Jika Tidak Ingin Dilindas Produk Asing

1 Ketua SPS Sumut Diabadikan-1(1)

Medan | SNN – Indonesia harus produktif dan mandiri dalam penyediaan kebutuhan pangan nasional jika tidak ingin dilindas produk pertanian yang datang dari luar negeri (asing). Kualitasnya pun harus baik dan memenuhi standard sertifikasi sehingga mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Hal itu dikemukakan Kepala Badan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Utara (Provsu) Ir. Setyo Purwadi dalam seminar nasional Peranan Pers Dalam Pembangunan Pertanian Berwawasan Lingkungan Mendukung Kedaulatan Pangan Berkelanjutan di Aula Soeratman Fakultas Pertanian USU, Medan, Kamis (21-02-2013).

Seminar yang dibuka Pembantu Rektor I USU Prof. Dr. Ir. Zulkifli Nasution MSc itu terselenggara atas kerjasama Program Studi Magister Agroekoteknologi dan Doktor Ilmu Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (USU) bekerjasama dengan Serikat Perusahaan Pers (SPS) Sumut.

Hadir saat itu, Dekan Fakultas Pertanian USU Prof. Dr. Dharma Bakti MS, Kepala Dinas Kominfo Provsu Drs. Jumsadi Damanik SH MHum, Ketua SPS Sumut H Teruna Jasa Said, Ketua Ikatan Keluarga Wartawan (IKWI) Sumut Dewi Budiati Teruna J Said, Kepala Dinas Pertanian Provsu Ir. Roem, Kepala Dinas Kehutanan Provsu Ir. Halen MM, Wakil Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumut Zul Anwar Marbun, para civitas akademika USU, komunitas Pers dan LSM.

Lebih lanjut Setyo Purwadi mengatakan, jika ketahanan pangan nasional baik tentu impor terigu senilai Rp 24 triliun per tahun tidak perlu terjadi. Begitu juga dengan produk hasil tani lainnya seperti buah-buahan, kedelai, beras dan sebagainya, semestinya tidak perlu diimpor. Karena itu, segenap pemangku kepentingan harus bahu-membahu mendorong produktifitas hasil pertanian dan kemandirian pangan di dalam negeri, termasuk di Sumut.

Sementara Ketua IKWI Sumut yang juga praktisi lingkungan Dewi Budiati Teruna J Said mengatakan, untuk mendukung ketahanan pangan khususnya bagi masyarakat perkotaan, sistem pertanian perkotaan atau urban farming perlu dimasyarakatkan secara terus-menerus.

“Kelebihan sistem pertanian perkotaan tidak membutuhkan lahan yang luas. Teknologi yang diterapkan mudah dan murah, seperti membuat kebun vertikal di pekarangan rumah. Hasilnya bisa dikonsumsi sendiri atau dijual jika produktivitasnya tinggi,” kata Dewi.

Peluang dan manfaat yang dicapai dari penerapan urban farming, imbuh Dewi, juga sangat berdampak luas. Selain memenuhi akses kebutuhan pangan yang lebih luas dan beragam bagi konsumen kota, sekaligus dapat memanfaatkan sampah organik rumah tangga sebagai pupuk kompos. Lebih luas lagi bermanfaat untuk menyehatkan lingkungan serta meminimal pemanasan global.

Sebelumnya, Ketua SPS Sumut H Teruna Jasa Said dalam sambutan mengatakan, pertanian merupakan sumber kehidupan masyarakat. Sebagai kebutuhan pokok dan vital, segala aspek yang berhubungan dengan masalah pertanian menjadi perhatian Pers dan tersaji dalam pemberitaan media massa setiap hari.

Agar intensitas informasi masalah pertanian dapat diserap masyarakat dengan terang, Teruna J Said berharap, para akademisi maupun para peneliti pertanian dapat menulis atau mentransformasi ilmu pengetahuannya dengan bahasa yang lebih mudah dicerna. Dengan demikian masyarakat dapat lebih mudah mengaplikasikannya saat bercocok-tanam.

Harapan senada dikemukakan Pembantu Rektor I USU Prof. Dr. Ir. Zulkifli Nasution MSc. Dia menilai, berita-berita pertanian dalam penyajian media massa terlalu ilmiah, sehingga perlu diperbaiki agar lebih menarik seperti hangatnya berita-berita skandal.

Guna memperluas serapan masyarakat terhadap informasi masalah pertanian, Zulkifli Nasution berharap agar pemerintah membantu pembiayaan bagi media massa yang konsen di bidang pertanian seperti di luar negeri. “Sebagai hajat hidup orang banyak, masalah pertanian tak bisa diabaikan,” tegasnya.

Ikut tampil sebagai narasumber, Dekan Fakultas Pertanian USU Prof. Dr. Dharma Bakti MS, Ketua Seksi Pendidikan PWI Sumut Dedi Sahputra S.Sos MA, Dosen Fisipol USU Dr. Syafrin MSi, Kepala Dinas Pertanian Provsu Ir. Roem, dan Kepala Dinas Kehutanan Provsu Ir. Halen MM. (torong/rel)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>