Akhyar: Ingatkan Kami Terus Agar Tetap Amanah -->

Advertisement

Akhyar: Ingatkan Kami Terus Agar Tetap Amanah

Sabtu, 07 Desember 2019


Medan | SNN - Seratusan  jamaah Masjid Jamik di Jalan Karya, Kelurahan Sei Agul Kecamatan Medan Barat  tampak terkejut saat hendak melaksanakan Shalat Maghrib berjamaah, Sabtu (07-12-2019). Sebab, mereka tidak menyangka  Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi hadir beserta sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) untuk ikut melaksanakan Shalat Maghrib berjamaah.

Akhyar mengatakan,kedatangannya bersama beberapa pimpinan OPD dalam rangka untuk mendekatkan diri dengan masyarakat, terutama jamaah Masjid Jamik.

Selain mempererat tali silaturahmi, kedatangannya juga untuk minta masukan sekaligus nasehat agar tetap amanah dalam menjalankan roda pemerintahan di Kota Medan. "Ingatkan lah kami terus agar tetap amanah. Insya Allah dengan selalu diingatkan dan diberi masukan, tugas yang dilakukan tidak akan menyimpang baik dari aturan hukum maupun agama," kata Akhyar.

Akhyar, membangun Kota Medan tidak bisa dilakukan Pemko Medan semata, tetapi harus mendapat dukungan penuh seluruh lapisan masyarakat, termasuk jamaah Masjid Jamik.Dikatakan Akhyar, sekecil apapun bentuk dukungan yang diberikan tentunya sangat besar artinya dalam membantu pembangunan yang dilakukan. Oleh karenanya Akhyar mengharapkan dukungan seluruh jamaah Masjid Jamik.

Akhyar didampingi  Kabag Agama Setdako Medan Adlan serta Camat Medan Barat Rudi F Lubis  selanjutnya memberikan bantuan sebesar Rp.40 juta dari Pemko Medan kepada Ketua BKM Masjid Jamik Muhammad Thamrin Nasution. Akhyar berharap bantuan itu dapat dipergunakan untuk menambah biaya yang digunakan mendukung pembangunan Masjid Jamik yang saat ini tengah berlangsung.

Ketua BKM Masjid Jamik Muhammad Thamrin Nasution usai menerima bantuan dari Pemko Medan tersebut. Menurut Thamrin, bantuan itunya sangat besar artinya guna mendukung percepatan pembangunan Masjid Jamik. Dia mengungkapkan, biaya yang dibutuhkan untuk membangun Masjid Jami sebesar Rp.8 miliar lebih, sedangkan dana yang baru terkumpu baru Rp 2 miliar lebih.(bund)