Staf Ahli Tak Jelas, Ketua Pansus RTRW Kecewa -->

Advertisement

Staf Ahli Tak Jelas, Ketua Pansus RTRW Kecewa

Selasa, 23 Juni 2020

Medan | SNN - Ketua Panitia Khusus (Pansu) Rancangan Tata Ruang Wilayah (RTRW) dibuat 'meradang', staf ahli yang seharusnya mendampingi pansus RTRW untuk mencatat dan memberikan masukan terkait pembahasan Ranperda Revisi RTRW tidak nampak batang hidungnya dalam rapat lanjutan pembahasan Ranperda Revisi Perda RTRW yang dilaksanakan di ruang Rapat Badan Anggaran, Selasa (23-06-2020) petang.

Rapat pansus yang menghadirkan Tim Badan Perencanaan Pemmbangunan Daerah (BAPPEDA) Pemko Medan dan Bagian Hukum Pemko Medan semula berlangsung alot. Sejumlah anggota Pansus RTRW tampak kesal karena setiap jawaban yang diberikan Tim BPPEDA dinilai tidak fokus dan bertele tele. Rapat yang berlangsung selama hampir 3 jam ini terlihat hanya berdebat kusir.

Kekesalan Ketua Pansus RTRW Dedy Aksyari Nasution memuncak saat salah seorang anggota Pansus RTRW, Edwin Sugesti menyampaikan pendapatnya. "Ketua izin, apakah rapat ini dicatat, kita ingin pembahasan ini punya progres  dan masing-masing tahap bisa kita ketahui sudah sampai di mana," ucap Edwin.

Menanggapi pendapat tersebut, Dedi Aksyari memanggil staf pansus. "Kita tidak tahu, apakah rapat ini di catat, apakah sudah dicatat Bu Lela," tanya Dedi.

Dedi kemudian mempertanyakan kehadiran staf ahli di Pansus RTRW. "Saya lihat staf ahli juga baru satu, si Melda saja yang nampak," ungkapnya.

Dalam rapat tersebut, Dedi mengaku Pansus RTRW tidak tahu siapa Staf Ahli yang ditempatkan di Pansus RTRW. "Sampai hari ini, kita tidak tahu siapa saja staf ahli yang ditempatkan di sini (pansus RTRW-red)," jelasnya.

Melihat hanya satu orang staf ahli yang hadir, Dedi mengancam jika rapat mau dibuat main-main pansus siap membahasnya dengan main-main. "Kita mau staf ahli seluruhnya hadir. Kalau mau membuat rapat ini main-main, kita buat main-main," ungkapnya seraya mengatakan bahwa sampai saat ini terkait pemilihan staf ahli pansus tidak berdasarkan keinginan Pansus.

Tidak hanya itu, buruknya penjelasan Tim BAPPEDA Pemko Medan dan tidak adanya tim ahli di rapat Pansus, Paul Mei Anton Simanjuntak menilai rapat pansus tidak menghasilkan apa-apa.

"Saya lihat rapat ini sudah dilaksanakan beberapa kali, namun hasilnya nol," ungkapnya.

Rapat yang berlangsung hingga pukul 17.05 ini akhirnya ditutup dan akan dilanjutkan kembali menunggu penjadwalan di Badan Msyawarah.(torong/zul)