Cetak Calon Pemimpin di Bidang Pertanahan dan Tata Ruang, STPN Berperan dalam Kemajuan Kementerian ATR/BPN -->

Advertisement


Cetak Calon Pemimpin di Bidang Pertanahan dan Tata Ruang, STPN Berperan dalam Kemajuan Kementerian ATR/BPN

Selasa, 27 September 2022

   


Yogyakarta | SNN  -
 Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) merupakan salah satu perguruan tinggi kedinasan tertua di Indonesia. Memiliki sejarah panjang sebagai perguruan tinggi sejak tahun 1963 dengan nama Akademi Agraria, STPN telah meluluskan ribuan mahasiswa yang kini tersebar di seluruh Indonesia. Pemerintah dalam hal ini Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) berupaya semaksimal mungkin mendorong STPN agar dapat menghasilkan bibit unggul insan pertanahan dan tata ruang. 

Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN, Raja Juli Antoni dalam diskusi yang dihadiri oleh para dosen atau Widyaiswara, para Pejabat Struktural Kepala Unit Perencanaan Akademik, serta para Pejabat Fungsional Tertentu, di Aula STPN, Yogyakarta, pada Selasa (27/09/2022).

Raja Juli Antoni mengatakan, ia melihat peran besar STPN dalam mencetak calon pemimpin di masa depan, khususnya di bidang pertanahan dan tata ruang. Hal ini dikarenakan STPN selalu menjaga kualitas di samping latar belakang para taruna yang bermacam-macam. Untuk itu, ia berpendapat bahwa hal tersebut sangat relevan untuk kemajuan Kementerian ATR/BPN. 

"Maka kita juga harus berpikir jangka panjang, bagaimana untuk menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni dalam bidang pertanahan dan tata ruang, agar dapat menghasilkan inovasi serta pemikiran baru dalam penyelesaian problematika yang ada," ujar Raja Juli Antoni.

Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN lebih lanjut mengatakan, STPN bukan hanya menghasilkan bibit unggul saja, tetapi STPN memiliki peran yang sangat strategis untuk menunjukkan ke arah mana sebenarnya kebijakan besar Kementerian ATR/BPN ke depannya. 

"Bapak dan Ibu semuanya yang hadir saat ini memiliki kesempatan yang besar untuk melakukan riset serta lebih objektif untuk bisa berdiskusi dengan membaca jurnal dari berbagai institusi yang dapat direfleksikan lebih dalam jika dibandingkan STPN dengan Kantor Pertanahan lainnya. Hal inilah yang harus menjadi roh sebuah institusi seperti Kementerian ATR/BPN," ungkap Raja Juli Antoni.

Pada kesempatan yang sama, Ketua STPN, Senthot Sudirman menuturkan jika sesuai dengan arahan dari Menteri ATR/Kepala BPN, setidaknya 20% peserta didik STPN harus menjadi pegawai negeri di Kementerian ATR/BPN. "Maka kami (STPN) membuat kajian bahwa urusan pertanahan hanya diciptakan oleh STPN dan kajian itu sedang kita selesaikan sehingga nanti akan kami bahas. Saya optimistis untuk menindaklanjuti arahan menteri ini dan segera terlaksanakan," tuturnya.(Kementerian ATRBPN/amir torong/irwan)