SNN | Suara Nasional News

Hot


Post Top Ad

Senin, 17 September 2018

Pemko Tak Konsisten Tangani Masalah Reklame Di Medan

September 17, 2018
Medan | SNN - Pemerintah Kota (Pemko) Medan dinilai tak konsisten menangani masalah reklame di Medan. Hal ini menjadi salah satu penyebab anjloknya realisasi pajak reklame.

Ketua Pansus Laporan Pertanggungjawaban (LPj) Walikota Medan 2017, Roby Barus mengungkapkan, sejak dulu DPRD Medan telah memberi rekomendasi untuk membongkar papan reklame bermasalah. "Tapi sampai sekarang masih banyak papan reklame liar. Ada apa ini," katanya pada pembahasan LPj 2017 di Ruang Banggar, DPRD Medan, Senin (17-09-2018).

Dia menduga ada permainan antara oknum Pemko Medan dengan pengusaha sehingga papan reklame liar masih banyak dibiarkan. "Pemko tidak konsisten menjalankan rekomendasi yang diberikan," ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Medan, Zulkarnain mengungkapkan, sepanjang 2017 realisasi pajak reklame hanya sebesar Rp22,3 miliar. Angka ini masih jauh dari target yang ditetapkan yakni Rp94,3 miliar.

Salah satu penyebab jebloknya realisasi itu adalah maraknya reklame liar yang berdiri. "Banyak reklame yang tak memiliki izin, sehingga kita tidak bisa mengutip pajaknya," katanya.

Untuk itu, kata dia, tahun ini pihaknya akan terus malakukan penertiban terhadap reklame liar yang ada.(torong/fit)

Baca:.

Minggu, 16 September 2018

Gubsu Dan Wali Kota Tinjau Korban Banjir Medan Selayang

September 16, 2018

Medan | SNN -  Kecamatan Medan Selayang  ikut menjadi salah satu kawasan yang diterpa banjir. Salah satu kawasan yang terparah berada di Jalan Luku, Kelurahan Beringin.  Ketinggian air sempat mencapai 2,5 meter, terutama berdekatan dengan sungai.Banjir menyebabkan puluhan wearga terpaksa mengungi meninggalkan rumah.  Selain menggunakan badan jalan sebagai lokasi posko, warga juga menjadikan masjid tempat mengungsi sementara.

Minggu (16-09-2018)  sekitar pukul 12.30 WIB, Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi bersama Kapolrestabes Medan  Kombews Pol Dadang Hartanto, Dandim 0201/BS Letkol Inf Yuda Rismansyah didampingi Kadis Pekerjaan Umum (PU) Khairul Syahnan,  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Arjuna Sembiri, Kadis Kebersihan dan Pertamanan HM Husni, Kadis Kominfo Zain Noval, Wakil Ketua DPRD Medan H Iswanda Nanda Ramli , Kabag Humas Ridho Nasution serta Camat Medan Selayan Sutan Tolang Lubis datang meninjau lokasi banjir.

Sebelum peninjauan dilakukan, azan pun berkumandang.  Bersamaan itu Gubsu Edy Rahmayadi pun tiba di lokasi. Selanjutnya mereka bersama-sama menunaikan Shalat Dzhuhur berjamaah bersama warga korban banjir. Usai Shalat Dzhuhur, Gubsu bersama Wali Kota menyerahkan secara simbolis bantuan sembako dan peralatan dapur kepada panitia posko. “Semoga bantuan ini dapat membantu warga yang menjadi korban kebanjiran,” kata Wali Kota.

Setelah penyerahan bantuan, mereka selanjutnya meninjau lokasi banjir yang berjarak sekitar 200 meter dari masjid dengan berjalan kaki. Mereka meninjau pemukiman warga yang masih terendam air. Meski sudah siang namun belasan rumah warga yang lokasinya  agak lebih rendah dan dekat dengan sungai masih masih terendam air dengan ketinggian 1 meter lebih. Sementara itu  di kawasan yang sudah surut, warga terlihat sedang membersihkan rumah dari sisa banjir untuk ditempati kembali.

