Modesta Marpaung : Pak Wali!!! Keluhan Warga Gang Kelabu Medan Timur Tak Pernah Digubris

Advertisement

Modesta Marpaung : Pak Wali!!! Keluhan Warga Gang Kelabu Medan Timur Tak Pernah Digubris

Senin, 06 Januari 2020


Medan | SNN - Pemerintah Kota (Pemko) Medan diminta untuk segera memperbaiki jalan dan drainase yang berada di Jalan Bukit Barisan I Kelurahan Darat II persisnya di Gang Kelabu.

Pasalnya, sejak 2015 lalu persoalan itu dikeluhkan warga, hingga saat ini Pemko Medan dinilai tidak menggubris bahkan belum juga merealisasikan keluhan warga tersebut.

"Melalui paripurna ini, kita minta Plt Walikota Medan pak Akhyar Nasution segera mengintruksikan jajarannya untuk memperbaiki jalan dan drainase yang ada di Jalan Bukit Barisan Gang Kelabu tersebut.Karena disana ada rumah ibadah dan sekolah mengaji, "kata Anggota DPRD Medan Modesta Marpaung saat membacakan laporan Reses I Sidang Pertama Tahun 2019 Daerah Pemilihan (Dapil) III pada Rapat Paripurna Istimewa DPRD Medan, Senin(06-01-2019).

Dikatakan politisi perempuan Golkar itu, seharusnya Pemko Medan tidak 'mengabaikan' keluhan warga Gang Kelabu tersebut. 

Apalagi, kata anggota Komisi II itu, saat ini sudah ada Dana Kelurahan yang dialokasikan untuk membantu percepatan pembangunan di kota Medan.

"Jadi, saya kembali tekankan agar dilakukan perbaikan jalan (Gang Kelabu) itu karena sudah lama dikeluhkan,"tegasnya.

Guru Honorer 

Dalam rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Medan, Hasyim SE dan dihadiri Plt Walikota Medan, Akhyar Nasution itu, Modesta juga menyampaikan agar Pemko Medan menetapkan seluruh gaji honor di Medan disesuaikan dengan Upah Minimum Kota (UMK).

"Pemko Medan juga diminta untuk melakukan pendataan secara akurat jumlah dan masa bertugas guru honor sekolah negeri di kota Medan,pendataan tersebut sangat penting mengingat sebagian gaji honorer sudah dialokasikan di APBD,"katanya.

Dalam kesempatan itu juga, Pemko Medan diminta melakukan validasi data peserta BPJS dalam rangka memberikan pelayanan prima bagi masyarakat Medan.

"Sebab, menjadi peserta BPJS sangat sulit mendapatkan pelayanan prima dari rumah sakit,"tandasnya. (torong/zul)