Investor Korea Akan Bekerjasama Dengan Pemerintah Kabupaten Langkat -->

Investor Korea Akan Bekerjasama Dengan Pemerintah Kabupaten Langkat

Jumat, 15 Maret 2024

 


Langkat | SNN  -
 Investor asal Korea berkunjung ke Pemerintah Kabupaten Langkat, Pj Bupati Langkat H. M. Faisal Hasrimy, AP., M.AP menyambutnya dengan hangat pada Jum'at Sore (15/03/2024) di rumah dinas Bupati Langkat.

 Hadir Presiden Director Energy Power Co. Ltd Mr. Pak Woo Sik, Internasional Business Consultants Mr. Shinn Samuel, CEO Energy Power Mr. Lee Jung Hak, Technical Staff Mr Her Yeichan, Direktur Utama PT. Sumatera Deli Lestari Indah diwakili wakil direktur Darwin, Direktur teknologi dan operasional Dr.Ir. Hidayati, M.Si, Kadis Perindag Ikhsan Aprija, S.STP, M.Si, Kadis PMP2TSP Edi Suratman, S.Sos, Kadis PMD Nuryansyah Putra, M.Si, Kadis Lingkungan Hidup Muhammad Harmain, S.STP, Kabag Tapem Wahyudiharto,S.STP,M.Si, Perwakilan Bappeda.

Faisal Hasrimy didampingi beberapa Kepala Dinas menyambutnya sembari bersalaman dan mengatakan "Selamat datang di Kabupaten Langkat" ucap Pj Bupati Langkat.

Presiden Director Energy Power Co. Ltd Mr. Pak Woo Sik dalam kunjungannya tersebut menyampaikan bahwa Director Energy Power bergerak dibidang pengelola limbah makanan, LED dan Limbah PLTU FABA.

"Limbah FABA (Flying Ash Bottom Ash) tersebut bisa digunakan menjadi bahan bangunan dengan teknologi dan hak patennya" ucapnya.

Kunjungan ini dalam rangka upaya mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) melalui program aksi secara nasional. Pemprov dan Pemkab memiliki kewajiban menyusun inventarisasi gas rumah kaca yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman kesadaran maupun kepedulian masyarakat terhadap kecenderungan dan kondisi (GRK) di Langkat.

Faisal Hasrimy menjelaskan tentang tingkat emisi gas di Kabupaten Langkat bahwa "Emisi GRK di Kabupaten Langkat tingkat terendah pada 2015 dengan 1.064 GG Co2e dan tertinggi pada 2019 dengan tingkat 7.079Gg CO2e" ucapnya. 

Untuk di ketahui Gg CO2e adalah gigagram setara CO2. Gg CO2e digunakan untuk mengukur emisi gas rumah kaca (GRK). 

Pemerintah kabupaten Langkat melalui dinas Lingkungan Hidup telah melakukan aksi adaptasinya untuk mengurangi emisi gas :

- penanaman mangrove sebanyak 46.559 pohon

- penanaman bibit tanaman produktif 22.000 batang

Dan dari adaptasi dan mitigasi tersebut, pemerintah kabupaten Langkat menurunkan emisi gas sebesar 4.798,99 CO2e atau sekitar 78%.

Pada tahun 2024 sesuai program yang dijalankan pemerintah Kabupaten Langkat akan melakukan aksi adaptasi dan mitigasi berupa kampung iklim atau di Desa dan Kelurahan se Kabupaten Langkat.

Pada akhir pertemuan tersebut, Faisal Hasrimy berharap kehadiran investor dapat membawa manfaat dan memberikan hasil terbaik. 

"Saya sangat apresiasi karena kunjungan ini sangat penting untuk kebaikan Kabupaten Langkat" ucapnya.(Risman)