Gema Takbir Berkumandang, Ribuan Warga Tanjungbalai Bersatu di Alun-Alun, Merayakan Kemenangan dengan Kebersamaan -->

Gema Takbir Berkumandang, Ribuan Warga Tanjungbalai Bersatu di Alun-Alun, Merayakan Kemenangan dengan Kebersamaan

Sabtu, 21 Maret 2026



Tanjungbalai | SNN - Pagi itu, gema takbir berkumandang, langit di atas Alun-Alun Sultan Abdul Jalil Rahmadsyah Kota Tanjungbalai tampak cerah. Sejak matahari belum sepenuhnya tinggi, ribuan warga sudah berdatangan. Dengan busana terbaik, keluarga demi keluarga melangkah bersama, memenuhi setiap sudut lapangan untuk menunaikan Salat Idulfitri 1447 H/2026 M, Sabtu (21/03/2026).


Suasana hangat terasa begitu kuat. Anak-anak berjalan di samping orang tua mereka, sebagian menggenggam tangan dengan erat. Di antara kerumunan, sapaan dan senyum saling bertukar, menciptakan nuansa kebersamaan yang khas di hari kemenangan.


Tepat pukul 07.30 WIB, salat Idulfitri dimulai. Bertindak sebagai khatib, Al Ustad Dr. H. Muhammad Fadhil Sudiro menyampaikan khutbahnya, sementara imam, Fitri As’Ary memimpin jalannya salat dan bilal, Abdurrahman membantu pelaksanaan ibadah yang berlangsung khidmat.


Di tengah lautan jamaah, tampak Wali Kota Tanjungbalai, Mahyaruddin Salim hadir bersama Ketua TP PKK, Mashandayani Mahyaruddin. Wakil Wali Kota, Muhammad Fadly Abdina juga turut mendampingi, bersama unsur Forkopimda, Ketua DPRD, Tengku Eswin, pimpinan instansi vertikal, serta jajaran OPD.


Usai salat, suasana hening berganti dengan gema takbir yang perlahan mereda. Dalam momen itulah, Wali Kota Mahyaruddin Salim menyampaikan pesan yang menekankan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman.


“Sebagai Wali Kota Tanjungbalai, saya mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan, toleransi, dan semangat gotong royong dalam membangun kota yang kita cintai ini. Perbedaan yang ada di tengah masyarakat hendaknya menjadi kekuatan untuk saling melengkapi, bukan menjadi sumber perpecahan,” ujarnya.


Ia mengingatkan, Hari Raya Idulfitri bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga tentang kembali kepada fitrah—membersihkan hati dan memperbaiki hubungan dengan sesama.


“Mari kita jadikan Idulfitri ini sebagai momentum untuk saling memaafkan, membersihkan hati dari segala prasangka dan dendam, serta memperkuat ukhuwah islamiyah. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Tanjungbalai atas dukungan dan partisipasinya dalam menjaga ketertiban, keamanan, dan keharmonisan selama bulan ramadhan hingga hari raya ini,” lanjutnya.


Bagi banyak warga, momen ini menjadi puncak dari perjalanan spiritual selama sebulan penuh. Wali Kota pun menegaskan makna kemenangan yang sesungguhnya.


“Hari ini adalah hari kemenangan bagi kita semua, setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa di bulan suci ramadan. Kemenangan ini bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga kemenangan dalam menahan hawa nafsu, memperbanyak amal ibadah, serta meningkatkan kepedulian sosial terhadap sesama,” ungkapnya.


Lebih jauh, ia mengajak masyarakat menjadikan Idulfitri sebagai awal yang baru—bukan sekadar akhir dari Ramadan.


“Idulfitri mengajarkan kita untuk kembali kepada fitrah, menjadi pribadi yang lebih sabar, lebih ikhlas, dan lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. Momentum ini hendaknya kita jadikan sebagai titik awal untuk memperbaiki diri, mempererat silaturahmi, serta memperkuat persatuan dan kesatuan di tengah masyarakat,” tambahnya.


Di tengah suasana penuh haru dan kebersamaan, Wali Kota juga mengingatkan bahwa tantangan ke depan tidaklah ringan.


“Ke depan, tantangan pembangunan akan semakin kompleks. Oleh karena itu, mari kita bersama-sama meningkatkan kualitas diri, bekerja dengan penuh serta berkontribusi positif bagi keikhlasan, kemajuan Kota Tanjungbalai,” tegasnya.


Menutup sambutannya, ia menyampaikan ucapan yang menjadi penanda kebersamaan di hari raya.


“Atas nama Pemerintah Kota Tanjungbalai dan pribadi, saya mengucapkan Taqabbalallahu Minna wa Minkum, Minal Aidin wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin," pungkas Wali Kota.


Pagi itu, bukan sekadar salat berjamaah yang terselenggara. Di Alun-Alun Sultan Abdul Jalil Rahmadsyah, ribuan warga Tanjungbalai merayakan lebih dari sekadar kemenangan—mereka merayakan kebersamaan, harapan, dan semangat baru untuk melangkah ke depan bersama.(ans)