Kemkominfo RI Gelar Sosialisasi Forum Nelayan Go-Online

Advertisement

Kemkominfo RI Gelar Sosialisasi Forum Nelayan Go-Online

Rabu, 04 September 2019

Nias Selatan | SNN -Aplikasi berbasis online Forum Nelayan Go-Online yang dapat membantu para nelayan meningkatkan hasil tangkapannya disosialisasikan oleh Kemkominfo RI kepada para nelayan yang ada diwilayah kabupaten Nias Selatan, Rabu (04-09-2019) di halaman kantor Direktorat Jenderal Perhubungan Laut UPP KELAS III Telukdalam.

Septriana Tangkary, SE.,MM, Direktur IKPM Kemkominfo RI, Seksama Sarumaha, S.IP, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan kabupaten Nias Selatan, dan Kuttria Ramona Dewi Business Development Aruna Indonesia menjadi narasumber pada kegiatan Sosialisasi tersebut.

Sedikitnya 100 nelayan di Nias Selatan menghadiri kegiatan itu, disambut dengan tarian Sòu Bagoa (tudung kepala zaman dulu yang selalu dipakai pada saat kerja), sebuah tarian budaya Nias Selatan yang menggambarkan kecintaan pada pekerjaan, dibawakan siswi SMPN 1 Telukdalam.

Hadir Bupati Dr. Hilarius Duha, SH.,MH, bersama Wakil Bupati Nias Selatan Sozanolo Ndruru, Camat Telukdalam, jajaran OPD dinas Kominfo kabupaten Nias Selatan, jajaran OPD Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Nias Selatan. 

Dalam arahan dan bimbingannya Hilarius menyebutkan, betapa pentingnya aplikasi Online bagi nelayan di Nias Selatan. “Pentingnya aplikasi Online demi meningkatkan kemampuan para nelayan meningkatkan hasil tangkapannya. Untuk itu saya harapkan para nelayan yang hadir dapat benar-benar mengikutinya dengan sebaik-baiknya. Jika ada yang kurang dimengerti jangan sungkan-sungkan menanyakannya kepada para narasumber”, harapnya.

Tak lupa Septriana Tangkary menyerahkan cinderamata kepada Bupati dan Wakil Bupati Nias Selatan, juga kepada Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Nias Selatan.

Septriana Tangkary dalam paparannya menyebutkan,”Program aplikasi nelayan Online ini sebenarnya sudah berlangsung sejak tahun 2016…. sebuah program hebat Presiden Jokowi ….. dengan teknologi canggih, nelayan dapat mengetahui keadaan cuaca dan titik kumpul ikan dan masih banyak lagi fungsi aplikasi ini yang membuat nelayan dapat meningkatkan taraf ekonominya,” papar Septriana.

Seksama Sarumaha dalam paparannya menyampaikan strategi-strategi peluang untuk nelayan kabupaten Nias Selatan. Ia menyebutkan kondisi geografis kabupaten Nias Selatan yang memiliki pulau-pulau kecil dimana berpotensi meningkatnya hasil tangkapan nelayan karena ikan-ikan yang melimpah. Namun ia juga mengakui sarana prasarana nelayan di kabupaten itu sangat terbatas dan belum sesuai harapan pemerintah karena anggaran yang terbatas. Terlebih sarana teknologi jauh berkekurangan. Selain itu Seksama Sarumaha mengakui sumber daya manusia dalam hal penguasaan teknologi sangat rendah.

Kuttri Ramona Dewi menyampaikan sistem pemasaran hasil tangkapan para nelayan. Pihaknya menggunakan layanan internet untuk memasarkan produk nelayan. “Banyak minat pembeli produk nelayan tapi sulit terhubung dengan nelayan sehingga mereka berhubungan dengan pengumpul dan dampaknya membuat produk nelayan bernilai rendah. Tetapi dengan aplikasi Online dapat membantu nelayan meningkatkan harga produk dan mendapatkan injeksi permodalan,” urai Kuttri. 

Selanjutnya Kuttri menandaskan keberadaan Aruna yang hadir dengan tujuan positif kepada nelayan “Untuk itu Aruna hadir membantu nelayan,” tandasnya.

Kuttri juga menyampaikan komposisi Miniplant yang terdiri dari local heroes yaitu yang memonitoring dan menginput data, nelayan sebagai penangkap ikan dan helper and picker sebagai pengolah dan pengirim produk.Pihak Aruna juga melatih dalam perikanan berkelanjutan. “Pentingnya aplikasi bagi nelayan untuk dapat bertransaksi lebih efektif dan efisien bagi nelayan itu sendiri,” ungkap Kuttri.

Kepada awak media, Septriana menyebutkan,”Sosialisasi ini merupakan langkah awal kepada para nelayan di Nias Selatan dalam meningkatkan hasil dan harga produk nelayan. Semoga dengan kehadiran Menteri Kelautan dan Perikanan nantinya bersama rombongan Presiden dapat melihat langsung dan memberi perhatian serius terhadap kondisi alat tangkap nelayan yang sangat tidak memadai itu,” harap Septriana. (torong/Mesiana BLL)