Menyambut Hai Raya Idul Fitri 1438 H. BI Cabang Sumut Buka Bersama Dengan Wartawan

Medan | SNN – Kepala Perwakilan BI (Bank Indonesia) Provinsi Sumatera Utara Arief Budi Santoso didampingi Kepala Divisi Sistem Pembayaran dan Pengelolaan uang Rupiah Sri Darmadi Sudibyo menjelaskan batas akhir penukaran uang pecahan Rupiah di lapangan Benteng berakhir 22 Juni 2017.Penukaran uang pecahan yang diawali pada 29 Mei 2017 sampai dengan 22 Juni,ujarnya menjelaskan kepada wartawan sebelum berbuka puasa bersama yang diadakan pertemuannya di Restauran Jimbaran jalan Pati Mura No.47 Medan, Kamis (08-06-2017).

Penukaran di loket perbankan 13 Bank Umum yang tersebar 63 titik sambungnya Bank Mandiri,Bank Sumut, BNI, BRI, BCA, Mestika Darma, Mega, Permata, Danamon, Cimb Niaga, Syariah Mandiri, BN Syariah, May Bank, Muamalat, BRI Syariah diadakan di Lapangan Benteng dan pasar Tradisional sebesar Rp.8,4 M,ungkap Arief.

Total keseluruhan penukaran uang pecahan mulai dari tanggal 29 Mei 2017 sampai hari Kamis 8 Juni 2017 atau hari ini berjumlah Rp.7.473.300,00 sambung Arief Budi.Menyambut hari Raya Idul Futri 1438 H tahun ini 2017 M paling diminati oleh masyarakat uang pecahan Rp.5.000 sebanyak 4.145 pak uang pecahan Rp.2000 sebanyak 3.592,pak uang pecahan Rp.10.000 sebanyak 2.580 pak dan pecahan uang Rp.20.000 sebanyak 1.037 pak.

Kas keliling ke pasar tradisional Arief Budi juga menjelaskan pasar Sukaramai pada 5 Juni 2017 penukaran uang pecahan nominal Rp.126.800 pasar Halat 6 Juni 2017 Rp.133.500, pasar Petisah pada 7 Juni 2017 Rp.430.100,di pasar Sambas pada hari ini Kamis 8 Juni 2017 Rp.304.000,total keseluruhannya Rp.994.400. Pasar tadisional ini kebutuhan uang pecahan Rp.2.000 sebanyak 662 pak uang pecahan Rp.5.000 sebanyak 616 pak uang pecahan Rp.10.000 sebanyak 358 pak sedangkan uang pecahan Rp.20.000 sebanyak 98 pak Demikian juga penjelasan oleh Bapak Arief Budi Rangking uang pecahan yang paling banyak diminati 5.000 4.761 dalam pak 2000 4.254 dalam pak 10.000 2.938 dalam pak 20.000 1.135 dalam pak total 13.088.ujarnya.

Jumlah penarikan oleh bank peiode Idul Fitri 1438 H hingga 8 Juni 2017 mencapai Rp.2.1 triyun dgn rincian pecahan UPB Rp.100.000 nominal Rp.843.000.000.persentase Rp.50.000 pecahan UPB nominal Rp.745.500.000,Total UPB Rp.1.588.500.000 persentase 74,4%. UPK Rp.20.000 Rp.161.200.000 UPK Rp.10.000 Rp.183.700.000 UPK Rp.5000 Ep.144.950.000 UPK Rp.2000 Ep.58.060.000.persenase 25,6%.Total UPB+UPK Rp.2.136.410.000 persentase 100,0% jelas Budi dalam rinciannya.

Pada kesempatan hari itu juga Arief Budi menjelaskan adanya jumlah temuan uang palsu tahun 2017 sebanyak 1.936 lembar pe bulan Mei 2017 pada tahun 2016 sebanyak 3.902 lembar tahun 2015 sebanyak 3.737 lembar dan pada tahun 2014 sebanyak 2.975 lembar.

Ditanyak wartawan penemuan uang palsu di pasaran jika terjadi transaksi apa tindakan yang dilakukan oleh pihak Bank Indonesia dan kepada siapa kami menyampaikan kasus tersebut. Hanya tidak lain melaporkannya ke pihak berwajib kepolisian terdekat dan harus berhati hati melihat menelitinya pada sekarang ini banyak Uang baru yang sudah dikeluarkan katanya menjawab wartawan.(torong/bahren)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *