Kapoldasu Dan Walikota Medan Tinjau Vaksin Covid 19 Tahap 2 -->

Advertisement


Kapoldasu Dan Walikota Medan Tinjau Vaksin Covid 19 Tahap 2

Senin, 06 September 2021

 


Medan |SNN - Kapolda Sumut meninjau langsung pelaksanaan Vaksinasi Mahasiswa Dosis II dengan tema Sinergitas Mahasiswa dan Polri dalam Penanggulangan Covid-19 Bertempat di Universitas Muslim Nusantara (UMN Al-Washliyah). Senin (06/09/2021)

Kedatangan Kapoldasu bersama PJU di sambut Rektor dan para mahasiswa/i UMN Al- Washliyah Medan. Vaksinasi Dosis II ini adalah kelanjutan dari vaksinasi I dengan jumlah Mahsiswa/i UMN Al-Washliyah Medan yg akan di vaksinasi sebanyak 1.650 dosis dengan Vaksinator Relawan sebanyak 20 orang.

Irjen Panca mengatakan Kita harus bekerjasama dan berkoloborasi dengan teman – teman mahasiswa untuk membantu meningkatkan Vaksinasi dalam rangka pelaksanaan percepatan Vaksinasi dalam mendukung program pemerintah.

Ia juga mengatakan Secara umum pelaksanaan Vaksinasi Presisi ataupun Vaksinasi Pemerintah kita berada diperingkat pertama khususnya di Pemko Kota Medan.

“Terimakasih kepada Pak Rektor serta taman – teman mahasiswa yang sudah ikut membantu dalam mensukseskan pelaksanaan Vaksinasi harapannya adalah agar kita bisa hidup normal kembali seperti sedia kala, jangan lupa untuk tetap menjaga kesehatan, Prokes jangan sampai kendor dan berdoa kepada Tuhan semoga Pandemi segera berakhir” ucapnya.

Tinjau Vaksinasi di UMN, Bobby Nasution : Capaian Target Vaksinasi di Medan sudah diatas 35 Persen

Pencapaian Vaksin di Kota Medan sudah mencapai 35 persen lebih. Jumlah ini sudah diatas standar nasional untuk program vaksinasi, karena capaian yang diminta Pemerintah Pusat untuk vaksinasi di daerah 35 persen. Capaian Vaksinasi tersebut merupakan dosis satu dan dosis dua, untuk dosis satu saja per hari ini sudah 40 persen.

"Standar nasional vaksinasi untuk didaerah 35 persen,hal ini disampaikan Menko Perekonomian dalam Rakor, Untuk Medan saat ini sudah diatas 35 persen," Kata Wali Kota Medan Bobby Nasution ketika meninjau pelaksanaan Vaksinasi dosis kedua bagi mahasiswa yang digelar BEM Sumut bersama Polri di Universitas Muslim Nusantara, Jl. Garu II A, kelurahan Harjosari II, Kecamatan Medan Amplas, Senin (6/9). Hadir dalam peninjauan Vaksinasi ini Kapoldasu Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak, Rektor UMN Al-Washliyah Dr KRT H Hardi Mulyono Surbakti MAP, mewakili Pangdam I/BB, Plt Kadis Kesehatan dr Mardohar Tambunan dan Kadis Pendidikan, Adlan.

Dikatakan Bobby Nasution, sampai dengan saat ini vaksinasi skala mikro yang digelar di berbagai wilayah di kota Medan masih berlangsung. Selain itu Vaksinasi juga digelar jajaran TNI-Polri bahkan sampai di tingkat Polsek, ini kita kombain untuk mencapai target Vaksinasi. Bobby Nasution menambahkan dari 80 Faskes yang ada kita hanya mengoperasikan 41 Faskes, hal ini dikarenakan jumlah stok vaksin yang ada di kota Medan.

"Saat ini vaksin tersedia hanya 26 ribu, jika seluruh faskes dioperasikan maka per hari akan menghabiskan 16 ribu vaksin, dan dalam dua hari stok vaksin akan habis. Ini yang kita hindari makanya hanya 41 Faskes yang dioperasikan," Jelas Bobby Nasution.

Selanjutnya Bobby Nasution mengungkapkan perkembangan kasus Covid-19 di kota Medan beberapa minggu ini sudah menurun, namun untuk keluar dari status PPKM level 4 harus mendapatkan izin dari Pemerintah Pusat. Artinya selain penurunan kasus Covid-19 ada beberapa faktor yang membuat kota Medan masih status PPKM level 4, salah satunya tingkat mobilitas masyarakat dari kabupaten atau kota di disekitar Kota Medan. "Ini juga yang menjadi penilaian Pemerintah Pusat, sehingga untuk perpanjangan PPKM level 4 itu keputusan Pemerintah Pusat, jadi kami masih menunggu" Ungkap Bobby Nasution.

Bobby Nasution juga menjelaskan untuk penanggulangan Covid-19, Pemko Medan saat ini terus melakukan 3 T, khususnya tracing dan testing ditargetkan  23 ribu dilakukan per harinya. Untuk mencapai target ini Pemko Medan telah berkoordinasi dengan Klinik atau rumah sakit yang melakukan Swab PCR maupun Swab Antigen agar datanya masuk ke Kota Medan. Selain itu Pemko Medan juga akan memperhatikan anak-anak yang sudah yatim piatu dikarenakan orang tuanya meninggal akibat Covid-19.

"Dinas terkait telah melakukan pendataan, ada sekitar 300 anak yang menjadi yatim piatu karena orang tuanya meninggal dunia akibat Covid-19, ini kami akan memperhatikan dan memberikan bantuan kepada mereka. Artinya tidak hanya materi yang diberikan, bentuk perhatian untuk mentalnya juga diberikan," sebut Bobby Nasution.(fit/arjuna)