Medan | SNN - Anggota Komisi II DPRD Medan Johannes Maratua Hutagalung pertanyakan keseriusan pihak BPJS Kesehatan Medan terkait peningkatan pelayanan kesehatan terhadap pasien Program Rujuk Balik (PRB) dalam mendapatkan obat. Pasalnya, penunjukan Apotik selaku mitra BPJS Kesehatan dinilai monopoli sehingga mempersulit pasien mendapat obat di Apotik yang dihunjuk.
Hal itu disampaikan Johannes Maratua Hutagalung, Selasa (10/02/2026) menyikapi peningkatan pelayanan kesehatan bagi pasein berobat gratis pengguna BPJS Kesehatan.
"Disaat Pemko Medan terus berinovasi memberikan pelayanan prima terhadap pasien prasejahtera. Namun, pihak BPJS Kesehatan malah memersulit pasien mendapatkan obat di Apotik," sebut politisi PDI Perjuangan itu.
Kesulitan itu terbukti kata Johannes, pasien PRB diarahkan BPJS Kesehatan ke Apotik sebagai mitra untuk mengambil obat. Parahnya Apotik yang hunjuk selalu sering tutup tidak memberikan pelayanan yang baik," kata Johannes..(torong/nur)
