Bupati dan Wakil Bupati Batu Bara Hadiri Gerakan Penanaman 1 Juta Pohon di Tarutung -->

Bupati dan Wakil Bupati Batu Bara Hadiri Gerakan Penanaman 1 Juta Pohon di Tarutung

Minggu, 11 Januari 2026

 


Tarutung | SNN - Bupati Kabupaten Batu Bara H. Baharuddin Siagian S.H., M.Si., dan Wakil Bupati Syafrizal, S.E., M.AP., menghadiri Gerakan Penanaman Satu Juta Bibit Pohon yang dilaksanakan di Komplek Perkampungan Pemuda HKBP Jetun Silangit, Tarutung, Minggu (11/01/2026), sebagai bentuk komitmen Pemerintah Batu Bara dalam mendukung pelestarian lingkungan dan meningkatkan fungsi hutan secara berkelanjutan.


Kegiatan ini diselenggarakan oleh Gerakan Kristiani Indonesia Raya (Gekira), salah satu organisasi sayap Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) yang fokus pada kegiatan sosial, kemanusiaan, dan mempunyai program yaitu pemberian bibit sekaligus penanaman satu juta bibit pohon yang dibarengi dengan pembagian sembako kepada beberapa daerah yang terdampak bencana alam.


Acara dilanjutkan dengan dialog kebangsaan bertema "Merawat Bumi Menguatkan Solidaritas, Menjaga Masa Depan Bangsa" bersama Wakil Menteri Pertanian, Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Wakil Menteri Kehutanan, di Gedung Raja Pontas Lumban Tobing, Komplek Kantor Pusat HKBP Pearaja, Tarutung, Tapanuli Utara.


Dalam rangka menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan fungsi hutan secara berkelanjutan, pemerintah melakukan penataan ulang kawasan hutan melalui program rehabilitasi hutan secara bertahap di lahan seluas 12,7 hektare dengan metode tumpang sari, yang diharapkan mampu menggabungkan kepentingan konservasi hutan dengan kebutuhan ekonomi masyarakat secara seimbang. Selain itu, diluncurkan Program Ambil Bibit Gratis sebagai langkah mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan penanaman dan pemulihan hutan.


Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), pada kesempatan itu menegaskan komitmen pemerintah untuk  memperbaiki lahan sawah yang terdampak bencana alam. Upaya tersebut meliputi rehabilitasi sawah rusak, bantuan bibit dan sarana perlengkapan pendukung bagi petani terdampak, guna mempercepat pemulihan sektor pertanian dan menjaga ketahanan pangan nasional.


"Melalui langkah ini, diharapkan para petani dapat kembali mengelola sawah secara produktif, sehingga aktivitas pertanian dapat pulih dan kesejahteraan petani tetap terjaga," ungkap Wamentan.


Dapat kesempatan dalam dialog tersebut, Bupati Batu Bara menyampaikan bahwa Kabupaten Batu Bara juga terdampak bencana alam yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Ia menjelaskan sekitar 1.500 hektare lahan sawah milik petani terendam banjir dan sekitar 500 hektare tanaman holtikultura cabai rusak.


“Diperlukan koordinasi lintas pihak guna menyalurkan bantuan kepada para petani terdampak. Bantuan yang dibutuhkan terutama berupa bibit pertanian, baik bibit padi maupun bibit hortikultura, agar petani dapat segera kembali beraktivitas dan memulihkan sektor pertanian di Kabupaten Batu Bara," ujar Bupati.


Sementara itu, Utusan Khusus Presiden RI Bidang Energi dan Iklim sekaligus Ketua Dewan Pembina Gekira, Hashim S. Djojohadikusumo mengatakan perubahan iklim meningkatkan intensitas dan frekuensi bencana alam, khususnya banjir, yang tidak dapat sepenuhnya dihindari. Namun, langkah antisipasi dan penanganan pascabencana menjadi kunci penting dalam meminimalkan dampak serta memulihkan kondisi lingkungan dan kehidupan masyarakat.


Dalam upaya meminimalisasi dampak tersebut, diperlukan strategi berkelanjutan yang tidak hanya berfokus pada penanganan darurat, tetapi juga pada pemulihan ekosistem. Salah satu langkah yang dinilai efektif adalah pelaksanaan reboisasi di wilayah terdampak dan daerah aliran sungai.


“Reboisasi dilakukan dengan sistem tumpang sari, yaitu penanaman tanaman kehutanan yang dikombinasikan dengan tanaman produktif,” kata Hashim. 


Menurutnya, pola tersebut memberikan manfaat ganda, menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui pendekatan ini, Reboisasi tidak hanya berfungsi sebagai upaya pencegahan bencana di masa mendatang, tetapi juga menjadi solusi jangka panjang dalam menghadapi tantangan perubahan iklim. 


Kegiatan ini turut dihadiri Gubernur Sumut Bobby Afif Nasution, Wakil Ketua Dewan Penasehat Koordinator Pelaksana Nurdin Tampubolon, Ketum PP Gekira Nikson Silalahi, Kader Gerindra Sumut, Kepala Daerah se - Sumut, Forkopimda Sumut, jajaran Pemerintah Sumut, dan Jajaran Pemerintah Kabupaten Batu Bara.(ans)