Dari hasil peninjauan yang dilakukan, selain intesitas hujan cukup tinggi, penyebab banjir akibat Sungai Babura mengalami sendimentasi dan penyempitan. “Kita akan berkoordinasi dengan Badan Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II untuk melakukan normalisasi Sungai Babura.  Saat ini BWS masih fokus menormalisasi Sungai Sikambing.Di samping itu Dinas PU kita perintahkan untuk memperbaiki drainase  yang ada di kawasan ini bersinergi dengan pihak kecamatan. Sebab, kecamatan memiliki personel Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (P3SU),” ungkapnya. (torong/fit)
Baca:.

Geliat Gerakan Literasi Pembelajaran Di Daerah 3T

September 16, 2018

Sumba, Nusa Tenggara Timur| SNN  - Berada di daerah yang terluar, terdepan dan tertinggal (3T) banyak sekali tantangannnya. Tak terkecuali dalam bidang pendidikan.

Sering sekolah belum teraliri listrik, letaknya jauh dari kampung penduduk, belum terkoneksi internet, dan jaringan telpon. Namun semua tantangan seperti itu tidak menyurutkan para guru yang berkiprah di daerah seperti ini untuk konsisten menerapkan pembelajaran modern yang menyenangkan, yang mampu menumbuhkan rasa percaya diri siswa, mampu bekerja sama dalam tim, dan kritis. Model pembelajaran yang dikenal dengan nama pembelajaran aktif.

Seperti misalnya yang dilakukan oleh ibu Sarvina Mbali Rima yang sudah 13 tahun sejak tahun 2004 mengabdi  sebagai guru honorer kelas satu di SD Kadahang, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur.  Salah satu kabupaten terluar, terdepan dan juga dinilai tertinggal.  

“Berkat penerapan pembelajaran aktif, kini anak-anak  bertambah berani. Mereka  berebutan untuk maju ke depan menjawab pertanyaan atau presentasi kecil-kecilan.  Tidak seperti dahulu saat saya mengajar dengan metode kebanyakan ceramah. Mereka pemalu, takut-takut dan jarang berani yang maju,” ujarnya saat dihubungi telepon Minggu(16-09-2018). 

Apalagi Ibu Sarvina juga menerapkan cara baru dalam mengajar anak-anak berbahasa ibu Bahasa Kapunduk tersebut. Satu jam pelajaran pertama menggunakan bahasa ibu dan ketika anak sudah paham dengan materi,  baru pada jam kedua mengulangi kembali  pelajaran dengan Bahasa Indonesia.  Metode baru tersebut, menurut Sarvina, terbukti efektif membuat  siswa menyerap  pelajaran lebih baik.

Sementara itu, di Sumba Barat Daya, Heronima Gole Rere, guru kelas dua yang mengabdi sebagai honorer sejak di tahun 2011 di SDN Potogena, juga aktif menggunakan pendekatan pembelajaran aktif yang menyenangkan dalam menunjang kemampuan literasi anak. 

Sekolahnya terletak di padang savanna yang jauh dari kampung sekitarnya. Gajinya yang kecil yang cuma 200 ribu sebulan tak pernah menyulutkan dirinya berkorban berangkat mengajar walau kadang harus berjalan dua kiloan untuk pergi ke sekolah.

Menurutnya, berkat pembelajaran aktif dia menjadi tahu memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar. Misalnya, bagaimana  menjadikan binatang-binatang ternak seperti kambing dan babi yang sering menerabas masuk ke sekolahnya menjadi sumber belajar.

Awalnya kehadiran binatang-binatang tersebut dia rasa amat mengganggu. Tapi kini,   memudahkannya mengajar anak-anak untuk mengenal kosa kata. Para siswa diajak untuk mengamati binatang-binatang tersebut  sambil belajar menuliskan nama-namanya dan anggota tubuhnya.  Dengan cara langsung bersentuhan dengan objek,  para siswa  ternyata lebih senang belajar dan dua kali lipat lebih cepat menguasai suku kata dan kata.

