Bupati Batu Bara Hadiri Rakor Percepatan Rehabilitasi Pascabencana di Sumut -->

Bupati Batu Bara Hadiri Rakor Percepatan Rehabilitasi Pascabencana di Sumut

Senin, 12 Januari 2026

 


Medan | SNN - Bupati Batu Bara H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Rapat tersebut dipimpin langsung Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D., yang digelar di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur, Medan, Senin (12/01/2026).


Rakor membahas langkah strategis percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, termasuk pemulihan infrastruktur, perumahan masyarakat, fasilitas publik, serta pemulihan sosial dan ekonomi wilayah terdampak bencana.Dalam rapat tersebut juga ditekankan pentingnya penyusunan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) sebagai pedoman kunci, strategis, dan terpadu dalam pelaksanaan pemulihan. R3P menjadi acuan utama agar seluruh tahapan berjalan terarah, terkoordinasi, dan tepat sasaran.


R3P mencakup pendataan kerusakan dan kerugian secara komprehensif, pengusulan dukungan pendanaan ke pemerintah pusat melalui BNPB, hingga memastikan pembangunan kembali infrastruktur, permukiman, serta pemulihan ekonomi masyarakat dilakukan dengan prinsip build back better, yaitu membangun kembali secara lebih tangguh, aman, dan berkelanjutan. Selain itu, R3P juga berperan penting dalam mencegah tumpang tindih program dan anggaran antar kementerian, lembaga, maupun pemerintah daerah.


Mendagri Tito, yang juga sebagai Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, 

dalam arahannya menegaskan pentingnya sinergi pemerintah pusat dan daerah agar proses pemulihan berjalan efektif, tepat waktu, dan tepat sasaran. Prioritas utama satgas R3P diarahkan pada percepatan pembersihan lumpur di kawasan permukiman agar aktivitas masyarakat kembali normal, perbaikan akses jalan darat untuk mendukung distribusi logistik berjalan lancar, serta pemulihan sarana dan prasarana kesehatan guna memastikan pelayanan kesehatan tetap optimal.


Gubernur Sumut, Muhammad Bobby Afif Nasution, pada kesempatan itu menyampaikan kondisi terkini dampak bencana. Berdasarkan data per 12 Januari 2026 pukul 08.00 WIB, jumlah pengungsi tercatat sebanyak 13.690 jiwa, masyarakat terdampak 1.804.827 jiwa, korban meninggal dunia 375 jiwa, luka-luka 205 jiwa, serta 41 jiwa dilaporkan hilang. Total kerugian akibat bencana ditaksir mencapai Rp18,43 triliun, meliputi kerusakan infrastruktur jalan, jembatan, sekolah, rumah ibadah, rumah warga, dan fasilitas publik lainnya.


Sementara itu, di Kabupaten Batu Bara, kondisi dan progres indikator pemulihan difokuskan pada sektor prioritas seperti satuan pendidikan PAUD serta perbaikan jalan provinsi, kabupaten/kota, dan desa. Pemerintah Kabupaten Batu Bara terus melakukan pendataan dan verifikasi tingkat kerusakan serta langkah penanganan bertahap agar akses pendidikan, konektivitas wilayah, dan mobilitas masyarakat dapat segera pulih. Selaras dengan R3P, upaya ini dilakukan agar pemulihan berjalan terarah, terintegrasi, dan berkelanjutan.


Rakor diakhiri dengan sesi tanya jawab dan diskusi antara Menteri Dalam Negeri dan para kepala daerah guna menampung masukan serta memperkuat koordinasi percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.(ans)