan pemotongan hewan.
Pada kesempatan tersebut juga, Wakil Bupati Syafrizal mengapresiasi kehadiran dan peran JULEHA dalam mengawal proses pemotongan hewan secara halal di Kabupaten Batu Bara. Ia menekankan pentingnya keseriusan para juru sembelih dalam mengikuti pelatihan agar penyembelihan sesuai syariat Islam serta memberikan rasa aman bagi pedagang maupun masyarakat.
Syafrizal juga menyoroti masih adanya isu kehalalan pemotongan hewan, khususnya unggas, di tengah masyarakat. Untuk itu, ia meminta pengurus JULEHA Kabupaten Batu Bara mendata seluruh tempat pemotongan hewan dan memastikan proses penyembelihan dilakukan secara halal.
Sebelumnya, acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Muammar Khadafi, dilanjutkan pelantikan pengurus DPD JULEHA Kabupaten Batu Bara dan pengukuhan Ustadz Rahmad sebagai ketuanya oleh Sekretaris DPW JULEHA Sumatera Utara Ustadz Muhammad Agung. Kegiatan tersebut menegaskan komitmen JULEHA dalam menjamin kehalalan daging melalui proses penyembelihan yang sesuai syariat Islam dan standar kesehatan.
Dalam sambutannya, Ketua DPD JULEHA Ustadz Rahmad menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan serta berharap JULEHA Batu Bara dapat berkembang dan berkontribusi positif bagi masyarakat. Ia menegaskan komitmennya untuk merangkul seluruh juru sembelih di Kabupaten Batu Bara.
Ia mengatakan bahwa kehadiran JULEHA bukan untuk memecah belah, melainkan menyatukan serta memberikan edukasi dan pemahaman yang benar terkait penyembelihan halal. Ia juga berharap kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Batu Bara, Kementerian Agama, dan MUI dapat terus terjalin dalam memastikan keabsahan proses penyembelihan sesuai syariat.
Kegiatan yang mengusung tema “Mewujudkan Juru Sembelih Halal yang Profesional, Amanah, dan Bersertifikat” itu turut dihadiri Asisten II Setdakab Batu Bara Rusian Heri, Plt. Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Antoni Ritonga, serta Ketua BAZNAS Batu Bara Khaidir Jumu’ah.(ans)
