Wali Kota Mahyaruddin Safari Ramadan di Masjid Nurul Ikhwan, Sampaikan Program Prioritas Penataan Kota -->

Wali Kota Mahyaruddin Safari Ramadan di Masjid Nurul Ikhwan, Sampaikan Program Prioritas Penataan Kota

Senin, 23 Februari 2026





Tanjungbalai | SNN - Wali Kota Mahyaruddin Salim didampingi Wakil Wali Kota Muhammad Fadly Abdina menghadiri Safari Ramadan 1447 Hijriah Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungbalai, di Masjid Nurul Ikhwan, Kelurahan Pantai Johor, Kecamatan Datuk Bandar, Senin (23/02/2026) malam.


Kegiatan yang dirangkaikan dengan salat Isya dilanjut Tarawih berjemaah itu dimanfaatkan Wali Kota untuk menyampaikan pesan keagamaan bahwa Bulan Suci Ramadan bukan sekadar ritual tahunan, melainkan momentum pembinaan diri serta merupakan ruang peningkatan kualitas spiritual dan penguatan karakter. Ia juga sampaikan program prioritas penataan Kota Tanjungbalai.


“Di dalamnya terdapat anjuran untuk memperbanyak ibadah salat tarawih, membaca Al-Qur’an, memperluas sedekah dan infak, serta berbagai amal kebajikan lainnya. Karena itu, sangat disayangkan apabila bulan penuh keberkahan ini tidak kita manfaatkan secara optimal,” ujarnya.


“Marilah kita panjatkan puji dan syukur sudah sampai kita ke-6 Ramadan saat ini. Kami dari Pemerintah Kota Tanjungbalai sejak dilantik hingga sekarang terus melaksanakan kegiatan gotong royong dalam bagian dari salah satu program prioritas penataan Kota Tanjungbalai yang bersih, indah, nyaman dan terhindar dari banjir,” ucapnya lagi.


Mahyaruddin juga menyampaikan permohonan maaf terkait normalisasi drainase di depan masjid. “Tidak ada maksud saya mengganggu jamaah Masjid Nurul Ikhwan untuk beribadah, akan tetapi untuk kebaikan kita semua agar kondisi drainase yang berada di depan masjid ini keberadaannya jauh lebih baik,” sebutnya.


Ia menjelaskan pembongkaran tempat wudhu dilakukan demi penataan yang lebih baik. “Untuk tempat ngambil wudhu yang kita bongkar bukan maksud untuk mengganggu tetapi untuk tujuan terbaik. Kami siap akan membangunkan kembali dengan tempat yang baru dan baik tidak di atas drainase yang ada,” katanya.


Mahyaruddin mengakui tidak semua kebijakan yang diambil mendapat dukungan penuh. “Tentunya tidak semua pihak/elemen masyarakat menyukai kebijakan yang saya ambil. Banyak yang tidak menyukai kebijakan saya sebagai Wali Kota Tanjungbalai, banyak yang bilang tindakan yang ekstrem dan saya mengucapkan maaf kepada masyarakat dan akan terus bekerja memperindah Kota Tanjungbalai ini menjadikan Tanjungbalai EMAS,” ucapnya.


Ia menambahkan, keberhasilan pembangunan membutuhkan dukungan masyarakat. “Berbagai program yang telah, sedang, dan akan kita jalankan hanya akan mencapai hasil maksimal apabila dipahami secara komprehensif oleh masyarakat. Ketika masyarakat memahami arah kebijakan pembangunan, maka dukungan, partisipasi, dan kolaborasi akan tumbuh secara alami. Itulah fondasi utama keberhasilan pembangunan daerah,” tegasnya.


Wali Kota mengajak masyarakat menjadikan nilai Ramadan sebagai landasan perubahan perilaku, termasuk menjaga lingkungan. “Ketakwaan yang kita bangun melalui puasa hendaknya terwujud dalam tindakan nyata, salah satunya menjaga kelestarian lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan serta turut menggiatkan gotong royong, menjaga sungai dan lingkungan kita,” tuturnya.


Ia menegaskan komitmennya bersama Wakil Wali Kota mewujudkan visi Tanjungbalai EMAS (Elok, Maju, Agamais dan Sejahtera).


Dalam kesempatan itu, Wali Kota dan Wakil Wali Kota juga menyerahkan cenderamata dari Pemerintah Kota Tanjungbalai kepada BKM Nurul Ikhwan. Kegiatan turut dihadiri unsur Forkopimda, Ketua DPRD, Tengku Eswin, Sekda, Nurmalini Marpaung, perwakilan TNI-Polri, pimpinan OPD, camat, lurah, tokoh agama, serta jamaah setempat.


Sebelumnya, di awal acara, Ketua BKM Nurul Ikhwan, Rahmadsyah Damanik menyampaikan apresiasi atas kehadiran rombongan Pemko Tanjungbalai dan bantuan berupa voucher Rp5 juta untuk masjid.(ans)