PLN bangun jaringan sutet Sigli- Meulaboh, Menuai Masalah

1 image002

Sigli | SNN – Dalam rangka meningkatkan kebutuhan listrik pada rakyat PT PLN (persero) Cabang Pidie melakukan pembangunan jaringan interkoneksitas tegangan tinggi yang menghubungkan Pidie dan Aceh Bagian Barat dalam pelaksanaan pembangunan tersebut melintasi pemukiman penduduk, kebun warga Kampung Blang seumideun Kecamatan Pekan Baro Kabupaten Pidie dan  selanjutnya melintasi  hutan belantara Aceh.

Seperti diketahui untuk mewujudkan proyek pembangunan tersebut banyak kebun warga yang akan menerima dampak dari pekerjaan itu, salah satunya kebun melinjau, rumpun bambu harus ditebang karena dilalui kabel jaringan interkoneksitas yang bertegangan tinggi demi memudahkan pelaksanaan pekerjaan tersebut dan keselamatan jaringan dari hal-hal yang tidak diharapkan.

Ganti rugi yang diberikan pihak PT.PLN untuk satu batang melinjau Rp.350.000,- dan satu rumpun bambu dihargai Rp.1.500.000,- ini jelas sangat merugikan masyarakat, coba bayangkan bila satu batang melinjau bisa menghasilkan 20 bambu dikalikan dengan harga Rp 15.000, saja perkilomya petani sudah menghasilkan uang  Rp.300.000,- sekali panen. Dan satu batang bambu Rp.20.000,- bila dalam satu rumpun bisa dapat  80 batang saja  akan menghasilkan uang Rp.1.600.000,- dalam setahun.

Bila dibandingkan dengan ganti rugi dari PLN yang hanya Rp 350.000/ batang pohon melinjo dan Rp 1,5 jt untuk satu rumpun bambu ini jelas menunjukkan kerugian dipihak masyarakat bila patokan harga PT.PLN diterapkan seperti harga tersebut.

“Kami bukan tidak setuju terhadap pembangunan proyek ini, tapi tolong jangan hilangkan mata pencaharian kami,” Ungkap riski warga krueng seumidien dengan penuh kecewa.
Bukan tanpa alasan,  dia mewakili warga yang terkena dampak proyek tersebut karena dikemudian hari masyarakat  akan kesusahan untuk mencari bambu dan batang melinjau apalagi untuk  tanaman baru  butuh lokasi, dana  dan waktu untuk bisa mewujudkan pohon pengganti,  menjadi seperti sebelum ditebang oleh pihak PT.PLN.

Terkait hal itu warga meminta pihak PT. PLN meninjau kembali harga yang telah ditetapkan oleh PT.PLN Cabang Sigli, apakah harga tersebut merupakan keharusan bagi masyarakat menerima atau mendengar tawaran dari masyarakat yaitu harga yang cukup layak. Berkisar  RP.1.000.000,- sebatang pohon melinjau dan Rp.5.000.000,- untuk satu rumpun bambu.

“kami meminta pihak PT.PLN untuk bisa mendengar suara masyarakat, bila tidak berarti maysarakat  telah  dirugikan oleh PLN akibat dari dana ganti rugi tersebut”  terang riski penuh kecewa. (Nrd/M.Rizal)

2 Responses to PLN bangun jaringan sutet Sigli- Meulaboh, Menuai Masalah

  1. edisigli says:

    Salut kepada media ini.mau meyuarakan kepentingan rakyat.sukses untuk harian nasional…

  2. fajar says:

    Mudah-mudahan para pejabat PLN dapat mengerti tentang kerugian akibat proyyek mereka,,
    bayarlah dengan harga yang wajar…!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>