Gubsu Edy : Saya Mau Arena MTQN,Terlihat Wah Tapi Enak Dipandang - SNN | Suara Nasional News

Hot


Jumat, 28 September 2018

Gubsu Edy : Saya Mau Arena MTQN,Terlihat Wah Tapi Enak Dipandang

Medan | SNN - Judul diatas diungkapkan "orang nomorsatu", Provinsi Sumut disapa  Edy, didampingi pasangan yang disapa  Ijek. Keduanya bak  "sendok dengan garpu" seiring sejalan dalam  menerima amanah dari  masyarakat Sumut. Maunya Edy itu dinyatakannya ketika meninjau  persiapan arena  MTQN ke XXVll, Jum'at ( 28-09-2018).

Peninjauan  gubsu H.Edy Rahmayadi -rombongan dipagi  menjelang siang itu, merupakan bagian dari  'tuk memastikan  kesiapan  lokasi  yang akan menyelenggarakan  perlombaan membaca "Kalam Allah" Ayat Suci Al-Qur'anNulkariem.Beberapa  saat sebelum Gubsu tiba di sana, telah dilaksanakan semacam gladi bersih  dengan melibatkan puluhan anggota  dari 3 (tiga)Angkatan TNI-AD Kodam l/BB, AURI Medan, TNI AL dan Kepolisian. Dihadiri dari berbagai  ANS instansi masing masing.
 
Ketika itu  Wagubsu  H.Musa Rajekshah, memberi sambutan membacakan  sambutan tertulis gubsu. Pada hekatnya, ujar Wagubsu MTQN ke-XXVll selain  harus kita sukseskan , dan  masyarakat  harus  menunjukkan  sebagai tuan rumah yang baik  terhadap para kafilah yang datang dari berbagai provinsi. Selama ini, ujar Wagubsu ,masyarakat Sumut  telah dikenal dengan keramah tamahannya.
   
Tampak  dalam peninjauan rombongan mendampingi  Gubsu, Wagubsu ,antara lain Sekdasu  bunda Hj.Sabrina, Kadis Pora SU, H.Baharuddin Siagian,Bupati Deliserdang H.Ashari Tambunan (penyelenggaran MTQN 2018 berada di daerah Deliserdang. Kapan ya, Bupati Deliserdang dan DPRD Deliserdang menyerahkan  lahannya  yang berhampiran  kota Medan bagi  perluasan  kota Medan.(Red),    Harry Kiss. Sedangkan Walikota Medan hanya diwakilkan kepada salah seorang  Asisten Umum  H.Musaddad.Wakil Walikota Medan H.Akhyar  datang setelah usai gladi bersih dan sambutan wagubsu.

POTONG ITU,POSKO PERCANTIK
   
Semula   mobil membawa Gubsu  masuk   bagian tengah  arena. Gubsu turun. Tapi, ia -rombongan  berbalik  kearah  pintu masuk utama.  Wartawan yang hadir diundang resmi pakai surat  Karo  Humas Ilyas Sitorus juga gak mau  ketinggalan turut bersama rombongan itu.

Nah, Gubsu pun memulai  "komando"nya ditujukan kepada yang berkompeten menangani arena MTQN. ' Potong pohon yang berada samping  pintu masuk (utama.red), itu apa," posko pak..," ujar  Harry. " Saya tidak mau itu, terlalu dekat ke jalan masuk, geser kebelakang, dan  diperindah,ya.," ya pak...," ujar Harry lagi.

Gubsu dan rombongan pun  berjalan  lagi,"  itu  pohon kok begitu, dibonsai..," sindirnya, karena  pohon itu  terlihat kurus, tak segar. Rombongan terus berjalan, " ini , rumput, pasir harus  bersih, bila perlu dibeton  atau kasih paving block," .

Keadaan yang Wah dan sedap dipandang mata,di"instrksi"kan  Gubsu , ternyata sang Jenderal  Pangkostrad (mantan) ini , tak mengabaikan pula beberapa  rumah  warga yang letaknya diseberang jalan pintu  masuk  ke arena MTQN  XXVll, terlihat dinding bagian luar kusam," saya minta rumah itu dicat, ya,  biar  indah.....,ujarnya. Siap pak,siap pak.

Dalam peninjauan yang rentang waktu terbilang singkat, jika dihitung dengan acara pembukaan akan dilakukan Presiden Jokowidodo (6/10), Gubsu minta apa yang diperintahkannya , tidak ada alasan  tidak terealisasi. Pada hakekatnya yang  mendapat tugas untuk  itu  menyatakan siap pak,siap pak.
   
