Ketika Mobil Asal Luar Negeri Tak Lagi Berguna di Sabang - SNN | Suara Nasional News

Hot


Sabtu, 25 November 2017

Ketika Mobil Asal Luar Negeri Tak Lagi Berguna di Sabang

Sabang | Indonesia Berkibar News  - Beberapa tahun lalu mobil Sabang, yang didatangkan dari luar negeri menjadi incaran bagi yang berkantong tebal, yang ingin memiliki mobil mewah asal negara Singapura namun, kini setelah mobil-mobil tersebut tidak mendapat kouta untuk keluar dari Sabang, mibil itu pun tak lagi berguna.

Setiap orang yang baru menginjak kakinya di Sabang, pasti teperangak matanya melihat sejumlah mobil mewah yang terpakir dihalaman rumah warga, gudang tua bahkan dikebun kelapa. Moibil-mobil tersebut bukan dikarenakan rusak sehingga, tidak dijalankan oleh pemiliknya tetapi sebabkan, tidak ada izin (kouta) guna pengurusan surat-suratnya.

“Saya setelah beli beberapa unit mobil asal Singapura itu, banyak yang sudah saya jula kembali karena tidak bisa mengurus surat-suratnya. Bahkan, kini satu unit mobil saya tidak lagi terpakai sampai-sampai ada hewan yang menjadi sebagai tepat berkembang biak”., kata Abdullah kepada SNN Sabtu (25-11-2017) di Sabang.

Menurut Abdullah, mobil-mobil Sabang yang kini tersisa tidak ada harapan lagi untuk dapat keluar dari Sabang. pasalnya, tidak mungkin lagi kouta dari kementerian terkait dikeluarkan maka, kini yang tersisa itu sudah tidak  berguna lagi.

“Mana m ungkin mobil yang tersisa itu bisa keluar lagi, karena depertemen terkait dipastikan tidak akan mengeluarkan surat izin atau kouta, untuk pengurusan keluar daei Sabang ke daratan Aceh/pabean”., ujarnya.

Seperti diketahui beberapa tahun lalu ribuan mobil bekas/bukan baru asal negara Singapura masuk ke Sabang, namun yang disayangkan mobil-mobil yang tergolong mewah tersebut, tidak seluruhnya mendapat surat izin/kouta untuk keluar dari Sabang.

Ada ratusan mobil yang terpaksa harus dijadikan barang rongsokan atau dijual kiloan, selin itu masih banyak mobil yang terparkir bagaikan barang pajangan. Ironisnya lagi, akibat tidak dioperasikan sejumlah mobil mewah itu, rusak dimakan usia disebabkan terkena panas mata hari dan terkena hujan bertahun-tahun. Sehingga pemiliknya harus membiarkan mobil tersebut, rusak termakan masa.(jal/torong)