Bupati Sergai Buka Program CSR PT Charoen Pokphand Indonesia

Advertisement

Bupati Sergai Buka Program CSR PT Charoen Pokphand Indonesia

Selasa, 19 Maret 2019

Perbaungan | SNN -Bupati Sergai Membuka Program CSR "Bakti Pada Guru" PT. Charoen Pokphand Indonesia  di Gedung Amerta Kecamatan Perbaungan, Selasa (19-03-2019).

Hadir : Bupati Sergai Ir H Soekirman, Kadis Pendidikan Drs Joni Walker Manik MM beserta jajaran, Kadis Ketahanan Pangan Ir M. Aliuddin, SP, MP, Camat Perbaungan Gunawan JW Hasibuan SSTP, Regional Head Charoen Pokphand Indonesia Wilayah Sumbagut Agus Saputra, Sekjen CPFI Andi Magdalena Siadari, perwakilan dari Universitas Diponegoro Semarang  Imam Setiawan, S.Psi, MA, serta para Guru SD dan SMP di wilayah Kabupaten Sergai.

Kadis Pendidikan Drs Joni Walker Manik MM mengatakan Jajaran Dinas Pendidikan merasa berbangga hati dan sangat berterimakasih kepada CPFI karena telah banyak membantu dan memberikan kesempatan guna meningkatkan kompetensi bagi guru di Sergai melalui kegiatan ini. Apalagi sejak tahun 2016 lalu telah dilaksanakan pencanangan pendidikan karakter oleh Pemkab Sergai melalui Dinas Pendidikan serta diapresiasi dengan pencapaian rekor nasional 3.600 guru dan tenaga kependidikan mengikuti pendidikan penguatan karakter pada satu tempat.

"Sebanyak 55 guru yang diberikan program hari ini akan dapat semakin mengakarkan dan mengajarkan hal-hal positif pengajaran karakter yang didapat kepada anak didiknya guna melahirkan generasi yang unggul dan memiliki karakter yang kuat. Kami sangat menyambut baik program ini dan diharapkan dapat berlangsung terus secara berkesinambungan," harapnya.

Regional Head CP Indonesia Wilayah Sumbagut Agus Saputra mengatakan  Charoen Pokphand Indonesia berdiri tahun 1972 dengan bisnis pakan ternak kemudian berkembang dengan bidang usaha peternakan dan produk olahannya. Di Kabupaten Sergai sendiri PT Charoen Pokphand Jaya Farm memiliki anak usaha di Desa Karang Sari Kecamatan Pegajahan yang bergerak di bidang peternakan ayam.

Sejak tahun 2007 lalu, kepedulian Charoen Pokphand Indonesia telah dilaksanakan dengan mengalokasikan 80 persen CSR CP Indonesia melalui Charoen Pokphand Foundation Indonesia (CPFI) untuk bidang pendidikan seperti bidang PAUD, anak asuh, beasiswa, penguatan karakter guru, penyediaan sarana praktikum dan lainnya untuk universitas di seluruh Indonesia termasuk di Kabupaten Sergai.

Hal ini merupakan bentuk komitmen dan dedikasi dari CP Indonesia guna memajukan dunia pendidikan di Indonesia, sebab kami menganggap pendidikan adalah kunci dari kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Saya yakin dengan pendidikan akan dapat mengubah kondisi kehidupan masyarakat ke arah yang lebih baik. Dengan adanya perbaikan di dunia pendidikan akan mengubah wawasan dan pola berfikir dalam masyarakat dan mewujudkan Indonesia maju," paparnya.

Kami sangat mengapresiasi atas antusiasme masyarakat serta dukungan pemerintah daerah dalam pelaksanaan program "Bakti Pada Guru" oleh CPFI. Semoga dengan kegiatan ini dapat bermanfaat bagi para guru dan menjadi hal yang baik bagi masyarakat Indonesia umumnya dan Kabupaten Sergai pada khususnya.

Sambutan Perwakilan Undip Imam Setiawan, S.Psi, MA mengatakan  Kepedulian CPFI bukan hanya pada bidang kemasyarakatan saja, namun juga bidang pendidikan yang menjadi kunci dari peradaban. Peran guru dapat membentuk peradaban yang luar biasa sebab Indonesia adalah salah satu negara dengan kekuatan terbesar di dunia.
Untuk itu perhatian pada dunia pendidikan memang harus diutamakan. Pembentukan karakter sangat penting untuk melahirkan anak didik yang berilmu dan berkarakter positif dalam membangun Indonesia.

Bupati Sergai Ir H Soekirman saat membuka kegiatan mengapresiasi yang besar kepada Charoen Pokphand Indonesia atas terlaksananya kegiatan penguatan karakter bagi guru pada hari ini. Ucapan terimakasih kepada CP Indonesia atas perhatian dan sumbangsihnya kepada para Guru di Kabupaten Sergai.

"Bahwa tidak semua perusahaan yang memiliki tingkat concern yang tinggi terhadap pendidikan seperti yang ditunjukkan Charoen Pokphand Indonesia pada hari ini.
Kabupaten Sergai dengan wilayah mayoritas perkebunan dengan 210.000 anak yang akan menjadi bagian dari kekayaan bangsa pada 100 tahun Indonesia merdeka. Ada agenda nasional maupun internasional serta regional bahwa tidak bisa tidak, tanpa ada guru-guru yang ideal (Inspiraratif, Dedikatif, Empati, Berakhlak Mulia, dan Luhur Budi) berkarakter kuat tidak akan tercapai," paparnya.

Sejalan dengan Triple Helix yang kita tingkatkan lagi menjadi Penta Helix, maka pemerintah daerah melalui dinas terkait serta perguruan tinggi dan masyarakat, perusahaan (corporate) serta media, maka tujuan yang luhur program ini akan dapat tercapai.Kita mengalami proses perubahan yang luar biasa yaitu Revolusi Industri 4.0 yang menjadi dunia masa depan.

"Saya yakin "Guru Ini" akan mengikuti zamannya, akan tetapi kita harus menyadari bagaimanapun hebatnya teknologi, empati atau karakter itu yang paling utama.
Semoga semua tujuan dari program "Bakti Pada Guru" ini dapat tercapai sesuai harapan.

Program "Bakti Pada Guru" oleh CPFI  ini dilaksanakan selama dua hari mulai 19-20 Maret 2019 dengan konsep pelatihan penguatan karakter untuk 55 guru SD dan SMP se-Sergai bekerjasama dengan Pemerintah Daerah melalui Dinas Pendidikan dipandu trainer dari Fakultas Psikologi Undip Semarang," tegasnya.(torong/zul)