Gebyar Pendidikan Dan Kebudayaan Siak: Hasil Karya Siswa Berpikir Tingkat Tinggi Dipamerkan

Advertisement

Masukkan script iklan 970x90px

Gebyar Pendidikan Dan Kebudayaan Siak: Hasil Karya Siswa Berpikir Tingkat Tinggi Dipamerkan

Minggu, 10 Maret 2019


Siak, Riau | SNN - Silvia Ramadani, siswa kelas VI SDN Benteng Hulu menunjukkan hasil karya peta dua dimensi Asia Tenggara yang dibuatnya dari stereofoam dan lidi. Peta tersebut dibuat untuk memperlihatkan keunggulan dan kekhasan setiap negara yang telah dia pelajari dalam pembelajaran IPS.

Sementara Wahyu Hidayatullah, siswa kelas IX MTsN 1 Siak mengajak untuk membuktikan perbandingan volume bola dengan volume tabung yang berdiameter sama memiliki perbandingan 3:1. Hasil itu didapatkan melalui penurunan rumus volume dari masing-masing bangun ruang.

"Volume bola dengan volume satu tabung yang berdiameter sama memiliki perbandingan volume tiga bola berbanding volume satu tabung. Buktinya volume tiga bola yang berisi beras menjadi satu volume tabung," katanya sambil memasukkan beras pada volume tiga bola ke dalam volume satu tabung yang diameternya sama.

Keduanya merupakan siswa sekolah mitra Tanoto Foundation yang ikut menyemarakkan acara Gebyar Pendidikan Kabupaten Siak, di Gedung Maharatu Siak, Minggu (10-03-2019). Acara yang diikuti sekolah-sekolah mulai jenjang SD sampai SMA dan SMK di Kabupaten Siak tersebut, dihadiri Sekjen Kemdikbud Didik Suhardi, Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemdikbud Hamid Muhammad, Direktur Pembinaan SMP Enang Ahmadi, dan Wakil Gubernur Siak Edy Natar Nasution,Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Siak, Lukmas, S.Sos, MPd.

Tanoto Foundation menampilkan beragam hasil karya siswa dalam pembelajaran yang menunjukkan  kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. Hasil karya siswa tersebut dikembangkan melalui kegiatan pembuktian atau penemuan dalam pembelajaran.

"Kita perlu mengarahkan siswa menjadi 'penemu' pengetahuan, bukan hanya pemakai. Itulah sebabnya Tanoto Foundation melatih dan mendampingi guru mampu mengembangkan penugasan atau pertanyaan produktif, imajinatif, dan terbuka dalam pembelajaran," kata Ujang Sukandi, Head of Teaching and Learning Tanoto Foundation.

Melalui penugasan dan pemberian pertanyaan tersebut, masih kata Ujang, dapat melatih  kemampuan siswa untuk berpikir analitis, evaluatif, dan kreatif.

Didik Suhardi, Sekjen Kemdikbud mengapresiasi perkembangan pendidikan di Siak. Dia  sudah banyak mengetahui perkembangan pendidikan di Kabupaten Siak yang semakin baik dan berkualitas.

“Saya juga sudah mengetahui hasil Program PINTAR Tanoto Foundation. Saya  melihat sendiri siswa yang bisa menjelaskan hasil karya pembelajarannya dengan baik. Artinya dia memahami materi pelajaran dari gurunya dengan baik," tukasnya.(rel/torong)