DPRD Medan Minta Kapolrestabes Bersikap Tegas Tutup Lokasi Judi -->

Advertisement


DPRD Medan Minta Kapolrestabes Bersikap Tegas Tutup Lokasi Judi

Jumat, 01 Oktober 2021

 


Medan | SNN 
- Kalangan DPRD Kota Medan mengapresiasi Walikota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution menunjukkan komitmennya memberantas perjudian di Kota Medan. Ketika ada laporan dari masyarakat, Bobby Nasution langsung gerak cepat menutup lokalisasi perjudian, yakni di Kecamatan Medan Selayang, beberapa waktu lalu.

“Kita sangat mengapresiasi gerakan cepat dan tegas Walikota Medan, yang langsung menutup lokasi judi usai menerima aspirasi dari warganya. Gerakan dan sikap tegas ditunjukkan Walikota Medan ini secara tidak langsung juga merupakan pukulan lembut terhadap Kapolrestabes Kota Medan,”tegas Ketua Komisi 1 membidangi Hukum dan Pemerintahan DPRD Kota Medan, Rudianto Simangunsong, Jumat (01/10/2021).

Rudianto menegaskan sikap cepat dan tegas menutup lokasi judi tersebut seharusnya dijalankan oleh pihak kepolisian. Sebab selama ini laporan masyarakat di berbagai daerah sangat resah dengan menjamurnya berbagai permainan judi di kawasan pemukiman warga

Diantaranya berdasarkan laporan diperoleh wartawan sejumlah lokasi judi yang terkesan bebas beroperasi di Kota Medan, diantaranya di disebut-sebut berada di Gedung Yanglim Plaza Medan yang dengan inisial namanya yakni GC dan pengolalanya JN. Selain di gedung itu, judi GC dengan pengelola JN juga dikabarkan bebas beroperasi di kawasan Asia Mega Mas, Krakatau hingga wilayah Danau Singkarak.

“Kita berharap sikap tegas Walikota Medan tersebut menjadi momentum awal menjadikan Kota Medan bersih dari segala aksi permainan judi, yang belakangan ini sangat meresahkan warga,”kata politisi PKS ini.

Untuk itu, Rudianto meminta kepada Kapolrestabes Medan agar melanjutkan sikap cepat dan tegas Walikota Medan yang langsung mendatangi lokasi judi dan menutupnya. “Apalagi yang ditunggu pihak kepolisian, pengaduan dari warga sudah sering dilakukan akibat maraknya judi. Kini walikota Medan langsung yang beraksi, maka harus dilanjutkan oleh Kapolrestabes Medan sesuai SOP dirinya sebagai aparat kepolisian,”ucapnya.

“Kadang beribu kata-kata tidak cukup buat seseorang merasa terpukul dan tergerak. Namun lewat aksi dan tindakan, yang dilakukan Walikota Medan, hendaknya menyadari aparat kita agar bertindak sesuai SOP dan amanah yang diemban,”imbuhnya.(torong/nur)