Proyek Jalan Konstruksi Cakar Ayam Modifikasi 2 km Selesai dikerjakan, Tinggi Timbunan Jalan Diduga Tidak Standart PU

2 image001

Dumai | SNN – Pembangunan jalan lingkar di Bukit Timah menuju Parit Kitang Lubug Gaung Kecamatan Sungai Sembilan Kota Dumai Riau telah selesai dikerjakan baru-baru ini oleh PT Bangun Cipta Kontraktor (BCK). Jalan tersebut dibangun dengan sistim konstruksi Cakar Ayam Modifikasi.Anggaran proyek itu diserap daridana APBN 2012 sebesar Rp 38 miliar lebih.Sementara panjang jalan yang dibangun bertahap itu masih 2000 meter/2km dan lebarnya 11 meter.

Pantauan wartawan Koran ini,jalan yang baru selesai dikerjakan itu tampak indah bila dipandang dari ujung keujung apalagi karena jalan tersebut dibangun cukup lebar. Sementara bahu jalan yang tampak ketinggiannya sekitar 2 meter itu,pada kiri dan kanan jalan,telah ditanami rumput untuk menghindari abrasi tanah timbunan.Selain rumput dimaksud,tanaman penghijauan pun seperti pohon Mahoni  pada bahu jalanjuga telah langsung ditanami pihak kontraktor.

Sementara itu,dibalik keindahan jalan beton rigit konstruksi cakar ayam modifikasi yang baru usai dibangun itu,sebagaimana keterangan warga yang tinggal disekitar bangunan dimaksud disebut  terdapat hal-hal yang patut dipertanyakan seputar hasil proyek jalan tersebut,seperti tiggi badan jalan dan kondisi beton jalan.

“Saya heran pak melihat jalan itu kenapa keujung sana semakin menurun.Padahal dari yang pertama dibangun (maksudnya mulai star titik nol) timbunan hampir sekitar 2 meter,tetapi mulai dari pertengahan hingga keujung,ketinggian jalan semakin rendah ”,  ujar Gito warga setempat pada Koran ini.

Menurut Gito seakan menuduh,bahwa ketinggian tanah timbunan atau volume tinggi jalan menurutnya menduga sudah ada yang dimainkan,karena tingginya timbunan tidak sama dari ujung keujung.

Apa yang disampaikan warga itu benar adanya bahwa tingginya jalan dari mulai start titik nol hingga titk 2 km tampak tidak sama.Hal tersebut berbeda karena volume/ketebalan timbunan tanah sebelum di lantai kerja hingga dicor beton rgit tidak sama,Sehingga kemiringan jalan tersebut tampak semakin menurun keujung.

Dari start titik 0 hingga 1 km,tinggi timbunan jalan diperkirakan 2 meter,sedangkan dari pertengahan hingga keujung,tinggi timbunan jalan semakin rendah,diduga hanya 1 meter saja. Artinya ketinggian jalan tidak sama mulai dari titik nol hingga titik 2 km.Hal ini menjadi perhatian warga sekitar.

Informasi diperoleh Suara Nasional dari pihak konsultan pasca proyek saat sebelumnya berlangsung,bahwa tingginya timbunan jalan yang dibangun BCK yakni sekitar 2 meter,katanya karena mengingat kondisi tanah sangat labil dan bergambut dengan kedalaman sekitar 5 meter.

Menurut konsultan itu,di Indonesia baru di Dumai yang pertama ditemui ketebalan gambut sangat dalam,oleh karena itu katanya menjelaskan,mengantisipasi jalan yang dibangun setelah dibebani mobil berat diperkirakan akan turun akibat gambut dimaksud,maka konstruksi jalan dibuat/ditimbun tinggi (lebih kurang 2 meter –red),jelas konsultan tersebut.

Sementara itu,berapa pastinya tinggi jalan yang ditimbun BCK sesuaibunyi kontraknya,Suara Nasional belum memperoleh informasi.Namun sebelumnya diakui salah satu konsultan proyek itu,bahwa timbunan tanah untuk seluruh  jalan tersebut (2 km)adalah sebanyak 5000 kubik.

BELUM DIOPERASIKAN SEJUMLAH TITIK BADAN JALAN RETAK

Jalan beton rigit konstruksi cakar ayam modifikasi yang dibangun BCK sepanjang 2 km itu saat ini belum dipergunakan karena pembangunan jalan dimaksud masih bertahap,namun pada badan jalan tersebut sejumlah titik sudah terdapat keretakan-keretakan.

Panjang jalan lingkar yang rencananya akan dibangun itu terdapat 20 km.Tahap pertama yang dikerjakan masih dua seksi yakni baru sepanjang 3,5 km. 2 km sudah selesai dikerjakan BCK,sedangkan 1,5 km lagi (di Parit Kitang Lubug Gaung) masih dalam pengerjaan oleh kontraktornya PT Relis Sapindo Utama dan diduga sudah bermasalah.

Wartawan media ini langsung melihat kondisi jalan yang baru selesai dibangun itu.sejumlah titik retak terdapat dibadan jalan dengan posisi memanjang.Dikawatirkan,bila kelak jalan tersebut sudah dioperasikan atau sudah dilalui kenderaan berbobot ton berat,maka kondisi yang retak memanjang tersebut biasanya menjadi pemicu keretakan melebar sebagaimana  terbukti pada beberapa jalan beton rigit lainnya yang baru selesai dibangun diwilayah Kota Dumai.

Menyikapi persoalan itu,pelaksana proyek PT BCK Surya Ginting belum dapat dikonfirmasi.Sementara Reza yang juga sebagai pengawas proyek tidak bersedia dikonfirmasi.SMS singkat yang dikirimkan Suara Nasional lewat Handphonnya tidak ditanggapinya.Demikian sebelummya ketika ditanya kenapa papan pengunuman proyek tidak ada, Sementara Reza tidak bersedia menjawab. (Monang)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>