Dirjen Kesbangpol : Hati-hati, Virus Terorisme ada di “Sebelah” Kita

Medan | SNN – Dirjen Kesbangpol Kemendagri Drs A Tanribali Lamo SH MSi mengingatkan bahwa virus terorisme dewasa ini semakin mewabah dan dekat dengan masyarakat, yang diistilahkannya, “Ada di ‘sebelah’ kita”.

“Semua pihak harus meningkatkan kewaspadaan. Faham terorisme semakin mewabah di sekitar kita,” ujarnya pada Pelatihan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Regional Indonesia Barat di Hotel Emerald Garden Medan, Kamis (30-05-2013).

Didampingi Kepala Badan Kesbangpol Linmas Sumut Drs H Eddy Syofian MAP yang juga Ketua FKPT Sumut dan Deputi I Bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi BNPT Mayjen TNI Agus Surya Bakti, Dirjen menegaskan semua daerah harus punya visi dan gerak yang sama dalam mencegah faham terorisme ini.

Dirjen mengemukakan virus terorisme sangat menakutkan dan mengancam masyarakat setiap waktu sehingga harus dihadapi dengan serius. Sebab, virus terorisme mengakibatkan kerugian besar, berupa materi dan menelan korban jiwa.

“Oleh sebab itu sikap peduli terhadap kondisi sekitar harus benar-benar kuat di setiap anggota masyarakat dan harus lebih peka, lebih waspada dan tingkatkan rasa ingin tahu terhadap setiap gejala di sekitar kita,” ujarnya.

Dirjen memaparkan benih teror semakin menggejala terindikasi dari beberapa peristiwa di mana tahun 2012 terjadi 65 ancaman teror, 30 ledakan bahan peledak dan 55 penangkapan tersangka terorisme.

“Begitu juga peristiwa konflik yang perlu diwaspadai trennya signifikan yakni tahun 2010 terjadi 93 peristiwa konflik, tahun 2011 sebanyak 77 peristiwa konflik dan tahun 2012 terjadi 128 peristiwa konflik sehingga dalam tiga tahun terakhir ada sekitar 298 peristiwa konflik,” ujarnya.

Dirjen mengakui sesungguhnya Indonesia merupakan salah satu negara yang sangat sigap dalam upaya pencegahan dan menanggulangi terorisme. Terbukti dari kejadian aksi-aksi teror yang terjadi di Indonesia, pihak Densus 88 sangat sigap dalam mengungkap sekaligus menangkap pelakunya.

Prestasi yang demikian itu diharapkan diimbangi dengan peningkatan kewaspadaan dari semua pihak sehingga stabilitas nasional dapat dipelihara dan ditingkatkan di masa-masa mendatang.

“Untuk ini peran forum strategis seperti FKUB, FKDM, FPK dan FKPT sangat strategis sehingga harus lebih diberdayakan,” ujarnya seraya memaparkan untuk FKPT segera digodok ketentuan dan peraturan agar forum ini diberdayakan pemda termasuk dalam pemenuhan anggarannya.

Dirjen mengakui belakangan ini, modus terorisme semakin variatif. Bidikan terorisme saat ini bukan lagi aset-aset asing, tetapi sudah mengarah pada kepentingan nasional.

Upaya pemerintah dalam mencegah dan menanggulangi aksi terorisme bisa menggunakan metode pendekatan soft power dan pembinaan deradikalisasi, termasuk melakukan kerja sama dalam mengatasi permasalahan terhadap penyebab terjadinya aksi terorisme (underlying causes of terrorisme).

Dalam menanggulangi kasus teror bisa menggunakan pendekatan lunak, yakni dengan upaya deradikalisasi terhadap akar dari kejahatan terorisme. Caranya dengan membaur bersama masyarakat guna mengetahui perkembangan yang ada di salah satu daerah yang menjadi sarang terorisme.(torong/lanta)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>