Pemko Medan Diminta Maksimalkan Serapan Anggaran P-APBD 2019

Advertisement

Pemko Medan Diminta Maksimalkan Serapan Anggaran P-APBD 2019

Rabu, 06 November 2019

Medan | SNN -  Pemko Medan diharapkan dapat memaksimalkan penyerapan anggaran setiap program kegiatan yang telah disetujui dalam P-APBD 2019. Tidak perlu ragu menggunakan anggaran yang sudah disetujui, meskipun Kota Medan hanya dipimpin pelaksana wali kota," ujar Ketua Sementara DPRD Medan Hasyim SE kepada wartawan, Rabu (06-11-2019) di ruang kerjanya.

Menurutnya, pekerjaan berbagai program pembangunan yang sudah disetujui dalam P-APBD pengerjaannya harus dipercepat, tidak perlu menunggu. Apalagi proyek yang dikerjakan bersentuhan langsung ke masyarakat seperti infrastruktur, pendidikan dan perhubungan.

"Semua harus berjalan, jangan berhenti. Diharapkan tidak ada Silpa dan realisasinya minimal 90 persen," ujar Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Medan ini.

Apalagi, kondisi di lapangan terlihat banyak pekerjaan yang belum berjalan. "Jadi nanti setelah Alat Kelengkapan Dewan (AKD) terbentuk, akan kita lihat capaian Pemko Medan untuk triwulan terakhir. Ini harus disampaikan secara lengkap agar kita tahu apa yang mereka kerjakan," pungkasnya.

Anggota F-Gerindra DPRD Medan Mulia Syahputra Nasution SH yang ditemui terpisah mengatakan, proyek pembangunan jangan terhambat walaupun ada kasus hukum yang menjerat Wali Kota Medan.

"Jangan ada yang terhambat dengan adanya kasus yang ditangani KPK saat ini. Karena dilihat di lapangan banyak OPd ketakutan menggunakan anggaran," ujarnya.

Bahkan ia mengkhawatirkan, P-APBD 2019 tidak bisa terserap maksimal dengan kondisi sekarang. Banyak pekerjaan yang terbengkalai. "Lihat saja di lapangan, banyak pekerjaan terhenti khususnya infrastruktur. Tidak diketahui pastinya kenapa, namun ini sama saja dengan menghambat pembangunan dan dikhawatirkan, anggaran yang sudah dialokasikan, tidak terserap maksimal,” ujarnya seraya menambahkan, akibatnya, masyarakat yang berpartisipasi menyumbang PAD Kota  Medan mengalami kerugian dengan tidak bisa menikmati hasil pembangunan. (t/fit)