Nias Selatan| SNN - Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka menegaskan keseriusan pemerintah pusat dalam mempercepat pemulihan infrastruktur di Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara, menyusul bencana banjir bandang yang melanda wilayah tersebut. Pemerintah memastikan pembangunan 16 unit jembatan serta perbaikan dan pengaspalan sejumlah ruas jalan yang mengalami kerusakan.
Pernyataan tersebut disampaikan Wapres saat melakukan kunjungan kerja ke lokasi terdampak banjir bandang pada Minggu (21/12/2025). Kunjungan dilakukan sekitar sepuluh hari setelah bencana, ketika sebagian besar akses transportasi masyarakat masih terganggu akibat rusaknya infrastruktur.
Dalam kunjungan tersebut, Gibran meninjau langsung kondisi jalan dan jembatan di Kecamatan Boronadu, salah satu kawasan dengan tingkat kerusakan paling parah. Kerusakan infrastruktur di wilayah ini dinilai sangat menghambat aktivitas sosial dan ekonomi warga.
Saat berdialog dengan masyarakat di SMK Negeri 1 Boronadu, Wapres menyampaikan bahwa percepatan pembangunan infrastruktur menjadi langkah utama pemerintah dalam proses pemulihan pascabencana.
“Pemerintah akan segera membangun 16 jembatan dan memperbaiki serta mengaspal ruas-ruas jalan yang rusak agar mobilitas warga kembali lancar,” kata Gibran.
Selain persoalan infrastruktur, Wapres juga menanggapi berbagai aspirasi masyarakat terkait kebutuhan dasar. Sejumlah keluhan yang disampaikan meliputi ketersediaan listrik, bahan bakar minyak, akses jaringan internet, serta kelangkaan gas LPG 3 kilogram yang menyebabkan kenaikan harga hingga Rp50.000 per tabung.
Menanggapi hal tersebut, Gibran memastikan pemerintah akan segera melakukan penanganan menyeluruh melalui koordinasi lintas sektor. “Seluruh persoalan ini akan segera kita selesaikan,” tegasnya.
Kehadiran Wapres di wilayah terdampak disambut baik oleh masyarakat. Bajiduhu Ndruru (52) mengapresiasi langkah Wapres yang turun langsung melihat kondisi warga pascabencana.
“Bagi kami, kehadiran Wakil Presiden memberi harapan dan menunjukkan perhatian pemerintah kepada masyarakat kecil,” ujarnya.
Sementara itu, warga lainnya, Tohusokhi Telaumbanua, berharap upaya pemulihan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga mencakup pemulihan ekonomi masyarakat yang terdampak bencana. ( M.BLL )
