Waduh..! KPK Data Kekayaan dan Rumah Mewah Termasuk Aset Pejabaat BPKS

1 Waduh DERMAGA CT-123 PERIKANAN SABANG

Sabang | SNN – Sejumlah rumah bak istana dan aset milik pejabat Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS), sejak penegak pemberantas korupsi Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) turun langsung ke Sabang, dalam rangka membongkar dugaan korupsi dilingkungan BPKS semuanya sudah didata.

Rumah-rumah mewah bak istana itu merupakan milik pejabat yang diduga terlibat dalam, pembangunan proyek dermaga internasional perikanan terpadu CT-3 dan pengadaan tanah, yang telah menghabiskan uang negara triliyunan. Aset pejabat lembaga nasional itu diperkirakan berada di Sabang, Banda Aceh bahkan Jakarta.

Pendataan tersebut langsung dilakukan petugas KPK dengan mendata aset dan rumah milik pejabat dimaksud, rumah-rumah mewah dan aset itu sendiri dibangun ketika proyek raksasa dermaga perikanan internasional terpadu CT-3 serta saat pengadaan tanah dibayarkan.

Demikian juga aset lainnya seperti tempat usaha yang juga nilainya mencapai miliyaran rupiah, semua yang telah didata dan pengambilan foto yang dilakukan KPK didirikan setelah para pejabat BPKS berhasil memproses pekerjaan sejumlah proyek serta pengadaan tanah yang nilainya Rp.420 miliyar lebih.

Sementara proyek pembangunan dermaga perikanan internasional terpadu CT-3 beberapa tahun kebelakang juga dikerjakan oleh perusahaan kontruksi tanpa proses tender, sehingga rekanan dimaksud dengan terus-menerus dapat mengerjakan dengan nilai dana setiap tahunnya Rp.124 miliyar lebih sampai Rp.200 miliyar lebih.

Seperti yang diharapkan sejumlah elimen masyarakat dan sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) GeMPAR, agar KPK tidak main-main dalam mengungkap kasus dugaan korupsi ditubuh BPKS, karena korupsi maha dahsyad tersebut dinilai ada kesan pelakunya kebal hukum.

Hal yang sama juga diungkapkan MaTA dan GeRAK-Aceh lembaga pemerhatikan terhadap pengelola uang negara ini, meminta KPK agar segera menetapkan tersangka. Karena menurut ketiga lembaga ini anggaran yang dikelola BPKS yang hampir mencapai Rp.2 triliyun itu bukan lagi rahasia umum dalam hal  munculnya Orang Kaya Baru (OKB).

Hadirnya KPK di Sabang masyarakat pulau Weh ini menyambut baik, bahkan sebagian orang mendoakan KPK segera menangkap pelaku dugaan korupsi yang telah memperkaya diri dan kelompoknya. Sebab akibat perbuatan pelaku rakyat Sabang, yang merasakan dari ulah orang-orang yang sudah menggaruk uang negara tersebut,. Ismed Tokoh pemuda Sabang kepada SNN belum lama ini.

Seperti diketahui BPKS mulai dari tahun 2003 nilai Dipa yang diterima BPKS Rp.28.995.572.800,- kemudian pada tahun 2004 Rp.74.918.090.000,- tahun 2005 Rp.25.000.000.000,- selanjutnya pada tahun 2006 sebesar Rp.100.000.000.000,- tahun  2007 Rp.215.000.000.000,- tahun 2008 Rp.441.000.000.000,-. Dan tahun 2009 Rp.421.500.000.000,- dengan jumlah sebesar Rp.1.306.413.662.800,-. Anggaran tersebut sampai pada tahun 2010, belum termasuk anggaran besar-besar pada tahun berikutnya. (Sumber BPKS).

Sementara anggaran untuk pengadaan tanah lahan yang termasuk jurang dan tanah negara keseluruhannya mencapai Rp.420 miliyar lebih, maka disinilah aset para pejabat BPKS mulai muncul seperti rumah-rumah mewah dan usaha pejabat itu masing-masing. Nah sesuai desakan dan suara dari sejumlah elimen untuk meminta KPK mengusut dugaan korupsi yang telah banyak memperkaya pejabat, agen tanah dan kroninya. (zky).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>