Ini adalah sekelumit contoh-contoh para guru di daerah terluar, terdepan dan tertinggal yang saat ini mulai mengenal cara mengajar menggunakan metode pembelajaran aktif berkat hadirnya program INOVASI di daerah tersebut. Program pendidikan kerjasama antara Kemendikbud, Kemenag, Pemerintah Australia dan pemerintah setempat yang telah dijalankan semenjak awal tahun 2018  ini telah banyak mengubah cara guru mengajar dan cara pandang guru terhadap profesi mereka.

“Kalau kemarin saya mengajar sesuai apa yang terdapat di pikiran saja. Tanpa persiapan, tanpa perencanaan. Bahkan saya sering menyalahkan anak kalau tidak bisa menjawab. Ternyata sumbernya saya sadari sekarang karena kesalahan guru yang kurang menguasai metode mengajar,’ ujar Heronima.

Mereka berdua juga tampil pada acara Diskusi Temu INOVASI yang digelar di  Jakarta hari Kamis (13-09-2018) yang lalu. 

Butuh Dukungan Kebijakan Pemerintah

Agar pembelajaran aktif ini berjalan baik, maka dibutuhkan media  pembelajaran sebagai media diskusi dan belajar. Ibu Servina tidak hanya mengandalkan   buku paket yang diterbitkan Kemendikbud. Menggunakan media buatan sendiri yang disesuaikan dengan  tujuan pembelajaran yang ingin dicapai bisa lebih sesuai konteks  daerah dan lebih mampu membuat siswa terlibat. “Kalau menggunakan buku paket terus menerus, pembelajarannya menjadi membosankan bagi siswa, tidak lagi menyenangkan. Jadi kita harus kreatif membuat media belajar sendiri,” ujar Sarvina

Menurut Sarvina, karena harus sering harus menggunakan media pembelajaran, dukungan pemerintah sangat dibutuhkan. “Efek model pembelajaran ini  sangat kentara.  Namun model ini juga butuh lebih banyak pendanaan  terutama untuk membuat alat peraga, media pembelajaran dan hasil karya siswa,” ujarnya.

Sebenarnya ia sering membuat sendiri  dari bahan-bahan bekas seperti kardus dan sebagainya, namun sering kali tetap butuh  alat tulis menulis seperti spidol, kertas plano, kertas post it dan lain-lain.

Yohanna Lingu Lango Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sumba Barat Daya sangat mendukung realokasi dana APBD untuk pembelajaran yang menurutnya saat ini lebih banyak digunakan untuk manajemen

Ia juga sangat mendukung program INOVASI ini didiseminasi ke sekolah-sekolah lain. ““Model ini telah memberikan harapan pada kami, bahwa ketertinggalan, kemiskinan dan keterbatasan yang kerap menjadi isu besar di daerah ini, bukan penghalang bagi guru-guru untuk memunculkan ide-ide kreatifnya dalam mengajar di sekolah. Kami akan mendiseminasikan ke 333 guru SD  lainnya  dengan memakai dana APBD,” Jelaskan Yohanna

Umbu Lili Pekuwali, Bupati Sumba Timur, menyatakan bahwa saat ini FPPS (Forum Perduli Pendidikan Sumba) tengah menyiapkan rapat Steering Committee program INOVASI yang rencananya dilaksanakan di Waingapu, 20 September mendatang. Dikegiatan tersebut, Umbu Lili akan meminta dukungan dari seluruh pemangku kepentingan se daratan Sumba agar program INOVASI terus berlanjut di Sumba.(rel/torong)



Baca:.

Wali Kota Bersama Dandim Dan Kapolrestabes Ikut Dorong Angkot

September 16, 2018
Medan | SNN - Tidak hanya Sungai Babura dan Deli, hujan deras dan banjir kiriman memicu Sungai Sikambing ikut meluap, Sabtu (16-09-2018). Salah satu kawasan terparah  dampak luapan Sungai Sikambing adalah Jalan Dr Mansyur Medan.  Hingga Minggu (16-09-2018) pukul 13.30 WIB, Jalan Dr Mansyur mulai pintu satu masuk Universitas Sumatera Utara (USU) sampai jembatan depan PPIA English Course masih tergenang air dengan ketinggian 50 cm.

