Wakil Walikota Akhyar Pembicara Dalam Dialog Seskoad

Advertisement

Wakil Walikota Akhyar Pembicara Dalam Dialog Seskoad

Senin, 22 Juli 2019

Medan | SNN - Wakil Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi memaparkan berbagai hal terkait Kota Medan dihadapan para Perwira Sekolah Staf Komando Angkatan Darat (Seskoad) di Markas Kodim 0201/BS, Jalan Pengadilan, Senin (22-07-2019). Kehadiran sejumlah perwira tersebut dalam rangka melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Lapangan Dalam Negeri (KKLDN) di wilayah Sumut.

Dalam pemaparannya, Wakil Wali Kota menyampaikan gambaran singkat mengenai Kota Medan yang terdiri dari 21 kecamatan, 151 kelurahan, 2001 lingkungan dengan luas wilayah mencapai 265,1 km². Sedangkan untuk jumlah penduduk yang tinggal sebanyak 2,4 jiwa dengan arus komuter lebih dari 500 ribu. Namun, ungkap Wakil Wali Kota dengan jumlah penduduk yang banyak dan heterogen, masyarakat Kota Medan tetap hidup dalam bingkai keberagaman.

‘’Kota Medan memiliki struktur demografi yang sangat beragam dan multikultural. Hal tersebut adalah modal dasar bagi masyarakat dalam menjalin komunikasi dan interaksi dengan antar sesama. Terlebih Kota Medan dianggap sebagai miniaturnya Indonesia karena hampir seluruh suku dan agama di Indonesia ada di sini. Namun boleh dikatakan kondisi Kota Medan senantiasa kondusif dan jarang terjadi konflik horizontal. Sebab masyarakat menyadari bahwa kenyamanan dan ketentraman merupakan suatu kebutuhan dan menjunjung tinggi nilai toleransi,’’ kata Wakil Wali Kota.

Dalam dialog yang mengusung tema ‘’Peran Suatu Komando Kewilayahan Dalam Menciptakan Kondisi Sosial, Politik Dan Keamanan Yang Kondusif Pasca Pemilu 2019 Guna Mencegah Disintegrasi Bangsa’’ selain Wakil Wali Kota, Dandim 0201/BS Kol Inf Yuda Rismansyah dan Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto juga turut bertindak sebagai pembicara. Diharapkan, berbagai materi yang disampaikan dapat memberi informasi dan pemahaman terkait kondisi Kota Medan kepada para perwira yang hadir.

Selanjutnya, Wakil Wali Kota menyampaikan selama Pemilu 2019, Kota Medan juga tidak luput dari ancaman provokasi yang bersumber dari pihak-pihak yang tidak bertanggung yang menyinggung isu suku, agama, ras dan antar golongan (SARA). Menyikapi hal tersebut, Wakil Wali Kota mengungakpakan bahwa lurah, Babinsa serta Bhabinkamtibmas di Kota Medan senantiasa bersinergi untuk mencegah terjadinya hal-hal yang dapat merugikan semua pihak.

"Isu SARA menjadi isu hangat yang kerap menerpa masyarakat. Namun, kehadiran lurah dibantu Babinsa dan Bhabinkamtibmas memiliki peran penting dalam menciptakan suasa aman dan nyaman bagi masyarakat. Apalagi potensi terjadinya konflik sosial di Kota Medan cukup besar. Namun, ikatan sosial masyarakat juga berperan aktif menciptakan iklim kehidupan yang harmonis,’’ ungkapnya.

Sementara itu, Dirbindik Seskoad Kolonel Arm Tri Wibawa mengatakan bahwa kedatanggan bersama sejumlah perwira ke Sumut khususnya Kota Medan adalah dalam rangka melaksanakan kegiatan KKLDN sekaligus menggali informasi terkait kondisi Kota Medan pasca Pemilu 2019.

‘’Kita baru saja menggelar Pemilu 2019. Namun kita bersyukur Indonesia tetap kondusif dan aman. Oleh karenanya, kedatangan kami hari ini bertujuan untuk mengetahui peran serta seluruh prajurit dalam menciptakan kondisi sosial politik yang aman guna mencegah disintegrasi bangsa. Nantinya hasil KLLDN ini akan kami jadikan bahan kajian dalam seminar nasional pada November mendatang. Kami juga turut mengucapkan terima kasih kepada semua pihak atas dukungan terhadap kegiatan KKLDN termasuk kepada Pemko Medan,’’ kata Kol Arm Tri.(torong/fit)