Penanggulangan Banjir Di Kota Medan Belum Tepat Sasaran -->

Penanggulangan Banjir Di Kota Medan Belum Tepat Sasaran

Rabu, 11 Juli 2018


Medan | SNN - Penanggulangan banjir di kota Medan masih belum tepat sasaran sepertinya kota Medan tidak terlepas dari yang namanya banjir. Hujan sebentar Medan tergenang . Seperti yang terjadi Minggu malam(08-07-2018) , hujan sebentar sejumlah kawasan di kota Medan terendam, hal ini membuat masyarakat resah.

Menyikapi ini anggota Komisi D. DPRD Medan Paul Mei Anton Simanjuntak mengatakan, fenomena ini terjadi karena program yang tidak tepat sasaran, “Kita melihat program penanggulangan banjir di kota Medan masih belum tepat, terbukti masih banyak drainase yang tidak bekerja secara maksimal, dalam menyerap dan menampung air,” kata Paul kepada Wartawan di gedung dewan Jalan Kapten Maulana Lubis Medan pada Selasa (10-07-2018).

Tahap awal untuk mengurangi efek banjir lanjut politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)ini minimal harus ada normalisasi, lalu kemudian dipikirkan bagaimana agar Medan ini tidak lagi terjadi banjir.

Artinya harus ada pekerjaan drainase yag benar-benar mampu menanggulangi persoalan banjir ini, karena normalisasi hanya untuk membabantu kelancaran  air saja, belum tentu sebagai solusi agar tidak lagi banjir.

Seperti jalan rusak misalna, ya cukup yang itu sajalah yang diperbaiki, jangan jalan yang masih bagus tapi  juga diperbaiki, karena intinya bagaimana Medan ini jalannya tidak berlobang.

Contoh kata Paul, seperti jalan Deli yang rusak 200 sampai 300 meter saja, tapi kenapa sepanjang jalan GB Josuwa yang diaspal, kalau uang nya ada mungkin gak masalah semua diaspal, tapi keuangan Pemko Medan kan sangat terbatas, sementara di wilayah lain masih banyak jalan yang juga butuh perbaikan.

Begitu juga dengan drainase, seharusnya ditinjau wilayah mana yang menjadi kawasan banjir, untuk kemudian dilakukan program penanggulangan banjir, sebab harus ada skala prioritas yang harus dikerjakan untuk mengatasi persoalan banjir.


Banyak madornya yang tidak profesional, faktornya mungkin karena kerja tak kerja , tapi mereka tetap terima gaji. Harus mereka digaji berdasarkan laporan kinerja, tandas Paul.(torong/fit)