Itu sebabnya Wali Kota Drs H T Dzulmi Eldin S MSi bersama Dandim 0201/BS  Letkol Inf Yuda Rismansyah dan Kapolretabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto usai meninjau lokasi banjir di Jalan Luku Gg Bersama, kelurahan Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor langsung bergerak munuju Jalan Dr Mansyur.

Begitu Wali Kota tiba di lokasi, persisnya pintu masuk satun USU, kawasan terlihat sepi dari kenderaan bermotor. Tampaknya tak satu pun pengemudi yang berani menerobos banjir tersebut. Begitu Wali Kota, Dandim dan Kapolresta tengah mengecek kondisi banjir, tiba-tiba satu unit mobil penumpang jenis KPUM 95 nekat menerobos banjir  yang datang dari  arah Jalan Setia Budi/Dr Mansyur.

Jelang 20 meter dari pintu sayu masuk USU, KPUM 95  pun mendadak mogok. Meski berulangkali supir menstater, mesinnya tak kunjung hidup. Melihat itu spontan Wali Kota, Dandim dan Kapolrestabes langsung mendatangi angkot. Mereka selanjutnya membantu mendorong angkot sampai keluar dari kawasan banjir.

Dengan sedikit malu-malu, sang sopir pun mengucapkan terima kasih. Setelah itu Wali Kota bersama Dandim dan Kapolrestabes Medan menerobos banjir dengan menggunakan satu unit mobil double cabin milik Badan Penanggulangan bencana Daerah (BPBD) Kota Medan untuk melihat kondisi terparah di sepanjang Jalan Dr Mansyur.

Sementara itu berdasarkan Hasil Pemantauan Wilayah Rawan Banjir Kota Medan dan Laporan Tinggi Muka Air Daerah Aliran Sungai (TMA-DAS) Kota Medan  oleh  TRC-PB BPBD Kota Medan,  Minggu  (16-09-2018),  dimana pemantauan dilakukan mulai pukul 05.00 WIB.

 Pukul 05.10  WIB, sepanjang JL  Starban, JL Karya Kasih & JL Karya Dharma  Lingk. IV & V.  Kelurahan Polonia, Kec. Medan Polonia,  update ketinggian air  mencapai 40-60 Cm menggenangi rumah warga. Cuaca berawan, diperkirakan rumah terendam air sekitar 10 rumah/12KK.  Personil masih berusaha melakukan evakuasi warga ke tempat yang lebih tinggi dan  korban jiwa nihil.(torong/fit)
Baca:.

Sabtu, 15 September 2018

Ketua P3TM Ditangkap, Hendra DS : Jangan Berhenti Hanya Di Pengurus P3TM Saja

September 15, 2018

Medan | SNN -Tertangkapnya Ketua Persatuan Pedagang Pasar Tradisional Marelan (P3TM), Aliswan alias Ali Geno oleh Direktorat (Dit) Reskrimum Polda Sumut, Sabtu(15-09-2018) di Batubara mendapat apresiasi dari Ketua Komisi C DPRD Medan, Hendra DS.

Hendra DS menyebutkan diburunya Ali Geno yang sempat jadi Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh Poldasu bukti kalau pihak kepolisian serius menuntaskan kasus pungutan liar (pungli) di pasar Marelan.

"Pertama-tama kita (DPRD-red) sangat mengapresiasi pihak Poldasu yang telah berhasil menangkap Ketua P3TM, Ali Geno yang sempat jadi DPO terkait kasus pungli di Marelan.Penangkapan dia (Ali Geno-red) bukti kalau aparat kepolisian serius menuntaskan kasus pungli di pasar Marelan, " katanya.

Meskipun Ketua P3TM itu sudah ditangkap, Hendra berharap kasus pungli di pasar Marelan tidak berhenti hanya di pengurus P3TM.

"Supaya tuntas, kita (DPRD Medan) juga minta polisi menyelidiki sampai dimana alirannya berhenti, artinya apakah ada orang lain yg menerima aliran itu. Selain para tersangka yang sudah diciduk polisi dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) beberapa waktu lalu, " tegasnya.

