Bupati Soekirman Buka Sarasehan GP3M Tahun 2017

Perbauangan | SNN – Bupati Serdang Bedagai (Sergai) Ir. H. Soekirman secara resmi membuka Sarasehan Gerakan Pendidikan Pemberdayaan Perempuan Marjinal (GP3M) Tahun 2017 bertempat di Aula Wisma Amerta Kecamatan Perbaungan, Sabtu (18-11-2017).

Mengawali sambutannya Bupati Ir. H. Soekirman mengapresiasi program dari Kementrian Pendidikan yang bertujuan memberikan pemahaman terhadap masalah perempuan, kesadaran dan kesesuaian gender, peran serta dan lain-lain.

Dikatakan Bupati bahwa perempuan memiliki arti yang sangat penting dalam menjaga keberlangsungan pembangunan secara berkelanjutan. Perempuan selayaknya ditempatkan sebagai subjek guna peningkatan peran serta perempuan untuk mampu menjalankan perannya didalam setiap kegiatan di masyarakat.

Penganggaran yang responsif gender sejak 5 tahun yang lalu terus menerus dilakukan oleh Pemkab Sergai karena permasalahan gender menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah.

Oleh karenanya Bupati Soekirman mengajak seluruh elemen untuk membangun peran serta dan kesesuaian gender tersebut agar tidak salah arah dan salah orang menempatkan peran dari setiap masyarakat sesuai dengan analisis peran secara gender sehingga semua pesan komunikasi dapat sampai sesuai tujuannya, katanya.

Bupati Soekirman juga berkeyakinan akan berhasil dan berkesinambungan program ini karena SDM melalui PKBM yang semakin baik dan berkembang serta dibantu pemanfaatan teknologi yang ada. “Mari tingkatkan kualitas dan kuantitas pendidikan baik dalam dan luar sekolah. Kita siapkan diri dalam hal pemasaran hasil kreasi kaum marjinal ini melalui pemanfaatan teknologi guna meningkatkan perekonomian masyarakat dan daerah kita ini, pungkas Bupati Soekirman.

Sementara itu Bunda PAUD Sergai Ny. Hj. Marliah Soekirman sangat mendukung program gerakan GP3M ini sebagai bentuk peningkatan kualitas kaum marjinal sehingga menjadi produktif dan dapat setara dengan masyarakat lainnya.

“Kita berharap kegiatan ini terus berkesinambungan dan bukan hanya seremonial saja sehingga Sergai terus berinovasi dan karya-karya masyarakatnya berkelanjutan, ungkapnya.

Sedangkan Kasubdit Keaksaraan dan Kesetaraan Kementrian Pendidikan RI DR. Samto mengucapkan terima kasih atas atas terselenggaranya kegiatan ini. Progran ini adalah salah satu Program Pendidikan Berkelanjutan, karena kita membangun bukan hanya untuk kita saat ini, akan tetapi menyiapkan segala sesuatu untuk generasi yang akan datang.

Saat ini Kementrian fokus dalam bidang pendidikan dan pemberdayaan perempuan, karena Perempuan adalah pendidik pertama dan utama di keluarga serta merupakan penjaga norma karakter terbaik di keluarganya.

Samto juga berharap agar semua Perempuan memiliki hak dan peran yang sama dalam kehidupan dimasyarakat.

Melalui program ini akan dapat mengeksplorasi keterampilan dan potensi masyarakat guna meningkatkan ekonomi rumah tangga, karena jika semua Perempuan berkontribusi dalam meningkatkan peningkatan penghasilan keluarga, maka ini akan menjadi penguat perekonomian bangsa yang kokoh. Hal tersebut didapat melalui pemanfaatan teknologi jika dimanfaatkan dari sisi positif seperti promosi hasil kreasi dan makanan dari desa vokasi melalui media sosial, paparnya.

Dalam kesempatan yang sama Kadis Pendidikan Drs. Joni Walker Manik, MM mengemukakan bahwa acara ini mengusung tema “Mari Tingkatkan Kecakapan Hidup Perempuan Peserta Didik Pendidikan Berkelanjutan“ Dalam rangka Pembinaan Desa Vokasi dan Pendidikan Kecakapan Hidup Perempuan (PKH-P)

Disampaikan Joni Walker semuanya harus memikirkan pendidikan khususnya Pendidikan keluarga, bukan hanya tugas instansi atau kementrian tertentu. Semoga pendidikan karakter dan pendidikan keluarga semakin baik khususnya masyarakat dipinggiran pantai Tanah Bertuah Negeri Beradat ini, tukasnya.

Sebelumnya Kabid PAUD dan PNF Dinas Pendidikan Arianto, S.Pd selaku Ketua Panitia Kegiatan dalam laporannya mengatakan bahwa acara yang berlangsung selama 1 (satu) hari ini dan diikuti oleh 250 peserta bertujuan guna mengkoordinasikan pelaksanaan program pendidikan berkelanjutan, khususnya program GP3M Desa Vokasi dan Program PKH-P.(torong/zul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *