TPT Tanjungbalai Turun Jadi 3,81 Persen, Wali Kota Paparkan Strategi dan Inovasi Penanggulangan Pengangguran -->

TPT Tanjungbalai Turun Jadi 3,81 Persen, Wali Kota Paparkan Strategi dan Inovasi Penanggulangan Pengangguran

Rabu, 01 April 2026




Tanjungbalai | SNN - Wali Kota Mahyaruddin Salim, memaparkan capaian dan strategi penurunan tingkat pengangguran terbuka (TPT) Kota Tanjungbalai yang menunjukkan tren positif. Pada tahun 2025, TPT tercatat sebesar 3,81 persen, menurun dibandingkan tahun 2024 yang berada di angka 4,08 persen.


“Meski TPT itu berada sedikit di atas rata-rata provinsi dan nasional 4,74 persen, namun tren penurunan yang terjadi menunjukkan arah yang positif dan konsisten yang cukup signifikan,” ujar Mahyaruddin saat mengikuti presentasi kinerja kepala daerah di hadapan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui zoom meeting, Rabu (01/04/2026), di Command Center Dinas Kominfo Tanjungbalai.


Ia menjelaskan, tren penurunan TPT telah berlangsung dalam beberapa tahun terakhir, yakni dari 6,75 persen pada 2020, 6,59 persen (2021), 4,62 persen (2022), 4,47 persen (2023), 4,08 persen (2024), hingga turun menjadi 3,81 persen pada 2025.


Menurutnya, dengan jumlah penduduk mencapai 190.135 jiwa, angkatan kerja sebanyak 99.593 jiwa, dan tingkat partisipasi kerja 73,02%, Tanjungbalai yang bukan kota industri lebih bertumpu pada sektor jasa dan perdagangan. Oleh karena itu, penanganan pengangguran difokuskan pada penguatan ekonomi kreatif juga UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) secara terarah serta terintegrasi.


Sebagai bentuk komitmen, Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungbalai menetapkan isu pengangguran sebagai prioritas strategis dalam RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) 2025–2029, melalui perluasan kesempatan kerja serta peningkatan kualitas tenaga kerja, termasuk pelatihan dan pemagangan.


Sejumlah langkah konkret telah dilakukan, antara lain revitalisasi sektor jasa dan perdagangan, penguatan UMKM melalui pelatihan, bantuan peralatan, akses pasar, serta perluasan program magang juga sertifikasi kompetensi, khususnya bagi lulusan SMK.


Selain itu, Pemko juga menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, seperti Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Medan, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Tanjungbalai, serta menggelar job fair (bursa kerja) ketenagakerjaan dan program link and match dengan enam SMK di Tanjungbalai. Upaya lainnya meliputi penyediaan lahan kawasan industri bagi investor serta penanganan sedimentasi Sungai Asahan juga Sungai Silau.


Pada 2025, Pemko Tanjungbalai juga menggandeng sejumlah lembaga pelatihan kerja swasta (LPKS) seperti Swadaya Training Center, Mandiri Kursus, Vijaya Learning Center, Papindo Education Center, Royal Skill Training, Melda Salon Training Center dan Sumi Garmen dengan total serapan tenaga kerja mencapai 1.180 orang.


Dari sisi inovasi, Dinas Ketenagakerjaan mengembangkan Sistem Informasi Ketenagakerjaan Kota Tanjungbalai (SIKAT) yang dapat diakses melalui "sikat.tanjungbalai.go.id" secara daring (dalam jaringan). Platform ini menyediakan informasi lowongan kerja lokal hingga luar negeri, program pemagangan, serta layanan peningkatan produktivitas tenaga kerja.


Ke depan, pemerintah menargetkan peningkatan jumlah peserta pelatihan dan penempatan kerja secara bertahap hingga 2027.


Wali Kota menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menekan angka pengangguran. “Dengan kolaborasi yang kuat, kami optimistis dapat menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” katanya.


Ia juga menambahkan, berbagai kebijakan strategis seperti kemudahan perizinan bagi industri padat karya, stimulus kewirausahaan, serta penyusunan Rencana Tenaga Kerja Daerah (RTKD) akan terus diperkuat.


“Dengan upaya itu, TPT tahun 2029 kami targetkan bisa terus mengalami penurunan,” pungkasnya.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah, Nurmalini Marpaung, Asisten Administrasi dan Umum, Walman Riadi P Girsang, Kadis Koperasi, UKM, dan Tenaga Kerja, Agus Salim, serta pimpinan OPD terkait.(ans)