Gubsu terkesan begitu jeli matanya, tak hanya  bagian  bawah seperti  pepohonan, rumput, becek akibat  hujan  menghubungkan  jalan kearah gedung Serba Guna (GSG) Pemprovsu, dinding  luar ada berlobang harus ditutup, kolam  harus  dibuat pernak-pernik  ,airnya memancarkan warna warni dengan  menampilkan  wajah wajah  misalnya, gubsu  (istri?), walikota, bupati. " Tapi, jangan terlalu lama pula  nampil wajah istri saya...,kelakarnya.
   
LAMPU ALADIN

Gubsu  terus " merepet" , demi  untuk  penampilan arena  MTQN, agar terlihat  "wah dan sedap dipandang",  saya  mau  tempat pelaksanaan  MTQN ini, terlihat wah dan sedap dipandang. Jadi, saya harus begini,  karena  nama dan marwah Sum.Utara,  tetap membawa kenangan indah setelah kafilah kembali daerahnya. Mana bu Sekda..., " saya pak..., "ujar bunda Sabrina.  Sembari bilang ," besok (Sabtu 29/9.red) semua rumput dan pasir akan bersih, tentunya  kita akan  menggunakan alat berat, baik yang ada di dina PU Sumut, dan akan kita pinjam dari Dinas PU Medan.
   
Untuk mempercepat penyelesaian  semua pekerjaan yang  dimintakan  Gubsu itu, Gubsu minta kepada bunda Sabrina, memenggunakan  tenaga Tentara TNI-AD. Sebagai mantan "lurah" besar Kodam l/BB Edy  dapat "menjamin"  kerja cepat, tuntas, bersih dari  anggotanya. " Tentara itu, makannya  banyak,lauknya juga.Dibungkus daun lebih enak ...," ujarnya dengan setengah berkelakar, tapi pasti. Sang Sekda Sabrina yang  seorang ibu bijaksana itu pun cepat "gayung bersambut", siap pak gubernur, nasinya nasi tambuh, lauknya dua potong rendang, ikan....," tukasnya. Gelak pun berderai dari rombongan.
    
Mendengar janji  bunda Sabrina, seorang wartawan pun nyeletuk,"  macam lampu  aladin saja, kalau gak  terujud ada sanksinya  pak gubsu,' iya, sudah pasti ada sanksi....." tanpa merinci.

Namun, sama kita ketahui, siapa itu bunda Sabrina, ketika  mendapat tugas sebagai Karo Perempuan Provsu, hasil kerjanya  dapat dirasakan  secara umum oleh perempuan Sumut, tentu tak  terkecuali  para wartawati di Sumut.  Tentu saja janji "lampu aladin" akan  terealisasi.  Demi nama dan martabat Sumut dalam pelaksanaan perlombaan membaca  "Kalam Allah"  tersebut.

GUBSU SANJUNG WARTAWAN

Gubsu Edy Rahmayadi, telah berkali kali   bilang  betapa siknifikannya  peranan wartawan  di Sumut dalam  konteks pembangunan  baik pisik , mental  spritual.  Pemberitaan  yang ditayangkan  secara konstruktif/membangun akan  memberikan dampak   luas yang  konstruktif pula. Menurut Edy,  hubungan  Pemprovsu-wartawan  bisa didentikkan  " suatu  jembatan  dua arah dari  pemerintah-masyarakat" dalam  menyampaikan informasi.
   
" Mustahil  Pempovsu dalam hal ini saya dan  wagubsu  menyampaikan  informasi kepada  masyarakat  Sumut  yang jumlahnya  belasan juta jiwa, tersebar di 33 kabupaten/kota . Untuk itu saya  minta kepada  panitia,  berikan  tempat/ruangan  yang baik sesuai  kebutuhan  tugas mereka..," ujarnya.

Kami wartawan yang hadir dalam kesempatan itu  sangat "tersanjung", mari kita  bantu  Gubsu-Wagubsu  dengan  rasa ikhlas. Karena   ternyata Gubsu tak "sebelah mata" melihat profesi yang kami emban secara  profesional .Semoga, sanjungan itu  memberikan  spirit bagi kami seterusnya  menjalankan tugas "mem-back" tugas  pasangan Gubsu-Wagubsu selama 5 tahun , tuk  membangun phisik non phisik daerah kita sama cintai,banggakan. Kendati  5 tahun  bukan  jangka yang panjang,  tapi  dengan "nawaitu" baik, ikhlas pasangan ini In Sha Allah terkabul.Amin.  (torong/zul)