Disamping lain, lanjut Sekretaris DPC Hanura Medan itu, berharap juga pungli lain yang diduga terjadi di sejumlah pasar-pasar tradisional lainnya di Medan juga bisa menjadi perhatian dari aparat kepolisian.

"Selain itu, ke depan PD Pasar diminta untuk lebih profesional mengelola pasar di medan sehingga tidak ada lagi kasus-kasus serupa yang memberatkan pedagang, " tandasnya.

Sebelumnya Setelah sempat masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), akhirnya ketua Pengurus Persatuan Pedagang Tradisional Marelan (P3TM), Al  alias AG (57) berhasil ditangkap, Sabtu (15-09-2018).

Warga Jalan Jalan XI, Lingkungan 6,  Kelurahan Rengas Pulau Medan Marelan itu disergap petugas dipimpin Kasubdit IV/Renakta Direktorat (Dit) Reskrimum Polda Sumut, AKBP Leonardo Simatupang, SIK di Pagurawan, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batu Bara.

"Setelah kasus jual beli kios itu kita ungkap, tersangka langsung kabur dan bersembunyi di Batu Bara. Penangkapan ketua P3TM itu sesuai Sp.kap/ 520 /IX/2018/ Ditreskrimum, tanggal 15 September 2018," kata Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan.

Disebut Nainggolan, sebagai ketua P3TM, tersangka telah melakukan tindak pidana pemerasan dengan ancaman kekerasan sebagaimana dimaksud dalam pasal 368 KUHPidana. Al ditangkap berdasarkan pengakuan anggotanya yang telah terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Poldasu dan sudah mendekam dalam sel.

Kini, penyidik sedang melengkapi berkas Berita Acara Pemeriksaan (BAP) tiga tersangka P3TM untuk dikirim ke Kejaksaan.

“Masih kita lengkapi berkas ketiga tersangka. Kalau sudah siap segera kita kirim ke Jaksa,” kata Leonardo Simatupang.

Ketiganya adalah, RM (47), warga Jalan Takenaka Gang Family, Lingkungan V Paya Pasir Marelan, R (49), warga Pasar Nippon Siombak Labuhan Deli Marelan dan MAA (50), warga Marelan Raya, Lingkungan 7 Rengas Pulau Marelan.

Sebelumnya, Subdit III/Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) bersama Subdit IV Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumut, melakukan penangkapan terhadap 4 orang pelaku pungutan liar (pungli) di Pasar Marelan, Jumat (24-08-2018). (ds/torong)
Baca:.

Dukung Penuh Persiapan MTQN XXVII,Sekdaprov Sumut Apresiasi Pangdam I/Bukit Barisan

September 15, 2018
Medan | SNN - Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sekdaprov Sumut) Dr Ir Hj Sabrina MSi mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Panglima Daerah Militer (Pangdam) I/Bukit Barisan (BB) Mayor Jenderal M Sabrar Fadhilah karena telah memberikan dukungan penuh terkait persiapan penyelenggaraan MTQN XXVII pada Oktober mendatang.

“Kami juga ingin meminta arahan lainnya dari Pangdam, selaku penasehat dalam persiapan penyelenggaraan MTQN XXVII ini. Khususnya , tentang hal-hal yang menyangkut keamanan dan rencana kedatangan Bapak Presiden untuk menghadiri MTQN,” ujar Sabrina, saat melakukan audiensi dengan Mayor Jenderal M Sabrar Fadhilah, di rumah dinas Pangdam I/BB Jalan Sudirman Medan, Sabtu (15-09-2018).

Sabrina yang juga didampingi panitia MTQN lainnya menyampaikan bahwa persiapan MTQN sejauh ini sudah siap, baik dari segi tempat pelaksanaan, susunan acara, hingga proses penyambutan kafilah dari seluruh provinsi di Indonesia.

Disampaikan juga, selain untuk membuka MTQN, kedatangan Presiden juga akan diupayakan untuk disinkronkan dengan agenda lain, seperti peresmian proyek-proyek vital yang ada di Sumut. ”Kedatangan kami, untuk mengkomunikasikan rencana-rencana ini kepada Pangdam, sekaligus meminta arahan  bagaimana baiknya, khususnya menyangkut pengamanan nantinya,” tutur Sabrina.

