Ketua Komisi II DPRD Medan Pertanyakan Anggaran Dinas Kesehatan Rp 27 Milyar -->

Advertisement

Ketua Komisi II DPRD Medan Pertanyakan Anggaran Dinas Kesehatan Rp 27 Milyar

Rabu, 15 April 2020

Medan | SNN - Banyaknya petugas medis baik perawat maupun dokter di Kota Medan yang meninggal dunia akibat Alat Pelindung Diri (APD) yang mereka pakai untuk terhindar dari pandemi virus Corona tidak sesuai standart keselamatan yang dikeluarkan WHO. Sehingga kejadian tersebut menjadi catatan buruk bagi dunia kesehatan Kota Medan.

Hal inilah yang membuat Ketua Komisi II DPRD Medan H Aulia Rahcman berang. ”Bagaimana tidak berang, lah anggaran 27 miliar yang dikucurkan kepada Dinas Kesehatan itu sangat besar. Masak APD yang dibagi untuk perawat yang bertugas di Puskesmas Kota Medan berupa jas hujan murahan,” katanya kepada wartawan di ruang Komisi II DPRD Medan, Selasa (14-04-2020).

Kabarnya, sambung Aulia, perawat yang terpapar virus Corona ada bertambah lagi, dan kali ini dari Puskesmas Kecamatan Medan Selayang sebanyak dua orang.
Seharusnya Dinas Kesehatan lebih jeli lagi dan mewanti-wanti untuk melihat daerah mana yang rawan penyebaran Covid-19. Termasuk di Kecamatan Medan Selayang, sehingga virus tersebut tidak tersebar ke Kecamatan lain yang berdekatan.

“Untuk itu Kadis Kesehatan harus lebih memperhatikan para prajurit kesehatan yang menjadi garda terdepan dalam memerangi virus Corona ini. Beri mereka perlengkapan yang baik dan aman, sehingga saat mereka bekerja mereka merasa nyaman. Kalau para perawat diberikan APD yang asal-asalan, itu sama dengan mereka bunuh diri. Dan berikan gaji serta bonus mereka yang besarannya sudah di tetapkan oleh pemerintah Kota Medan,” tegas Politisi Gerindra ini. (torong/zul)