Catatan Sejarah Partai Golkar Sumatera Utara -->

Advertisement


Catatan Sejarah Partai Golkar Sumatera Utara

Minggu, 31 Oktober 2021

 


Medan | SNN -
 Saya orang baru di Politik,terlebih di Partai Golkar. Sebagai orang baru, tentu tak banyak saya paham. Baik soal Politik, Partai Golkar dan sejarahnya. Minggu,(31/10/2021).

Lain hal ketika berbicara soal hukum, terutama ‘hukum’ di lingkungan Kepolisian. Saya sangat paham. Yang memutar-balikannya pun saya paham. Bisa salah jadi benar, yang benar jadi salah. Karena saya nyaris khatam di dunia itu. Tutur Wartawan Senior.

Tapi tidak dengan Politik. Saya nyaris tak paham,  saat ini baru belajar memahami. Apa lagi untuk tahu sejarah, sungguh masih harus belajar banyak. Pun begitu, saya berani menuliskan, bahwa walau baru seumur jagung di Politik, Ketua DPD I Partai Golkar Musa Rajekshah, sedang mengukir sejarah. Mencatat sejarah yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Semua  kader patut berbangga. Megahnya kantor Partai Golkar Sumut di Jalan Sudirman, satu diantara catatan yang luar biasa itu.

BERANI ‘MAIN PANJANG’ KARENA DERMAWAN

Apa yang dilakukan Musa Rajekshah, dengan terus berkegiatan sosial menimbulkan pertanyaan. Lebih dari itu, meyakini apa yang dilakukan Musa Rajekshah adalah salah. Berani ‘Main Panjang’. Tak banyak yang tahu, bahwa Musa Rajekshah mewarisi seluruh sifat Alm H Anif. Jiwa kedermawanannya, jiwa petarung dipadu dengan jiwa sosial.

Maka tak heran, jika sejak dilantik sebagai Ketua Partai Golkar Sumut, kegiatan sosial terus digeber. Tak pernah berhenti bakti sosialnya setiap minggu. Salah? Saya yakin tidak, karena saya nyaris paham siapa sesungguhnya Musa Rajekshah. ‘Pelurunya’ tak akan habis. Karena niatnya bukan politik, tapi ibadah. Niat sedekah, bukan cari pamrih. Lalu, adakah orang bersedekah salah? Tentu tidak.

Selain tak salah, apa yang dilakukan Musa Rajekshah benar 100 persen. Maka dari itu, sejak awal memegang kendali partai berlambang beringin ini, dia meminta kadernya jangan berbuat saat membutuhkan rakyat saja. Berbuat terus hingga akhir khayat, pesannya. Bersedekah tak membuat kita miskin. Itu berkali-kali disampaikannya.

Karena keyakinannya itu, apa yang diragukan orang atas ‘main panjang’nya bagi saya adalah tafsiran yang keliru. Dia melakukan ‘main panjang ‘ karena dia memang dermawan, bukan karena tidak perhitungan. Musa Rajekshah adalah aset Sumut yang sangat jeli dalam berhitung, sekecil apapun. Jadi, jangan pernah ragu atas ‘main panjang ‘nya.

Suatu ketika saya pernah mengusulkan sebuah permainan kepada suami Sri Ayu Mihari ini. Saat itu, kami berbicara lewat sambungan telephon. Hanya dalam hitungan detik dia membalas usul saya, dengan logika yang sangat saya terima. Sosok tokoh muda nan energik ini sungguh penuh perhitungan, walau dalam kancah politik terbilang seumur jagung. Tapi, Musa Rajekshah sudah sangat banyak mencatatkan sejarah, tutup Beliau. (torong)