Walikota Medan Bobby Nasution: Pasar Di Medan Harus Bisa Jadi Penghasil Maggot -->

Advertisement


Walikota Medan Bobby Nasution: Pasar Di Medan Harus Bisa Jadi Penghasil Maggot

Selasa, 14 Juni 2022

 


Medan | SNN - Kebersihan, ketertiban dan kenyamanan pasar menjadi poin penting yang disampaikan dan ditekankan Wali Kota Medan Bobby Nasution kepada seluruh jajaran Perusahaan Umum Deerah (PUD)  Pasar Kota Medan. Sebab, menantu Presiden RI Joko Widodo ini berharap baik pedagang maupun masyarakat bisa mendapatkan dan merasakan bentuk nyata kinerja dari perusahaan  milik Pemko Medan yang menangani masalah pasar di Kota Medan tersebut.

 “Saya belum melihat tindakan  dan kebijakan konkrit yang diambil PUD Pasar Kota Medan untuk membenahi pasar-pasar yang ada,” kata Bobby Nasution saat hadir dalam Acara Perayaan HUT PUD Pasar Kota Medan ke-29 di Gedung Serba Guna TP PKK Kota Medan, Selasa (14/06/2022).

Didampingi Ketua TP PKK Kota Medan Ny Kahiyang Ayu,Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman, unsur Forkopimda Kota Medan, Pimpinan OPD, 

 “Saya selalu bilang, bahwa evaluasi akan dilakukan pada seluruh jajaran. Jadi, lakukan tugas-tugas yang menjadi target capaian. Kalau ingin melakukan penertiban, haruslah ada solusinya. Pedagang yang ada di dalamnya haruslah dilayani oleh PUD Pasar, sebab yang mereka inginkan adalah perputaran ekonomi yang lebih baik,” tegasnya mengingatkan.

Bobby Nasution selanjutnya meyakini, PUD Pasar saat ini bisa membenahi persoalan yang ada di pasar-pasar Kota Medan. “Bukan tidak concern pada pasar, tapi jika nanti saya turun langsung, itu artinya saya tengah melakukan evaluasi yang mendalam. Jadi, mohon agar seluruh jajaran PUD Pasar bantu direksinya,” imbuhnya.

Kolaborasi untuk mencapai inovasi perlu kembali dihadirkan lagi di 53 pasar yang ada di Kota Medan. Hal yang dapat dilakukan, sambung Bobby, dengan mengikuti perkembangan zaman lewat sistem digitalisasi yang perlu untuk dimassifkan.

 “Penggunaan digitalisasi ini bisa memaksimalkan pendapatan asli daerah (PAD) kita. Lalu, memaksimalkan monitoring terkait transaksi pergerakan ekonomi. Saya ingin ini lebih dimasifkan dan harus punya target hingga akhir tahun berapa pasar yang akan bertambah dalam penggunaan digitalisasi. Jangan hanya sekadar seremonial dan tidak ada keberlanjutannya,” harap Bobby.

Pria 31 tahun tersebut juga minta dan menginginkan agar dalam waktu satu atau dua bulan ke depan, pasar di Kota Medan bisa jadi penghasil maggot. “Daripada sampah hasil pasar terbuang, lebih baik dimanfaatkan. Itu bisa jadi inovasi yang dikembangkan,” pungkasnya.(fit)