Wallet Tanah Mirah Raup Keuntungan Dana Aspirasi Puluhan milyar

Bireun | SNN – Warga bireuen jangan berburuk sangka dulu kata mantan  Anggota  DPRA  Fraksi PA  Muhammad Wali Al- Khalidi alias wallet,  dana aspirasi yang diperolehnya selam dia menjabat Ketua Komisi G DPRA  dan ditambah dana Aspirasi setiap anggota Dewan  di DPRA  tidak semua digunakan untuk membangun yayasan  Darul Ulum yang dia Pimpin,  Dana itu disalurkan melalui Badan Pembinaan dan Pendidikan Dayah  Aceh (BPPDA)  total keseluruhan yang diperoleh yayasan Darul Ulum selama wallet menjabat DPRA  tidak lebih dari Rp 12 Milyar, kata Wallet.

Mulai Tahun 2010, 2011, dan 2012, menurut wallet itu wajar, karena  mumpung Dia ada di DPRA sehingga  Dia berkesempatan meraup sebanyak-banyaknya uang Negara,  kapan lagi kalau bukan sekarang kata wallet. Karena setelah di recall dari DPRA sangat sulit bagi wallet untuk meraih dana aspirasi itu, bayangkan saja sejak wallet tidak lagi di DPRA hanya sedikit saja uang Negara yang menetes ke Yayasanya  kata wallet hanya Rp 280 juta di Tahun 2012.
Berbeda dengan  Dayah Walet Tanoh mirah, sebagian besar Dayah di Aceh Kekurangan Dana,    Padahal  kata seorang warga,  Dana Otsus di Aceh  melimpah  tapi banyak di Korupsi   “Tokoh masyarakat, LSM, dan media massa sangat perlu mengkritisi kebijakan itu. Setiap pengeluaran uang negara melalui bendahara dan harus ada aturan jelas. Sedangkan dana aspirasi itu tidak jelas siapa yang mengelola, dalam bentuk apa bantuannya, dan tidak jelas pertanggungjawabannya. Itu dirancang hanya untuk mempermudah korupsi,  kalau Anggota DPRA dengan mudah menyalurkan Dana Aspirasi nya ke Dayahnya sendiri, cukup memerintahkan SKPA sebagai  eksekutor program”  kata  seorang warga yang tidak mau disebut namanya.

Karena itu, menurutnya di provinsi lain dana aspirasi dewan tersebut sudah banyak dihapus. “Ya, sistem penggunaan dana itu sangat lemah dan banyak masalah. Nah, kalau dewan sendiri sudah tidak bersih, bagaimana mereka melakukan fungsi legislasi, budgeting, dan pengawasan,” ujar  warga dengan nada bertanya.

Untung nya wallet sudah di recall  dari DPRA, sehingga sedikit mengurangi kecemburuan social warga Bireuen,   bagai mana tidak wallet dengan hanya menikmati hasil kerja kerasnya memimpin yayasan  bisa dengan mudah  menafkahi beberapa orang istri dengan Nafkah VVIP  hidup mewah bagaikan seorang Raja . (yunus/ruslan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>