Menanggapi hal tersebut, Pangdam Mayor Jenderal M Sabrar Fadhilah menyampaikan bahwa pada dasarnya Kodam I/BB secara penuh dan bersungguh-sungguh mendukung suksesnya penyelenggaraan MTQN XXVII.

“Terkait kedatangan Presiden, saya menyarankan panitia untuk menyiapkan beberapa rencana alternatif, jika tidak bisa datang tanggal sekian apa alternatifnya, agendanya menjadi apa, dan sebagainya. Sehingga bisa membantu dan mempermudah Wantimpres juga untuk mengambil keputusan dengan cepat,” ujarnya.

Untuk keamanan, Sabrar mengatakan sejauh ini bisa dipastikan aman. Sabrar menyarankan agar dalam pelaksanaan MTQN ini ditampilkan kerjasama dan sinergitas berbagai komponen. “Untuk panitia tidak usah ragu-ragu, lakukan persiapan dengan sungguh-sungguh, dukungan selalu ada dari kami. MTQN ini acara kita semua, bersama kita sukseskan,” katanya.

Sabrar juga meminta agar panitia belajar dari tuan rumah MTQN sebelumnya. Hal-hal yang sudah baik agar ditingkatkan dan hal-hal yang kurang baik agar dihindari. Dirinya mengingatkan panitia agar memastikan sound system tidak terganggu, hal ini berpotensi mengurangi rasa khidmat yang dirasakan oleh pengunjung.

Turut hadir dalam audiensi tersebut mendampingi Sekdaprov Sumut sekaligus panitia MTQN XXVII, Asisten Umum dan Aset Setdaprovsu Zonny Waldi, Asisten Pemerintahan Setdaprovsu Jumsadi Damanik, Staf Ahli Bidang Pendidikan, Kesehatan, Infrastruktur dan Pemberdayaan Masyarakat  Asren Nasution, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Provsu  Ismail P Sinaga dan Kepala Biro Bina Sosial dan Kemasyarakatan Muhammad Yusuf.(torong/zul)
Baca:.

Jumat, 14 September 2018

Peringatan Haornas Di Tebing Tinggi

September 14, 2018
 
Tebing Tinggi | SNN - Pemerintah Kota Tebing Tinggi gelar upacara peringatan hari olahraga nasional (Haornas) ke- 35 dengan tema "ayo olahraga, bangun indonesia" yang dipimpin langsung Walikota Tebing Tinggi H. Umar Zunaidi Hasibuan, selaku pembina upacara, Jumat (14-09-2018)  di Lapangan Bola Kaki Ramlan Yatim  Tebing Tinggi.

Walikota membacakan amanat tertulis Menpora mengatakan  bahwa tahun ini merupakan tahun olahraga, kita tentu memahami banyak peristiwa-peristiwa penting dalam olahraga tanah air, mulai dari Asian Games, Asian para games  dan juga berbagai event Nasional maupun Internasional dibidang olahraga prestasi.

Dan juga olah raga poco-poco nusantara, festival olah raga tradisional tingkat nasional sepeda nusantara, gala desa, liga sepak bola berjenjang lainya.

Dalam tahun olah raga ini bangsa Indonesia mendapat kado istimewa dengan suksesnya penyelenggaraan Asian Games dan juga sukses prestasi, dan tersebut lahir karena dipersiapkan secara matang dan tidak muncul secara tiba-tiba dan memperoleh dukungan dan doa semua masyarakat indonesia.                            

Selanjutnya beliau mengatakan bahwa pembangunan didalam olahraga adalah tidak hanya jasmani, tetapi juga rohani, dengan sehat rohani kita berarti telah mendukung kebijakan bapak Presiden tentang revolusi mental.

Terakhir beliau juga berterimakasih kepada KONI, KOI, para Atlet, Pelatih Pembina, CDM yang telah menorehkan prestasi yang luar biasa di Asian Games 2018 dan juga mari kita do'akan untuk suksesnya perhelatan Asian para Games 2018 beberapa minggu kedepan.(fit)
Baca:.